CERAKEN.ID — Di tengah arus globalisasi yang kian intens, langkah mempertemukan budaya lokal dengan jejaring internasional bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Hal inilah yang tercermin dari inisiatif Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalin kerja sama dengan PT Rplay Group Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada 26 Maret 2026 di kawasan Montong, Batu Layar, Lombok Barat.
Dalam unggahan media sosialnya, Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata untuk mendorong pelestarian, pengembangan, dan promosi seni budaya Nusa Tenggara Barat ke panggung internasional, khususnya Korea Selatan. Kolaborasi ini juga membuka ruang integrasi budaya Korea dengan inovasi kreatifnya di NTB.
“Yang pasti Taman Budaya melakukan upaya dan bersinergi dengan beberapa pihak untuk melakukan diplomasi budaya guna mewujudkan visi misi pemerintah yaitu Pariwisata/Kebudayaan Makmur Mendunia,” ujar Miq Surya, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi pada Jumat, 27 Maret 2026.
Kesepakatan tersebut turut ditandatangani oleh Ryu Eunhyo selaku CEO PT Rplay Group Indonesia. Momentum ini menjadi penanda bahwa diplomasi budaya kini semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas negara, dengan menjadikan seni dan tradisi sebagai jembatan persahabatan.

Sebagai representasi pemerintah daerah, Taman Budaya NTB memikul peran utama dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya ke dunia luar. Di sisi lain, PT Rplay Group Indonesia, yang memiliki afiliasi dengan entitas Korea Selatan, membawa misi memperkenalkan nilai-nilai budaya Korea sekaligus inovasi kreatif yang berkembang pesat di negeri tersebut.
Menurut Nitha, Chief Secretary PT Rplay Group Indonesia, nota kesepahaman ini dirancang sebagai kerangka kerja kolaboratif yang memungkinkan kedua pihak saling memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing. Dalam skema ini, NTB hadir dengan kekuatan tradisi lokalnya, sementara Korea menawarkan perspektif budaya populer dan inovasi kreatif yang telah mendunia.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati pun terbilang luas. Mulai dari promosi budaya timbal balik melalui pameran dan pertunjukan bersama, hingga pengembangan program edukasi seperti pelatihan seni, lokakarya, dan pengenalan bahasa.
Tidak hanya itu, kedua pihak juga bersepakat untuk saling mendukung dalam pemanfaatan sarana dan prasarana, serta memperluas jejaring promosi budaya melalui kanal strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi penguatan diplomasi budaya berbasis daerah. Lebih dari sekadar kerja sama institusional, inisiatif ini mencerminkan kesadaran bahwa kebudayaan memiliki daya tawar yang kuat dalam membangun citra daerah sekaligus memperluas ruang interaksi global.
Di titik inilah, NTB tidak lagi hanya menjadi penonton dalam arus pertukaran budaya dunia, melainkan mulai mengambil peran sebagai pelaku aktif. Melalui sinergi lintas negara, budaya lokal tidak hanya dirawat di dalam, tetapi juga diperkenalkan keluar, menjadi bagian dari percakapan global yang terus bergerak dan berkembang.(aks)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: liputan



























































