Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepedulian harus menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang terdampak (foto: area ampenan / ceraken.id)

Kepedulian harus menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang terdampak (foto: area ampenan / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Kebakaran yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu malam (22/8/2026), tidak hanya meninggalkan kerugian material bagi warga.

Musibah itu juga menggerakkan kepedulian dari berbagai pihak. PT Pegadaian melalui Area Ampenan menjadi salah satu yang segera hadir, menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.

Sehari setelah kebakaran, Minggu siang (23/8/2026), jajaran Pegadaian Area Ampenan bersama para Pemimpin Cabang se-Area Ampenan turun langsung ke lokasi musibah. Kehadiran mereka membawa sejumlah bantuan berupa pakaian, selimut, tenda, dan sembako sebagai upaya membantu warga memenuhi kebutuhan dasar pada masa-masa awal pascakebakaran.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Ampenan, Taufan Nugroho, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian PT Pegadaian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kebakaran,” ujar Taufan Nugroho kepada ceraken.id, Rabu (26/8/2026), di ruang kerjanya.

Hadir di Saat Kebutuhan Mendesak

Bagi masyarakat yang baru saja kehilangan tempat tinggal dan berbagai perlengkapan hidup, kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, Pegadaian Area Ampenan memfokuskan bantuan pada kebutuhan yang sifatnya mendesak dan dapat segera dimanfaatkan warga.

Pakaian, selimut, tenda, hingga sembako menjadi bagian dari bantuan yang disalurkan. Bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta menggantikan seluruh kerugian warga, tetapi kehadirannya menjadi penopang pada saat masyarakat tengah berusaha bangkit dari situasi sulit.

Baca Juga :  Ketika Koin Rp2.000 Mengantar Kita ke Final Piala Dunia 1974

Taufan menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PT Pegadaian kepada masyarakat.

“Komitmen ini akan terus kami hadirkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” katanya.

Dalam proses penyaluran bantuan, Pegadaian Area Ampenan juga terus membangun koordinasi dengan Aparatur Desa Rambitan, Pemimpin Cabang Pegadaian Praya, serta Unit Layanan Sengkol yang menjadi titik layanan terdekat dengan Kampung Desa Adat Sade.

Koordinasi tersebut penting agar bantuan yang disalurkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan. Kehadiran jaringan layanan Pegadaian di berbagai wilayah Lombok juga memungkinkan respons sosial dilakukan secara lebih dekat dan terkoordinasi.

Sebelumnya, Pemimpin Cabang Pegadaian Praya, Gunaji Agus Wibowo, kepada ceraken.id pada Selasa malam (25/8/2026), membenarkan bahwa dirinya bersama tim telah mengunjungi lokasi musibah pada Minggu siang, sehari setelah kebakaran terjadi.

“Kami bersama tim sudah ke lokasi musibah pada Minggu siang sebagai wujud Pegadaian Peduli,” ujar Gunaji Agus Wibowo.

Dari Jaringan Bisnis Menjadi Jaringan Kepedulian

Wilayah layanan Pegadaian Area Ampenan membentang dari Kabupaten Lombok Utara hingga Kabupaten Lombok Timur. Cakupan tersebut terdiri atas 14 cabang, yakni 12 cabang konvensional dan dua cabang syariah.

Dalam struktur layanannya, produk gadai masih mendominasi dengan komposisi sekitar 85 persen, disusul layanan mikro sebesar 10 persen dan bullion emas sebesar 5 persen. Sementara itu, aplikasi Tring! disebut memiliki irisan kuat dengan pertumbuhan nasabah baru, terutama dari kalangan generasi Z.

Baca Juga :  Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Namun, di luar aktivitas bisnis dan pengembangan produk, jaringan tersebut juga memiliki arti penting ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Cabang-cabang yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi simpul komunikasi sekaligus jalur untuk menggerakkan kepedulian sosial.

Taufan menambahkan, kepedulian terhadap warga Sade tidak berhenti pada penyaluran bantuan pertama. Pada Rabu (26/8/2026), sejumlah anggota Ikatan Istri Karyawan Pegadaian (IIKP) kembali mengunjungi Kampung Desa Adat Sade untuk menyerahkan bantuan tambahan.

“Hari ini beberapa anggota dari Ikatan Istri Karyawan Pegadaian atau IIKP juga berkunjung ke Kampung Desa Adat Sade untuk menyalurkan bantuan, antara lain berupa alat-alat rumah tangga,” ungkap Taufan.

Kunjungan lanjutan itu memperlihatkan bahwa respons terhadap musibah tidak selalu selesai dalam satu hari. Setelah kebutuhan darurat seperti pangan, pakaian, dan tempat berteduh mulai dipenuhi, warga juga membutuhkan berbagai perlengkapan untuk memulai kembali kehidupan sehari-hari.

Di tengah jejak kebakaran yang masih menyisakan pekerjaan panjang bagi warga Kampung Desa Adat Sade, kepedulian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Bagi Pegadaian Area Ampenan, bantuan yang disalurkan bukan sekadar penyerahan barang, melainkan ikhtiar untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Dari jaringan cabang yang membentang di Pulau Lombok hingga langkah para karyawan dan anggota IIKP yang datang membawa bantuan, pesan yang ingin disampaikan sederhana: layanan kepada masyarakat tidak berhenti pada transaksi. Ketika musibah datang, kepedulian juga harus menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang terdampak. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali
Ketika NTT Terluka, NTB Datang Membawa Persaudaraan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA