Diplomasi Budaya NTB Menembus Korea: Sinergi Lokal Menuju Panggung Global

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lalu Suryadi Mulawarman (kiri) dan Ryu Eunhyo (kanan). Diplomasi budaya kini  mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas negara (Foto: taman budaya ntb/ceraken.id)

Lalu Suryadi Mulawarman (kiri) dan Ryu Eunhyo (kanan). Diplomasi budaya kini mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas negara (Foto: taman budaya ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Di tengah arus globalisasi yang kian intens, langkah mempertemukan budaya lokal dengan jejaring internasional bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Hal inilah yang tercermin dari inisiatif Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalin kerja sama dengan PT Rplay Group Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada 26 Maret 2026 di kawasan Montong, Batu Layar, Lombok Barat.

Dalam unggahan media sosialnya, Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata untuk mendorong pelestarian, pengembangan, dan promosi seni budaya Nusa Tenggara Barat ke panggung internasional, khususnya Korea Selatan. Kolaborasi ini juga membuka ruang integrasi budaya Korea dengan inovasi kreatifnya di NTB.

“Yang pasti Taman Budaya melakukan upaya dan bersinergi dengan beberapa pihak untuk melakukan diplomasi budaya guna mewujudkan visi misi pemerintah yaitu Pariwisata/Kebudayaan Makmur Mendunia,” ujar Miq Surya, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi pada Jumat, 27 Maret 2026.

Kesepakatan tersebut turut ditandatangani oleh Ryu Eunhyo selaku CEO PT Rplay Group Indonesia. Momentum ini menjadi penanda bahwa diplomasi budaya kini semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas negara, dengan menjadikan seni dan tradisi sebagai jembatan persahabatan.

Baca Juga :  Membaca Jejak Masa Lampau dari Vitrin Museum Negeri NTB
Menjadikan seni dan tradisi sebagai jembatan persahabatan lintas negara (Foto: taman budaya ntb/ceraken.id)

Sebagai representasi pemerintah daerah, Taman Budaya NTB memikul peran utama dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya ke dunia luar. Di sisi lain, PT Rplay Group Indonesia, yang memiliki afiliasi dengan entitas Korea Selatan, membawa misi memperkenalkan nilai-nilai budaya Korea sekaligus inovasi kreatif yang berkembang pesat di negeri tersebut.

Menurut Nitha, Chief Secretary PT Rplay Group Indonesia, nota kesepahaman ini dirancang sebagai kerangka kerja kolaboratif yang memungkinkan kedua pihak saling memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing. Dalam skema ini, NTB hadir dengan kekuatan tradisi lokalnya, sementara Korea menawarkan perspektif budaya populer dan inovasi kreatif yang telah mendunia.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati pun terbilang luas. Mulai dari promosi budaya timbal balik melalui pameran dan pertunjukan bersama, hingga pengembangan program edukasi seperti pelatihan seni, lokakarya, dan pengenalan bahasa.

Baca Juga :  Museum Tetap di Hati, Malam yang Menghidupkan Kembali Ingatan

Tidak hanya itu, kedua pihak juga bersepakat untuk saling mendukung dalam pemanfaatan sarana dan prasarana, serta memperluas jejaring promosi budaya melalui kanal strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi penguatan diplomasi budaya berbasis daerah. Lebih dari sekadar kerja sama institusional, inisiatif ini mencerminkan kesadaran bahwa kebudayaan memiliki daya tawar yang kuat dalam membangun citra daerah sekaligus memperluas ruang interaksi global.

Di titik inilah, NTB tidak lagi hanya menjadi penonton dalam arus pertukaran budaya dunia, melainkan mulai mengambil peran sebagai pelaku aktif. Melalui sinergi lintas negara, budaya lokal tidak hanya dirawat di dalam, tetapi juga diperkenalkan keluar, menjadi bagian dari percakapan global yang terus bergerak dan berkembang.(aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Begawe Beleq, Panggung Bersama untuk Bahasa, Seni, dan Budaya NTB
Menyalakan Museum di Tengah Malam: Ruang Khasanah, Ingatan, dan Wajah Baru Kebudayaan NTB
Museum Tetap di Hati, Malam yang Menghidupkan Kembali Ingatan
Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama
Bahasa Sasak dan Rumah yang Tak Boleh Kehilangan Penghuninya
Bahasa Sasak di Persimpangan Zaman: Antara Dialek, Ego, dan Jalan Pulang
Membaca Jejak Masa Lampau dari Vitrin Museum Negeri NTB
Di Balik Restorasi “Bebek Angsa”, Terbaca Jejak Estetika I Gusti Bagus Kebon

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Begawe Beleq, Panggung Bersama untuk Bahasa, Seni, dan Budaya NTB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:14 WITA

Menyalakan Museum di Tengah Malam: Ruang Khasanah, Ingatan, dan Wajah Baru Kebudayaan NTB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:11 WITA

Museum Tetap di Hati, Malam yang Menghidupkan Kembali Ingatan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:26 WITA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:41 WITA

Bahasa Sasak dan Rumah yang Tak Boleh Kehilangan Penghuninya

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA