Merawat Warisan, Menyongsong Masa Depan: Semangat Baru Koperasi NTB di Usia ke-79

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengingatkan bahwa kondisi koperasi di NTB belum sepenuhnya ideal (foto: aks / ceraken.id)

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengingatkan bahwa kondisi koperasi di NTB belum sepenuhnya ideal (foto: aks / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Usia hampir delapan dekade bukan sekadar penanda panjangnya perjalanan sebuah gerakan. Di dalamnya tersimpan sejarah, perjuangan, kegagalan, sekaligus harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Tasyakuran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bertema “Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya” yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Jumat (31/7/2026).

Menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan Harkopnas tahun ini, acara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi bahwa koperasi tetap menjadi salah satu fondasi ekonomi kerakyatan Indonesia.

79 Tahun Koperasi, Warisan yang Harus Dijaga

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh insan koperasi melihat usia ke-79 sebagai bukti bahwa koperasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa sejak Indonesia merdeka.

“Usia 79 tahun jika disamakan dengan usia manusia adalah usia yang sudah cukup senja. Ini menandakan bahwa koperasi betul-betul ikut mewarnai perjalanan Republik Indonesia sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan koperasi memasuki babak baru melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. NTB bahkan menjadi salah satu provinsi yang mendapat apresiasi karena berhasil melakukan pembaruan data koperasi sekaligus memiliki kesiapan lahan yang memungkinkan pembentukan koperasi di seluruh wilayah desa dan kelurahan.

Ia menilai capaian tersebut lahir dari kerja bersama pemerintah daerah, Dinas Koperasi, Dekopinwil, dan seluruh gerakan koperasi.

Namun, Wagub juga mengingatkan bahwa kondisi koperasi di NTB belum sepenuhnya ideal. Dengan gaya yang jenaka namun penuh makna, ia menggambarkan beragam kondisi koperasi yang ada.

“Ada yang masih “sehat walafiat”, ada yang sedikit “meriang”, ada yang “stroke”, dan ada yang “hampir meninggal”. Karena itu pendeteksian sejak dini menjadi penting agar koperasi bisa diselamatkan dan kembali tumbuh sehat,” katanya.

Ia berharap pelatihan bagi para manajer Koperasi Desa Merah Putih mampu melahirkan pengelola yang inovatif, profesional, dan memiliki kemampuan tata kelola yang baik sehingga koperasi tidak hanya memiliki gedung yang representatif, tetapi juga kualitas manajemen yang kuat.

Di akhir sambutannya, Wagub menyampaikan salam Gubernur NTB yang berhalangan hadir karena mendampingi kunjungan sejumlah menteri serta mengucapkan Dirgahayu Koperasi ke-79.

Baca Juga :  Ketika Koin Rp2.000 Mengantar Kita ke Final Piala Dunia 1974

Sebagai seorang perempuan dan ibu, ia mengakui koperasi telah banyak membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Gerakan koperasi sudah ikut membantu meningkatkan ekonomi keluarga, membantu setiap ibu menyelesaikan pendidikan anak-anaknya. Semoga koperasi wanita terus berkembang di seluruh wilayah NTB dan membuka kesempatan yang lebih baik bagi kaum perempuan,” tuturnya.

Suasana syukuran pun semakin hangat ketika Wagub menutup sambutannya dengan pantun:

Burung merpati terbang melayang,

Hinggap sejenak di pohon kelapa.

Mari syukuri nikmat yang datang,

Koperasi maju sejahtera bersama.

Kolaborasi Menjadi Kunci Gerakan Koperasi

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB, Lalu Anis Mudjahid Akbar, menilai Harkopnas tahun ini memiliki makna berbeda karena memperlihatkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan gerakan koperasi.

Koperasi menegaskan kembali perannya sebagai rumah bersama ekonomi rakyat (foto: ist / ceraken.id)

“Ada hal yang sangat berkesan dalam kolaborasi antara Dinas Koperasi dan Dekopinwil. Ini adalah wujud kemitraan yang baik dalam upaya memajukan koperasi ke depan,” ujarnya.

Ia mengakui tantangan koperasi masih besar, mulai dari tata kelola, permodalan, hingga peningkatan profesionalisme. Karena itu, Dekopinwil berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Dekopinwil siap menjadi mitra strategis, tidak hanya bagi Dinas Koperasi tetapi juga bagi siapa saja yang memiliki komitmen untuk memajukan koperasi,” tegasnya.

Menurut Anis, keberhasilan penyelenggaraan Harkopnas tahun ini juga menjadi bukti bahwa gerakan koperasi mampu bekerja secara kolektif dan profesional. Ia berharap momentum tersebut menjadi energi baru bagi seluruh insan koperasi di NTB untuk terus berbenah.

Gerakan Koperasi Kembali Menjadi Tuan Rumah

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Harkopnas tahun ini sengaja didesain berbeda. Jika sebelumnya pemerintah menjadi motor utama, kali ini Dekopinwil diberi ruang memimpin penyelenggaraan sebagai representasi gerakan koperasi.

“Peringatan Hari Koperasi tahun ini agak berbeda. Kalau sebelumnya Dinas Koperasi menjadi motor penggerak, maka tahun ini kami bersepakat bahwa yang menjadi penggerak adalah Dekopinwil selaku pelaku besar gerakan koperasi,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan rasa memiliki dari seluruh gerakan koperasi sekaligus membangun tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Sertinah TDA NTB 8.0: Estafet Amanah, Menjaga Nyala Kewirausahaan di Bumi Gora

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Harkopnas tahun ini tidak menggunakan anggaran APBD.

“Biaya yang timbul dari seluruh rangkaian acara tidak bersumber dari APBD, tetapi dari inisiatif dan dukungan gerakan koperasi. Jadi Dinas Koperasi hanya memberikan pendapat, tidak menyumbang pendapatan,” ujarnya disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin.

Wirawan menilai koperasi harus menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil di tengah rantai pasok yang masih didominasi perusahaan-perusahaan besar.

“Kami sepakat dengan Dekopinwil untuk terus meningkatkan kerja sama dalam menciptakan koperasi yang sehat, profesional, tangguh, dan maju,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian Harkopnas tahun ini telah dimulai sejak awal Juli melalui pelantikan Dekopinwil, dialog bisnis, pasar raya koperasi, hingga gerak jalan sehat sebelum ditutup dengan tasyakuran.

Dari Seremoni Menuju Gerakan Bersama

Sementara itu, Wakil Ketua Dekopinwil NTB sekaligus Ketua Pengarah Harkopnas ke-79 Provinsi NTB, Bambang Parmadi, mengatakan tasyakuran merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama hampir satu bulan.

“Ini adalah kegiatan terakhir dari rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-79 setelah dialog bisnis, bazar, dan jalan sehat. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan mudah-mudahan menjadi sinyal bahwa ke depan gerakan koperasi bisa berkontribusi lebih baik dan Dekopinwil juga bisa bekerja lebih baik,” ujarnya kepada ceraken.id.

Menurut Bambang, peringatan Hari Koperasi memang semestinya dipimpin oleh gerakan koperasi itu sendiri agar rasa kepemilikan semakin kuat.

“Hari koperasi itu harinya gerakan koperasi. Karena itu Dekopinwil memang harus berada di depan dan menjadi penggeraknya,” katanya.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Tasyakuran Harkopnas ke-79 di NTB memperlihatkan arah baru pembangunan koperasi yang bertumpu pada kolaborasi, profesionalisme, dan partisipasi gerakan koperasi itu sendiri. Di usia yang ke-79, koperasi tidak sedang menatap masa senja, melainkan sedang menegaskan kembali perannya sebagai rumah bersama ekonomi rakyat.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dirawat, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi warisan para pendahulu, tetapi juga menjadi instrumen utama untuk membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia pada masa depan. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA