MERANGKAI KISAH, MENYAPA GENERASI Z LEWAT LIMA SINGLE MEGAN LITANI

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Musik menjadi ruang untuk tumbuh, bercerita, dan membangun hubungan dengan para pendengar (foto: ist / ceraken.id)

Musik menjadi ruang untuk tumbuh, bercerita, dan membangun hubungan dengan para pendengar (foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Jakarta – Di tengah tumbuhnya musisi muda yang menjadikan ruang digital sebagai panggung utama, Megan Litani hadir dengan cara yang sederhana: bernyanyi, menulis lagu, dan menyampaikan pengalaman hidup melalui musik.

Penyanyi muda yang juga merupakan mahasiswi semester akhir di Universitas Negeri Jakarta ini telah menaruh ketertarikan pada dunia tarik suara sejak usia dini. Baginya, musik bukan sekadar medium hiburan, melainkan ruang untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman, serta cara pandangnya terhadap kehidupan dan hubungan antarmanusia.

Dengan karakter vokal yang lembut dan gaya bermusik yang hangat, Megan berusaha menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan keseharian pendengarnya. Pengalaman personal, kisah pertemanan, cinta, kehilangan, kesetiaan, hingga harapan menjadi bahan yang kemudian dirangkainya dalam lirik-lirik sederhana dan mudah diterima.

Sejauh ini, Megan telah merilis lima single yang tersedia melalui sejumlah platform digital resmi. Kelima lagu tersebut adalah Kisses Hill, Seperti Janjimu, Soneta, Sahabat Dalam Diam, dan The Promise We Keep.

Lima Lagu, Lima Cerita

Setiap lagu membawa ruang cerita yang berbeda. “Kisses Hill”, misalnya, menghadirkan suasana intim, sederhana, namun sarat emosi. Lagu ini dapat menjadi teman perjalanan bagi para pecinta alam, dengan gambaran dua insan yang berjalan bersama melewati perbukitan sambil berbagi cerita, kenangan, dan mimpi tentang perjalanan hidup mereka.

Sementara “Seperti Janjimu” mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak pasangan, yakni hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR). Lagu ini berbicara tentang kesetiaan, kepercayaan, dan keyakinan untuk tetap menunggu hingga dua insan dapat kembali bersama.

Dalam single ini pula Megan mencoba pendekatan berbeda dalam penulisan lirik. Ia mengembangkan sudut pandang atau point of view dari sisi perempuan, sehingga kisah yang dibawakan memiliki warna emosional tersendiri.

Baca Juga :  Ambient dan Soundscape Masuk ke Eksperimen Musik Futuristik, Tim Musik 2026 Perluas Lanskap Bunyi Tradisi

Berbeda lagi dengan “Soneta”. Lagu pop riang ini tidak berkaitan dengan grup dangdut legendaris yang memiliki nama serupa. Soneta berasal dari kata sonetto dalam bahasa Italia yang merujuk pada bentuk puisi. Melalui lagu ini, Megan menghadirkan kisah tentang sebuah persembahan puisi dari seseorang kepada sosok yang dikaguminya.

Kemudian ada “Sahabat Dalam Diam”, sebuah lagu pop balada tentang kesetiaan dalam persahabatan. Lagu ini menggambarkan seseorang yang mungkin tidak selalu mampu mengungkapkan seluruh perasaannya secara langsung, tetapi tetap menyimpan doa dan harapan terbaik bagi sahabatnya.

Sementara single kelima, “The Promise We Keep”, menjadi salah satu ruang eksplorasi Megan dalam menulis lagu berbahasa Inggris. Dengan warna pop dan sentuhan ringan jazz era 1980-an, lagu ini bercerita tentang seseorang yang kembali menemukan cinta, kekuatan, dan harapan setelah sebelumnya mengalami luka serta kehilangan kepercayaan terhadap cinta.

Melalui lima karya tersebut, Megan mencoba merangkul pendengar muda, terutama generasi Z, dengan musik pop yang ringan, mudah dinikmati, dan tetap menyimpan cerita.

“Dengan lagu-lagu ini, Megan mencoba merangkul para Gen Z melalui musik pop yang ringan dan easy listening, sehingga mereka dapat menikmati musik berkualitas tanpa harus merasa rumit untuk memahami ceritanya.”

Musik, Alam, dan Mini Album yang Sedang Disiapkan

Perjalanan musikal Megan tidak berhenti pada lima single tersebut. Cerita tentang karya-karyanya juga bersinggungan dengan kepeduliannya terhadap lingkungan. Di tengah isu kebakaran hutan yang kembali mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra, Megan mengajak generasi muda untuk ikut menjaga alam.

“Alam adalah rumah kita bersama, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya. Mari lebih peduli, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, menjaga lingkungan sekitar, serta ikut menyebarkan semangat cinta alam. Karena masa depan bumi ada di tangan kita,” ujar Megan Litani.

Ajakan tersebut sejalan dengan semangat yang juga dapat dirasakan dalam “Kisses Hill”, lagu yang membawa pendengarnya pada suasana alam dan perjalanan bersama.

Baca Juga :  Merekam Kampung dalam Nada: Jejak Arsipelagol yang Tumbuh dari Dusun Gol

Dalam perbincangan dengan ceraken.id, muncul pula kabar mengenai langkah Megan berikutnya. Ketika ditanya apakah lima lagu tersebut telah disiapkan sebagai sebuah mini album atau Extended Play (EP), sang ayah, A. Eko Cahyanto, memberikan jawaban singkat.

“Betul sekali. Rencananya masih ada satu lagu yang akan tayang,” ujar A. Eko Cahyanto.

Secara umum, mini album atau EP merupakan rilisan yang berada di antara single dan album penuh. Biasanya, sebuah EP berisi sekitar empat hingga enam lagu dengan durasi yang lebih singkat dibandingkan album penuh, meskipun ketentuan jumlah lagu dan durasi dapat berbeda pada setiap platform musik digital.

Jika rencana satu lagu tambahan tersebut terealisasi, perjalanan Megan akan memasuki babak baru. Dari lima single yang telah diperkenalkan kepada publik, ia tengah membuka kemungkinan untuk menghimpun karya-karyanya dalam satu kesatuan rilisan yang lebih utuh.

Bagi Megan Litani, perjalanan ini tampaknya masih panjang. Musik menjadi ruang untuk tumbuh, bercerita, dan membangun hubungan dengan para pendengar.

Dari perbukitan dalam “Kisses Hill”, kesetiaan dalam “Seperti Janjimu”, puisi dalam “Soneta”, persahabatan dalam diam, hingga harapan yang kembali tumbuh dalam “The Promise We Keep”, Megan sedang merangkai jejaknya sendiri; satu lagu, satu cerita, dan satu pendengar pada satu waktu.

Platform Digital Megan Litani

Para pendengar dapat mengikuti dan menikmati karya-karya Megan Litani melalui platform digital berikut:

Editor : ceraken editor

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB
Ketika Begawe Beleq Berakhir, Rindu pada Panggung yang Menjadi Milik ‘Kami’
Ketika Klenang Bertemu Keyboard: Menyusun Masa Depan Bunyi dari Ruang Musik NTB
Rock ’n’ Roll Night di Begawe Beleq: Ketika Musik, Rakyat, dan Ekonomi Kreatif Bertemu
Merekam Jiwa Alam, Menemukan Irama: Hari Ketujuh Eksperimentasi Musik NTB
Menjelang Evaluasi Pertama, Eksperimentasi Musik NTB Mulai Menemukan Bentuk
Megan Litani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Prestasi
Klenang Mencari Bentuk: Dari Pukulan Tradisi Menuju Eksperimentasi Bunyi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:01 WITA

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Ketika Begawe Beleq Berakhir, Rindu pada Panggung yang Menjadi Milik ‘Kami’

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:15 WITA

Ketika Klenang Bertemu Keyboard: Menyusun Masa Depan Bunyi dari Ruang Musik NTB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Rock ’n’ Roll Night di Begawe Beleq: Ketika Musik, Rakyat, dan Ekonomi Kreatif Bertemu

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:12 WITA

MERANGKAI KISAH, MENYAPA GENERASI Z LEWAT LIMA SINGLE MEGAN LITANI

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA