Menakar Kualitas Karya, Porwada PWI NTB 2026 Melahirkan Juara Menuju Porwanas

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Diharapkan menjadi bekal berharga bagi para wartawan NTB untuk meningkatkan kualitas karya mereka sebelum tampil di Porwanas Lampung 2027(foto: ist /ceraken.id)

Diharapkan menjadi bekal berharga bagi para wartawan NTB untuk meningkatkan kualitas karya mereka sebelum tampil di Porwanas Lampung 2027(foto: ist /ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram — Ada satu pengumuman yang membuat para peserta Porwada PWI NTB 2026 harus menunggu dengan lebih banyak debar dibanding cabang olahraga lainnya. Jika pertandingan olahraga dapat segera menentukan pemenang melalui hitungan skor atau catatan waktu, lomba karya jurnalistik dan fotografi justru menyimpan kejutan hingga akhir proses penilaian.

Di arena ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar kecepatan atau ketepatan, melainkan gagasan, kedalaman liputan, ketajaman sudut pandang, serta kemampuan mengabadikan momen menjadi karya yang berbicara kepada publik.

Karena itulah, pengumuman hasil lomba karya jurnalistik dan fotografi yang digelar Kamis (2/7/2026) di Mataram menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026.

Lebih dari sekadar penentuan juara, hasil tersebut menjadi pijakan awal bagi para wartawan NTB untuk mempersiapkan diri menuju ajang yang lebih bergengsi, yakni Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.

Kompetisi yang Menguji Ide dan Integritas

Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada PWI NTB 2026, H. Rudi Hidayat, mengatakan proses penilaian dilakukan secara serius dengan melibatkan dewan juri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang jurnalistik, komunikasi, dan fotografi.

“Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” ujar H. Rudi.

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 17 wartawan mengikuti kompetisi karya jurnalistik, sedangkan lima wartawan ambil bagian pada cabang fotografi.

Baca Juga :  Senandung "Jiwa Alam": Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Untuk kategori jurnalistik, dewan juri terdiri atas Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar, Akdiansyah, S.H.I., anggota DPRD NTB, serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16.

Adapun kategori fotografi dinilai oleh fotografer profesional Ferry Gunawan, wartawan senior sekaligus Ketua JMSI NTB H. Boy Mashudi, serta Ustaz Suaeb Qury yang juga Komisioner KIP NTB, penulis, dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Bambang Mei Finarwanto menilai kompetisi semacam ini menjadi ruang penting untuk mengasah profesionalisme wartawan.

“Jurnalisme yang baik tidak berhenti pada peristiwa. Ia harus mampu menghadirkan konteks, kedalaman, dan memberi pengalaman kepada pembaca untuk memahami sesuatu secara utuh. Kompetisi seperti ini menjadi ruang latihan yang penting bagi wartawan,” katanya.

Dalam Porwada tahun ini, karya jurnalistik diperlombakan pada lima kategori, yakni TV Porwada, Feature Porwada, Feature Wisata Loang Balok, Feature Olahraga, dan Medsos Porwada. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas gagasan, kedalaman liputan, penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah, gaya penulisan, struktur penyajian, hingga kualitas keseluruhan karya.

Dari Karya Terbaik Lahir Para Juara

Sementara itu, cabang fotografi mempertandingkan tema Pembukaan Porwada, Wisata Loang Balok, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB. Dewan juri menilai setiap karya berdasarkan relevansi tema, kekuatan visual, pemilihan sudut pengambilan gambar (angle), komposisi, serta kemampuan foto menyampaikan cerita.

Bagi Ferry Gunawan, kekuatan sebuah foto jurnalistik terletak pada kemampuannya berbicara kepada publik tanpa perlu banyak penjelasan.

“Foto yang baik adalah foto yang berbicara. Sekali dilihat, publik bisa menangkap emosi, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, pada kategori TV Porwada, Aris Munandar berhasil meraih Juara I, disusul Yoni Ariadi sebagai Juara II. Di kategori Feature Porwada, Lalu Habib keluar sebagai Juara I dan Fajar sebagai Juara II.

Baca Juga :  Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Kategori Feature Olahraga dimenangkan Saudi sebagai Juara I, sementara Khaeruddin menempati posisi Juara II. Pada kategori Feature Wisata Loang Balok, M. Nasrullah menjadi peraih Juara I. Adapun kategori Medsos Porwada menobatkan Ratna Dewi sebagai Juara I.

Pada cabang fotografi, M. Awal berhasil meraih Juara I kategori Pembukaan Porwada, Wira Surya sebagai Juara II, dan Saptono Yudi sebagai Juara III. Kategori Grand Final Porwada dimenangkan Randy sebagai Juara I dan Khaeruddin sebagai Juara II. Sementara itu, kategori Wisata Loang Balok yang dipertandingkan sebagai kelas eksibisi dimenangkan oleh KHM Nasuhi.

Keberhasilan para pemenang tersebut tidak hanya menjadi catatan prestasi dalam Porwada PWI NTB 2026, tetapi juga menunjukkan semakin berkembangnya kualitas karya jurnalistik dan fotografi wartawan di Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan kreativitas, etika profesi, dan kemampuan teknis dalam menghasilkan karya yang informatif sekaligus berdampak bagi masyarakat.

Lebih jauh, hasil Porwada tahun ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para wartawan NTB untuk meningkatkan kualitas karya mereka sebelum tampil di Porwanas Lampung 2027.

Sebab pada akhirnya, kemenangan sesungguhnya bukan hanya ketika nama diumumkan sebagai juara, melainkan ketika setiap karya mampu merekam realitas dengan jujur, menghadirkan perspektif yang mencerahkan, dan memberi makna bagi publik yang membacanya maupun yang menyaksikannya.(*/aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: porwada ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh
Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”
Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang
Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta
Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan
Milu: Ketika Suara Adat Menjadi Tokoh Utama di Atas Panggung
Tanah Tumpah: Ketika Tubuh Menjadi Penjaga Ingatan Bumi
Memuliakan Sketsa, Merawat Ingatan: Proses Kuratorial di Balik Pameran Tunggal S. La Radek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA