Prof. Munirah Hasjim: Menjadikan Perpustakaan Unhas Ruang Hidup bagi Para Pencari Ilmu

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, S.S., M.Hum, Kepala Perpustakaan Unhas, periode 2026-2030 (Foto: ist/ceraken.id)

Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, S.S., M.Hum, Kepala Perpustakaan Unhas, periode 2026-2030 (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — “Selama ini, mungkin perpustakaan hanya dianggap sebagai tempat membaca buku, mendapat referensi, meminjam dan mengembalikan buku, juga sebagai tempat istirahat ketika mereka jeda dari aktivitas perkuliahan. Padahal, ada banyak yang sebenarnya dapat ditemukan di Perpustakaan Unhas ini,” demikian dikemukakan Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, SS, M.Hum, Kepala Perpustakaan Unhas, di Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026.

Prof. Munirah Hasjim, belum lama menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Unhas, untuk periode 2026-2030.

Wanita kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, 10 Mei 1971, ini dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Unhas, oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, pada 9 Februari 2026. Ia menggantikan Dr. Fierenziana G. Junus, M.Hum.

Diskusi seputar buku, perpustakaan, dan literasi dilakukan dengan Rusdin Tompo, seorang penulis dan penggiat literasi.

Prof. Munirah Hasjim ditemani Andi Milu Marguna, S.Sos, MM, selaku Ketua Divisi Pengembangan Pustakawan, Kerjasama, dan Pengelolaan Informasi, Andi Nasri Abduh, S.Sos, M.Hum, Humas Perpustakaan Unhas, dan Nurul Fitrihasari R.

“Kami sudah bikin branding Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu. Artinya, kalaupun mungkin belum ada referensi yang tersedia secara fisik, bila ke perpustakaan kita bisa berjumpa dan berdiskusi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Sehingga bisa terjadi silaturahmi literasi,” papar Guru Besar Bidang Ilmu Lingusitik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas itu.

Prof. Munirah Hasjim punya komitmen membenahi Perpustakaan Unhas dengan menata kembali ruang-ruang layanan dan memperbaiki fasilitas pendukung.

Baca Juga :  Dari Mosi Tidak Percaya hingga Ruang Kerja: Panjang Jalan Perkawanan dengan Nuril Islamiah

Visinya, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, literasi, riset berbasis inovasi serta teknologi digital.

“Perpustakaan bisa memfasilitasi kegiatan diskusi, juga membantu pemustaka melakukan penelusuran fisik buku, termasuk buku digital, dan jurnal-jurnal internasional. Semuanya mudah diakses. Itu yang jadi alasan kami membuat branding, Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu,” terangnya.

Kami akan merancang dan membuat agenda yang bisa dikolaborasikan dengan jejaring dan mitra.

Tujuannya untuk meningkatkan budaya literasi, menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk mengekplorasi pengetahuan dan informasi melalui bacaan, diskusi, maupun kegiatan-kegiatan kreatif lainnya.

“Alhamdulillah, Perpustakaan Unhas ini sudah Akreditasi A. Dari kualifikasi pelayanan, ketersediaan referensi, dan tata kelolanya sudah unggul.” tambahnya.

Cuma diakui bahwa masih banyak pojok baca dari perpustakaan ini yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Banyak corner-corner di area perpustakaan yang, menurut Prof. Munira Hasjim, perlu bersinergi agar dapat menjadi bahan pembelajaran.

Misalnya, orang bisa belajar tentang budaya Korea, Jepang, Prancis dan Tionghoa pada corner internasional tersebut.

Di area Perpustakaan Unhas, terdapat 7 corner, yakni Korean Corner, France Corner, Mandarin Corner, Japan Corner serta Germany Corner.

Ada pula Unhasiana Corner, yakni pojok baca yang berisi koleksi deposit karya dosen dan guru besar Unhas, inclusive/braille corner, yakni corner yang dibuat buat kalangan mahasiswa difable/berkebutuhan khusus, dan BI Corner.

Baca Juga :  Delapan Tahun Mengenang Andi Mustari Pide: Merawat Kearifan, Meneguhkan Ilmu Pengetahuan

Perpustakaan Unhas memiliki koleksi cetak sebanyak 79.988 judul, mencakup 131.629 eksemplar.

Jumlah ini merupakan keseluruhan buku cetak koleksi perpustakaan di Unhas, sudah termasuk seluruh perpustakaan fakultas. Selain itu, juga ada 137 konten digital.

Untuk digital, Perpustakaan Unhas melanggan Journal Sciencedirect dan EBSCOHost, serta KUBUKU.

Perpustakaan Unhas juga bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk mengakses seluruh koleksi yang dilanggan oleh Perpusnas RI.

Data kunjungan ke Perpustakaan Unhas, per 2 Maret 2026, sebanyak 42.893 orang (non anggota) dan 115.723 orang (anggota).

Prof, Munirah Hasjim menyampaikan beberapa rencana inovasi yang akan dilakukan sebagai tahap awal. Di antaranya, dalam rangka Hari Buku Nasional, Perpustakaan Unhas akan mengadakan pekan literasi di mana di dalamnya ada pameran dan bazaar buku, tetapi dikemas semacam festival, supaya melibatkan semua komponen, mulai dari penulis, penerbit, penggiat literasi, hingga komunitas.

Prof. Munirah Hasjim menekankan pentingnya bersinergi dan berkolaborasi kalau ingin maju.

Semua komponen dan pemangku kepentingan terkait harus saling dukung untuk terus membudayakan kegemaran membaca.

“Kami punya tempat yang luas dengan sarana yang memadai, maka kami akan merangkul semua pemangku kepentingan demi memajukan Perpustakaan Unhas dan gerakan literasi kampus,” pungkas Prof. Munirah Hasjim. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yoggy Yuliandra: Dari Aktivis Pergerakan hingga Tekad Menguatkan Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya. Siapa Takut!
Bangga Jadi Alumni SMA Rau, Daeng Hasim Beberkan Alasan Maju Jadi Caketum Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya
Delapan Tahun Mengenang Andi Mustari Pide: Merawat Kearifan, Meneguhkan Ilmu Pengetahuan
Dari Mosi Tidak Percaya hingga Ruang Kerja: Panjang Jalan Perkawanan dengan Nuril Islamiah
Utang Budi yang Dibayar dengan Kerja
PWI NTB Kirim Doa untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang
Meneguhkan Komitmen di Usia 125 Tahun: Inklusi Keuangan, Transformasi Digital, dan Peran Strategis di Kawasan Bali–Nusa Tenggara
Bangket, Monyet, dan Plastik: Lanskap Kreativitas di Kaki Gunung Pengsong

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:04 WITA

Yoggy Yuliandra: Dari Aktivis Pergerakan hingga Tekad Menguatkan Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya. Siapa Takut!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:13 WITA

Bangga Jadi Alumni SMA Rau, Daeng Hasim Beberkan Alasan Maju Jadi Caketum Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:19 WITA

Delapan Tahun Mengenang Andi Mustari Pide: Merawat Kearifan, Meneguhkan Ilmu Pengetahuan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:58 WITA

Dari Mosi Tidak Percaya hingga Ruang Kerja: Panjang Jalan Perkawanan dengan Nuril Islamiah

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:58 WITA

Utang Budi yang Dibayar dengan Kerja

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA