CERAKEN.ID – Bismillah, saya siap!
Kalimat singkat itu menjadi penanda langkah Yoggy Yuliandra memasuki kontestasi Pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya (PP IKA SMANSABAYA) periode 2026–2030.

Bagi Yoggy, pencalonan ini bukan sekadar pertarungan untuk merebut sebuah posisi. Ada perjalanan panjang, ikatan emosional dengan almamater, sekaligus keinginan untuk menyatukan potensi ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru nusantara, Indonesia tercinta.
Sosok yang dikenal supel, energik, ramah dan mudah bergaul itu akhirnya menyatakan kesiapannya menjadi salah satu kandidat Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya. Pemilihannya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Nama Yoggy Yuliandra bukan sosok baru dalam dinamika sosial dan kepemudaan di Lombok Timur. Pria kelahiran Pringgabaya, 19 Juli 1983 ini, sejak lama dikenal sebagai aktivis pergerakan yang memiliki jejaring luas.
Ia merupakan penggagas sejumlah kegiatan publik di Lombok Timur, termasuk Car Free Day dan Car Free Night Desa Pringgabaya.
Dari ruang-ruang kegiatan masyarakat itulah jejaring Yoggy terus tumbuh, bersentuhan dengan kepala desa, camat, kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, aktivis, pelaku usaha hingga kalangan politisi.

Namun, jauh sebelum dikenal sebagai aktivis dan penggerak kegiatan masyarakat, Yoggy sudah menunjukkan ketertarikannya pada organisasi sejak masih duduk di bangku sekolah.
Belajar Memimpin dari Bangku Sekolah
Lahir dari pasangan Abdul Rauf, BA dan Djuaeriah, Yoggy menempuh pendidikan dasar di MI NW Pringgabaya dan tamat pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Pringgabaya hingga lulus tahun 2000.
Di sekolah inilah bakat kepemimpinannya mulai terlihat.
Pada 1997–1998, Yoggy dipercaya menjadi Ketua OSIS SMPN 1 Pringgabaya. Memasuki SMA Negeri 1 Pringgabaya, kepercayaan serupa kembali diterimanya. Ia dipercaya menjadi Ketua OSIS pada periode 2000–2001.
Tak berhenti di sana, Yoggy juga dipercaya menjadi Komandan Paskibra Kecamatan Pringgabaya pada 2001–2003 serta Ketua Forum Komunikasi Pelajar Pringgabaya (Forkopel).

Aktivitas tersebut menjadi fondasi awal perjalanan panjangnya dalam organisasi dan gerakan kepemudaan.
Setelah menamatkan SMA Negeri 1 Pringgabaya pada 2003, Yoggy melanjutkan pendidikan DIII Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram dan menyelesaikannya pada 2009.
Dunia profesional kemudian menjadi ruang berikutnya bagi Yoggy untuk mengembangkan diri. Ia pernah berkarier di sejumlah institusi perbankan nasional, antara lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Pundi Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Banten, hingga PT Bank Syariah Tulen Amanah.
Jenjang kariernya pun beragam, dari bagian kredit dan pemasaran hingga posisi kepala bagian.
Pengalamannya tidak hanya berhenti di sektor perbankan. Yoggy juga pernah berkecimpung di dunia properti sebagai Manager Sub Perumahan PT Dharma Citra Property.
Aktivisme yang Tak Pernah Padam
Bagi Yoggy, pekerjaan dan organisasi seolah menjadi dua jalur yang berjalan beriringan.
Semangat aktivismenya terus tumbuh. Ia pernah bergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur pada 2003–2004.
Ia juga menjadi salah satu inisiator Ormas Gema Selaparang, sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang menaruh perhatian terhadap isu pembangunan di Kabupaten Lombok Timur.
Pengalaman panjang itu membuat Yoggy terbiasa berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Ia belajar bahwa membangun sebuah gerakan tidak cukup hanya dengan gagasan. Diperlukan komunikasi, jejaring, kepercayaan dan kemampuan mempertemukan banyak kepentingan.
Pengalaman itulah yang kini ingin dibawanya ke dalam keluarga besar alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya.
Dari Deklarator hingga Kandidat Ketua Umum
Kecintaan Yoggy terhadap almamater bukan sesuatu yang baru muncul menjelang pemilihan ketua umum.
Pada 14 Agustus 2022, ia menjadi salah satu deklarator pembentukan legalitas formal Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya.

Bersama sejumlah alumni, Yoggy ikut mendorong agar Sukri Aruman, Ketua OSIS pertama SMA Negeri 1 Pringgabaya ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA periode 2022–2026.
Dalam kepengurusan tersebut, Yoggy dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum.
Kini, setelah empat tahun ikut berkhidmat membangun organisasi alumni, ia memilih maju sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA periode 2026–2030.
Keputusan itu tidak lahir dalam ruang kosong. Dukungan dan dorongan dari sesama alumni menjadi salah satu alasan yang menguatkan langkahnya.
“Bismillah, saya siap,” kata Yoggy, yang juga dipercaya sebagai Ketua Forum Ketua OSIS SMA Negeri 1 Pringgabaya.
Ribuan Alumni, Kekuatan Besar
Jika terpilih, Yoggy tidak ingin IKA SMANSABAYA hanya menjadi wadah silaturahmi formal yang aktif ketika ada kegiatan tertentu.
Ia membayangkan organisasi alumni sebagai sebuah jaringan besar yang mampu menghubungkan potensi, profesi, pengalaman dan gagasan para alumninya.
Visi yang diusungnya adalah mewujudkan ikatan alumni yang solid, inspiratif, dan sinergis dalam memajukan potensi anggota serta memberikan kontribusi nyata bagi almamater dan masyarakat luas.
Menurut Yoggy, jumlah alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya yang mencapai belasan ribu orang merupakan modal sosial yang sangat besar.

“Alumni sekolah kita banyak, mencapai belasan ribu. Itu kekuatan yang luar biasa,” ujar suami dari Fitriawati, S.Pd dan ayah dari Ryan Chandra Pramuditha, Randy Oktara, Ryaz Septiannisa dan Reyndra Attakhi.
Dari visi besar tersebut, Yoggy merumuskan empat misi utama.
Pertama, mempererat silaturahmi, dengan membangun komunikasi yang aktif dan berkesinambungan antarangkatan.
Kedua, membangun jejaring, terutama melalui kerja sama di bidang profesi, karier dan bisnis antarsesama alumni.
Ketiga, mendukung almamater, dengan menjalin hubungan baik sekaligus ikut mendukung program pengembangan sekolah dan siswa aktif.
Keempat, memberdayakan alumni, menjadikan organisasi sebagai wadah penyaluran aspirasi sekaligus ruang pengembangan kompetensi para alumninya.
Bukan Sekadar Jabatan
Bagi Yoggy, menjadi ketua umum bukan semata-mata soal siapa yang duduk di kursi kepemimpinan.
Lebih dari itu, ia ingin memastikan belasan ribu alumni memiliki ruang untuk saling terhubung dan memberikan manfaat.
Jejaring yang selama ini ia bangun di berbagai sektor ingin dipertemukan dengan kekuatan alumni. Para alumni yang bergerak di dunia usaha, pemerintahan, pendidikan, profesi, organisasi sosial maupun berbagai bidang lainnya diharapkan dapat saling menguatkan.
Sebab, baginya, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada struktur kepengurusan, melainkan pada seberapa jauh anggotanya mampu bergerak bersama.“Intinya kita solid dan bersinergi,” cetusnya.***
Penulis : CR-02
Editor : Ceraken Editor



























































