CERAKEN.ID — Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat merespons gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 30 armada kendaraan yang membawa bantuan logistik, peralatan medis, alat berat, serta tim tanggap darurat diberangkatkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Pelepasan armada logistik dan tim kemanusiaan tersebut dipimpin Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026). Hadir dalam pelepasan itu Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD Provinsi NTB, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.
Pengiriman bantuan tersebut tidak semata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban. Pemprov NTB juga mengerahkan tenaga kesehatan dan personel tanggap darurat untuk mendukung penanganan kondisi kedaruratan, pelayanan kesehatan, penjangkauan psikososial, hingga pembersihan puing dan pembukaan akses jalan yang terputus.
Gubernur NTB Miq Iqbal mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk empati sekaligus solidaritas masyarakat NTB terhadap warga NTT yang sedang menghadapi bencana.
“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” katanya.
Menurut Miq Iqbal, kecepatan tersebut menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. Pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018 menjadi salah satu modal dalam menyiapkan respons kemanusiaan, termasuk dalam penanganan kebutuhan dasar masyarakat hingga pemulihan psikologis korban.
“Kesiapan ini juga membuktikan bahwa kita NTB memiliki kesiapsiagaan dalam hal menangani bencana,” katanya.
Logistik Dipusatkan di Bima
Untuk mempercepat sekaligus mengefisienkan distribusi, sebagian besar bantuan berupa bahan makanan pokok disiapkan di Bima. Dari wilayah tersebut, bantuan selanjutnya akan diangkut menggunakan kapal menuju NTT.
Miq Iqbal menjelaskan, pola distribusi melalui Bima dipilih dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan jarak pengiriman. Skema serupa juga dilakukan daerah lain yang ikut memberikan bantuan kepada masyarakat NTT, termasuk Pemerintah Provinsi Bali yang menyiapkan sebagian logistiknya di Bima.
“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” ujarnya.
Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende. Distribusi akan diarahkan ke kawasan yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk wilayah Manggarai.
Tak hanya membawa bahan makanan dan kebutuhan dasar, rombongan NTB juga mengirimkan alat berat serta kendaraan operasional. Peralatan itu dipersiapkan untuk membantu membersihkan puing-puing reruntuhan dan membuka kembali akses jalan yang terputus akibat bencana.
79 Personel Dikerahkan, 60 di Antaranya Tim Medis
Semangat kemanusiaan dalam misi tersebut diperkuat dengan pengerahan 79 personel tanggap darurat. Dari jumlah itu, sebanyak 60 orang merupakan tenaga medis yang terdiri atas dokter spesialis, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.
Tim medis tersebut berasal dari berbagai institusi. Sebanyak 53 orang berasal dari Dinas Kesehatan NTB dan rumah sakit umum lingkup Provinsi NTB, 13 orang dari Rumah Sakit Universitas Mataram, serta empat orang dari Dinas Kesehatan Kota Mataram. Sementara personel nonmedis berasal dari BPBD NTB, Dinas PUPRPKP NTB, dan Dinas Sosial P3A NTB.
Kehadiran psikolog dalam tim menjadi penting karena penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik. Pengalaman gempa Lombok 2018 memperlihatkan bahwa masyarakat yang kehilangan rumah, anggota keluarga, maupun rasa aman membutuhkan pendampingan untuk melewati trauma, terutama anak-anak.
Bantuan logistik juga datang dari berbagai unsur. Dinsos P3A dan RS Universitas Mataram menyalurkan susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan perlengkapan kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengirimkan 37 unit emergency kit type A, 20 ibu hamil kit, 16 PUS Kit, 20 bayi baru lahir kit, 16 ibu bersalin kit, 110 personal hygiene kit, 23 family kit, dua tenda pelayanan kesehatan, dua tenda posko, 10 veltbed, serta meja dan kursi lipat.
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB turut menyerahkan hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Poltekkes Kemenkes Mataram menyumbangkan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit/regal, serta mi instan.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan dan dunia usaha. Bank Mandiri menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta dalam bentuk susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan NTB menyiapkan cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton. Bulog menyumbangkan tiga ton beras, AMNT 10 ton beras dan selimut, sedangkan PT Narmada Awet Muda memberikan bantuan air mineral dalam kemasan gelas.
Dari BPBD Provinsi NTB, bantuan yang dikirim antara lain 125 paket sembako, 100 lembar tikar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar.
Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan 30 unit kendaraan yang terdiri atas mobil rescue, Navara, Hiace, ambulans, dapur umum, truk, ekskavator, dan Innova.
Bagi NTB, keberangkatan rombongan kemanusiaan itu bukan sekadar mengirim bantuan dari satu provinsi ke provinsi lain. Ia menjadi bentuk solidaritas antarsesama warga di kawasan Nusa Tenggara, sekaligus pengingat bahwa pengalaman menghadapi bencana dapat menjadi pengetahuan yang dibagikan untuk membantu daerah lain bangkit.
Dari Lombok, bantuan bergerak menuju NTT membawa logistik, tenaga, peralatan, dan satu pesan sederhana: ketika bencana datang, kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. (*)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: ntbprov.go.id



























































