CERAKEN.ID — David Asher Brown berhasil merekam audio sebuah nyanyian ritual Suku Mbuti di kawasan hutan hujan tropis Ituri di Afrika Tengah. Tepat nya di Republic Demokratik Congo pada tahun 1992.
Nyanyian ritual tersebut dalam rangka memulai sebuah kegiatan perburuan gajah. Tradisi miris yang meng-asosiasikan saya terhadap terancamnya kepunahan satwa. Khususnya gajah.
Bunyi lelaguan atau kompisisi musik nya berbentuk Acapella yaitu paduan suara vokal manusia yang ber improvisasi berlapis- lapis atau polyphonic.
Bentuk suguhan musik Acapella ini memiliki kemiripan juga dengan tradisi ” Cepung ” khas Lombok. Yaitu musik yang mencoba meniru bunyi alat musik yang ada dari masa lalu. Sebuah ensembel yang terdiri dari 4 atu ,5 orang penyaji.
Pada sekitar 5 tahun yang lalu pernah dibuat sebuah sajian rekaman lagu karya Ary Juliyant yang memiliki bentuk sajian Acapella atau paduan suara milik Ary Juliyant sendiri.
Lagu ini berjudul “KEPUNAHAN” yang ditulis pada sekitar tahun 1996.
Sebuah sajian rekam ulang karya ini dibuat pada sekitar tahun 2020-an.
Tampilan video performance art nya digarap oleh Kang Osenk Rahadyan Shalat dengan pemeran olah gerak oleh IQBAL SUKABUMI seorang mahasiswa Antropologi Budaya ISBI Bandung yang tengah berkunjung singgah di ErKaEm Lombok saat itu.
Sebuah rangkaian pengantar singkat yang ingin coba memetakan kehadiran Musik Tradisi Acapella Poliphonic Suku Mbuti Afrika yang mengantar prosesi perburuan gajah yang mengancam terjadinya kepunahan satwa.
Sementara Cepung tradisi Acapella Lombok yang sedang terancam kepunahan dikarenakan tidak terjadinya prosesi pelestarian ataupun regenerasi pertunjukan ini.
Kemudian hadirlah lagu” KEPUNAHAN ” Ary Juliyant berkisah tentang rasa prihatin menghadapi persoalan kepunahan satwa di Indonesia yang disajikan dalam.bentuk Acapella vokal Ary Juliyant berkolaborasi dengan aransemen biola Arif Prasojo serta video performance art karya kang Osenk dan Iqbal Sukabumi.
Semoga dokumentasi karya ini ada manfaat nya sebagai perenungan bagi kita semua lewat apresiasi Anda. Terimakasih. (AJ)