Sinergi Tiga Pilar Percepat Pengembangan KEK Mandalika

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kolaborasi antara media, pemerintah, dan pengelola kawasan merupakan fondasi penting dalam membangun citra positif Mandalika sebagai destinasi unggulan dunia (Foto: ist / ceraken.id)

Kolaborasi antara media, pemerintah, dan pengelola kawasan merupakan fondasi penting dalam membangun citra positif Mandalika sebagai destinasi unggulan dunia (Foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — MANDALIKA – Keberadaan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dinilai membawa dampak signifikan terhadap percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kehadiran keduanya juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Manager Stakeholder dan Public Relations ITDC, Gresita FY Siahaan, menegaskan bahwa pengembangan Mandalika tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan event internasional, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat Lombok menjadi bagian utama dari pertumbuhan Mandalika. Mereka tidak hanya bekerja di kawasan ini, tetapi juga memiliki rasa kepemilikan terhadap perkembangan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia,” ujar Gresita dalam kegiatan Silaturahmi dan Media Gathering JMSI NTB di Bukit 360 Mandalika, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, ITDC sebagai bagian dari holding pariwisata dan aviasi nasional, InJourney, terus mendorong pengembangan Mandalika dengan pendekatan yang mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal.

Baca Juga :  TDA Bukan Sekadar Organisasi Pengusaha, tetapi Ruang untuk Saling Menguatkan

Langkah tersebut diwujudkan melalui rekrutmen tenaga kerja lokal, pelatihan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan.

Saat ini, lebih dari 600 UMKM telah terlibat dalam ekosistem ekonomi Mandalika. Mereka memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, kopi lokal, kain tenun, hingga kerajinan khas Lombok.

Selain itu, berbagai event internasional yang digelar di Mandalika juga terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat posisi NTB di panggung global.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif kontribusi ITDC dan InJourney dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui sinergi yang kuat, Mandalika kini tidak hanya menjadi ikon sport tourism nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi NTB.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik NTB, Safrudin SH MH, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan Mandalika membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, pengelola kawasan, dan media.

“Kemitraan yang terbangun antara ITDC-InJourney, Pemerintah Provinsi NTB, dan JMSI NTB sangat penting untuk memastikan informasi yang tersampaikan kepada publik akurat, konstruktif, dan mampu mendukung iklim investasi serta pariwisata daerah,” kata Safrudin.

Ia menilai, komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor, menarik wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi dari keberadaan KEK Mandalika.

Baca Juga :  Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Sementara itu, Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan Mandalika melalui pemberitaan yang profesional, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“JMSI NTB siap mengawal publikasi KEK Mandalika agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kami percaya, kemajuan daerah membutuhkan dukungan narasi yang kuat, akurat, dan membangun optimisme,” ujarnya.

Menurut Boy, kolaborasi antara media, pemerintah, dan pengelola kawasan merupakan fondasi penting dalam membangun citra positif Mandalika sebagai destinasi unggulan dunia.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur. (*)

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA