SD Negeri Parinring Makassar, Bagikan Lebih 200 Paket Takjil: Implementasikan Program INSAN

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Perwakilan murid-murid kelas 1-6 dalam kegiatan bagi-bagi takjil, sebagai implementasi program inovasi INSAN (Foto: ist/ceraken.id)

Perwakilan murid-murid kelas 1-6 dalam kegiatan bagi-bagi takjil, sebagai implementasi program inovasi INSAN (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Murid-murid SD Negeri Parinring, Kota Makassar, menunjukan kepedulian dan solidaritas sosial dengan membagikan 204 paket takjil bagi warga yang melintas di Jalan Tamangapa Raya, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Bagi-bagi takjil itu merupakan kegiatan Jumat Ibadah sekaligus amaliah Ramadan yang rutin dilakukan.

Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, murid-murid sekolah di Kecamatan Manggala itu, mengumpulkan infak dan sedekah, melalui program inovasi INSAN.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengadakan kegiatan berbagi takjil, sebagai wujud implementasi program inovasi INSAN,” ucap Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring.

INSAN merupakan akronim dari infak untuk solidaritas sosial kemanusiaan.

Baca Juga :  Merawat Warisan, Menyongsong Masa Depan: Semangat Baru Koperasi NTB di Usia ke-79

Dana untuk takjil diperoleh dari hasil celengan murid-murid, pada setiap Jumat.

Tujuan program INSAN, yakni menumbuhkan semangat beramal soleh, melalui derma, infak, dan sedekah.

Kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri Parinring saat kegiatan bagi-bagi takjil (Foto: ist/ceraken.id)

Juga bertujuan mendorong anak-anak punya inisiatip untuk mengorganisasikan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

Kegiatan bagi-bagi takjil oleh murid-murid SD Negeri Parinring dikoordinasikan oleh Guru PAI (Pendidikan Agama Islam), masing-masing Hasmawati,S.Pd.I, dan Tasmiah,S.Pd.I, serta Bu Mutmainnah yang merupakan tenaga kependidikan.

“Isi takjilnya berupa ayam krispi, mie goreng, lalapan, dan air mineral. Jumlahnya ada sebanyak 204 paket,” terang Andi Etty Cahyani.

Kegiatan bagi-bagi takjil dilakukan langsung oleh murid-murid kelas 1-6, melalui perwakilan kelas. Masing-masing kelas terdiri dari dua siswa.

Baca Juga :  Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

“Biar anak-anak semakin erat tali silaturahminya, dan memperoleh keberkahan melalui amalan mulia yang mereka lakukan,” tambah Andi Etty Cahyani.

Selama bulan Ramadan, umat Islam memang dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan-amalannya. Sebab ibadah puasa mengajarkan keikhlasan, disiplin diri, dan kepekaan sosial.

Melalui bagi-bagi takjil seperti yang dilakukan murid-murid dan guru SD Negeri Parinring, itu menggambarkan bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang Allah SWT berikan.

“Semoga kegiatan bagi-bagi takjil berbuah pahala bagi anak-anak, orangtua, dan guru-guru kami, dan menghadirkan keberkahan bagi mereka yang menerima manfaatnya,” harap Andi Etty Cahyani. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan rt

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA