Megan Litani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Prestasi

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dunia pendidikan, seni, musik, olahraga, maupun bidang lainnya,  sama-sama memiliki ruang untuk melahirkan prestasi (foto: ist / ceraken.id)

Dunia pendidikan, seni, musik, olahraga, maupun bidang lainnya, sama-sama memiliki ruang untuk melahirkan prestasi (foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — JAKARTA — Mahasiswi semester 7 Program Studi Public Relation & Communication Digital Universitas Negeri Jakarta, Megan Litani, mengajak generasi muda Indonesia mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan positif, produktif, dan penuh prestasi.

Ajakan itu disampaikannya bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan yang semestinya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kontribusi melalui karya dan pencapaian.

Megan sendiri mencoba menerjemahkan semangat tersebut melalui dua ruang yang sedang dijalaninya sekaligus: pendidikan dan musik. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia aktif sebagai penyanyi muda sekaligus penulis lagu.

Baru-baru ini, Megan meraih IP 4,00 dan pada saat yang hampir bersamaan merilis tiga single, yakni “SONETA”, “SAHABAT DALAM DIAM”, dan “THE PROMISE WE KEEP”.

Ketiga lagu tersebut dapat dinikmati publik melalui berbagai platform digital, termasuk YouTube Official Megan Litani dan Spotify Megan Litani. Bagi Megan, berkarya di bidang musik menjadi salah satu cara anak muda mengembangkan potensi sekaligus memberikan warna dalam perjalanan generasinya.

Baca Juga :  Menyusun Tubuh Musik Futuristik: Ketika Klenang Sasak Menemukan Struktur Baru
Kemerdekaan sebagai Ruang untuk Berkarya

Menurut Megan, kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai dengan mengenang perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam keberanian generasi muda untuk menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Menurut saya, cara terbaik generasi muda mengisi kemerdekaan adalah dengan terus melakukan hal-hal positif. Kita bisa berkarya melalui seni dan musik, bisa juga melalui olahraga, berprestasi di bidang akademik, atau mengembangkan bakat yang kita miliki,” ujar Megan Litani.

Ia menilai, setiap anak muda memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing. Tidak harus menunggu memiliki pencapaian besar untuk mulai menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Tidak harus menunggu menjadi hebat untuk mulai berkarya,” lanjutnya.

Bagi Megan, keberhasilan meraih prestasi akademik sekaligus menjalankan aktivitas di dunia musik menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengembangkan lebih dari satu potensi selama mampu mengelola waktu, menjaga konsistensi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

Baca Juga :  Klenang Menemukan Struktur: Tim Eksperimentasi Musik 2026 Mematangkan Bahasa Bunyi
Merayakan Kemerdekaan dengan Prestasi

Semangat kemerdekaan, menurut Megan, juga dapat menjadi momentum untuk mengajak anak muda meninggalkan berbagai aktivitas yang tidak produktif. Energi dan waktu yang dimiliki generasi muda sebaiknya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita, serta menciptakan karya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang berani mengenali potensi dirinya dan tidak ragu memulai langkah untuk mewujudkan mimpi. Dunia pendidikan, seni, musik, olahraga, maupun bidang lainnya, menurutnya, sama-sama memiliki ruang untuk melahirkan prestasi.

“Mari rayakan kemerdekaan bukan hanya dengan mengingat perjuangan para pahlawan, tetapi juga dengan menciptakan prestasi dan karya yang membanggakan Indonesia,” tutup Megan.(*/aks)

Editor : ceraken editor

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB
Ketika Begawe Beleq Berakhir, Rindu pada Panggung yang Menjadi Milik ‘Kami’
Ketika Klenang Bertemu Keyboard: Menyusun Masa Depan Bunyi dari Ruang Musik NTB
Rock ’n’ Roll Night di Begawe Beleq: Ketika Musik, Rakyat, dan Ekonomi Kreatif Bertemu
MERANGKAI KISAH, MENYAPA GENERASI Z LEWAT LIMA SINGLE MEGAN LITANI
Merekam Jiwa Alam, Menemukan Irama: Hari Ketujuh Eksperimentasi Musik NTB
Menjelang Evaluasi Pertama, Eksperimentasi Musik NTB Mulai Menemukan Bentuk
Klenang Mencari Bentuk: Dari Pukulan Tradisi Menuju Eksperimentasi Bunyi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:01 WITA

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Ketika Begawe Beleq Berakhir, Rindu pada Panggung yang Menjadi Milik ‘Kami’

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:15 WITA

Ketika Klenang Bertemu Keyboard: Menyusun Masa Depan Bunyi dari Ruang Musik NTB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Rock ’n’ Roll Night di Begawe Beleq: Ketika Musik, Rakyat, dan Ekonomi Kreatif Bertemu

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:12 WITA

MERANGKAI KISAH, MENYAPA GENERASI Z LEWAT LIMA SINGLE MEGAN LITANI

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA