Mengukuhkan Mandalika di Panggung Dunia, Penghargaan IMI Menjadi Penanda Kepercayaan

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penghargaan yang diterima MGPA dan PRIDE Motorsport bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan (foto: injourney / ceraken.id)

Penghargaan yang diterima MGPA dan PRIDE Motorsport bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan (foto: injourney / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Jakarta — Sebuah penghargaan sering kali bukan sekadar trofi yang dipajang di ruang kerja. Ia menjadi penanda bahwa sebuah proses panjang berjalan di jalur yang benar.

Bagi PT MGPA Nusantara Jaya (Mandalika Grand Prix Association/MGPA), penghargaan sebagai Penyelenggara FIM Grand Prix World Championship dalam IMI Award 2026 menjadi pengakuan atas kemampuan Indonesia menggelar ajang balap motor paling bergengsi di dunia dengan standar internasional.

Pada malam penghargaan yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam rangka hari jadinya yang ke-120, Selasa (1/7), PRIDE Motorsport juga menerima apresiasi sebagai penyelenggara Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) atas konsistensinya membangun kejuaraan nasional yang profesional sekaligus menjadi ruang pembinaan pembalap Indonesia menuju level dunia.

Penghargaan untuk Kerja Kolektif

Bagi MGPA, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap sebuah institusi, melainkan penghormatan bagi ribuan tangan yang bekerja di balik layar setiap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Mulai dari marshal, race official, relawan, tenaga medis, aparat keamanan, pemerintah, hingga berbagai mitra kerja, semuanya menjadi bagian dari mesin besar yang memastikan MotoGP berlangsung sesuai standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan MotoGP Sports Entertainment Group.

Direktur Operasional MGPA, Donny Mahardjono, menegaskan bahwa capaian tersebut sekaligus menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

“Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi MGPA untuk terus menjaga dan meningkatkan standar penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Motor Indonesia atas apresiasi yang diberikan, serta kepada FIM, MotoGP Sports Entertainment Group, seluruh stakeholder, pemerintah pusat dan daerah, serta semua pihak yang selama ini bekerja bersama kami menghadirkan MotoGP di Indonesia,” ujarnya.

Penghargaan dari IMI menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan balapan, tetapi telah mampu menunjukkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola sebuah event motorsport bertaraf dunia.

Baca Juga :  Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Evaluasi demi evaluasi yang dilakukan setiap musim menjadi fondasi bagi MGPA untuk terus menyempurnakan aspek keselamatan lintasan, race control, marshal, layanan medis, operasional sirkuit, manajemen paddock, hingga pelayanan kepada tim, pembalap, media, dan penonton.

Momentum ini sekaligus menjadi pemacu semangat menyongsong Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang dengan target penyelenggaraan yang semakin profesional dan berkelas internasional.

Mandalika, Rumah Motorsport Masa Depan

Penghargaan tersebut juga merefleksikan perjalanan Pertamina Mandalika International Circuit yang terus berkembang sebagai salah satu pusat sport tourism unggulan Indonesia. Sirkuit sepanjang 4,31 kilometer yang berada di kawasan The Mandalika itu kini tidak hanya identik dengan MotoGP, tetapi telah menjadi rumah bagi berbagai kejuaraan internasional dan nasional.

Sepanjang 2025, lintasan Mandalika menjadi tuan rumah MotoGP, GT World Challenge Asia, Porsche Carrera Cup Asia, Asia Road Racing Championship, Mandalika Festival of Speed, Passione Ferrari Club Challenge, Pertamina Mandalika Racing Series, Yamaha Sunday Race, Pertamina Enduro VR46 Riders Academy, BRZ Super Series, Ducati We Ride as One, hingga beragam kegiatan komunitas, korporasi, dan track day.

Baca Juga :  Senandung "Jiwa Alam": Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Memasuki 2026, kalender kegiatan kembali dipenuhi agenda internasional seperti GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, Pertamina Mandalika Racing Series, Porsche Sprint Challenge Indonesia, BRZ Super Series, hingga puncaknya Pertamina Grand Prix of Indonesia. Rangkaian agenda tersebut memperkuat posisi Mandalika bukan hanya sebagai arena balap, melainkan destinasi sport tourism yang menggerakkan ekonomi dan pariwisata nasional.

Di sisi lain, Pertamina Mandalika Racing Series terus menjelma sebagai laboratorium lahirnya talenta-talenta baru balap motor Indonesia. Dengan kelas National Sport 150, National Sport 250, National Supersport 600, hingga Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15, seluruh kompetisi dijalankan berdasarkan regulasi IMI dan FIM.

Standar tersebut membuat para pembalap muda terbiasa bersaing dengan aturan internasional sebelum melangkah ke Asia Road Racing Championship, World Supersport, Moto4 Asia, hingga jenjang Grand Prix Moto3 dan Moto2.

Pada akhirnya, penghargaan yang diterima MGPA dan PRIDE Motorsport bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. Ia menjadi penanda bahwa Mandalika telah memperoleh kepercayaan dunia.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan itu tetap hidup; dengan penyelenggaraan yang semakin baik, pembinaan pembalap yang semakin kuat, dan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung motorsport internasional.(*/aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: mgpa

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh
Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”
Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang
Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta
Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan
Milu: Ketika Suara Adat Menjadi Tokoh Utama di Atas Panggung
Tanah Tumpah: Ketika Tubuh Menjadi Penjaga Ingatan Bumi
Memuliakan Sketsa, Merawat Ingatan: Proses Kuratorial di Balik Pameran Tunggal S. La Radek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA