Dari Timur Menyalakan Integritas: Mataram Awali Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi 2026

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kota Mataram sebagai Kota Percontohan Anti Korupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 (Foto:diskominfo mataram/ceraken.id)

Kota Mataram sebagai Kota Percontohan Anti Korupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 (Foto:diskominfo mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram—Upaya menanamkan nilai integritas terus diperkuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi melalui program edukatif dan partisipatif di berbagai daerah.

Setelah menetapkan Kota Mataram sebagai Kota Percontohan Anti Korupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, KPK kini memulai langkah lanjutan dengan menggelar koordinasi awal Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi (JNBA) Tahun 2026.

Rapat koordinasi yang berlangsung secara daring tersebut diikuti oleh sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK RI, sebagai langkah awal mempersiapkan rangkaian program JNBA yang akan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Penunjukan wilayah sasaran program ini bukan tanpa alasan. Kota Mataram yang sebelumnya ditetapkan sebagai kota percontohan antikorupsi dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2025 menjadi titik awal perjalanan program tersebut.

Harapan besar pun disematkan pada daerah di timur Indonesia ini.

Dari Timur (Mataram) kita berantas korupsi,” menjadi semangat yang diusung KPK dalam program edukasi nasional tersebut.

Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi dirancang sebagai kegiatan yang menggabungkan pendidikan publik dengan pendekatan kreatif dan hiburan.

KPK ingin memperluas pemahaman tentang nilai antikorupsi tidak hanya kepada penyelenggara negara, tetapi juga kepada masyarakat luas; mulai dari anak-anak, pelaku usaha, hingga berbagai komunitas.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Dalam pelaksanaannya, program ini akan diisi dengan beragam kegiatan interaktif. Mulai dari edukasi pendidikan antikorupsi, pameran layanan publik dan produk UMKM, hingga kegiatan budaya yang dikemas dalam pagelaran seni.

Selain itu, masyarakat juga akan diajak mengikuti nonton bareng film bertema antikorupsi, diskusi publik, serta berbagai aktivitas yang menggabungkan unsur edukasi dengan entertainment agar lebih menarik dan mudah diterima berbagai kalangan.

Kota Mataram, sebagai kota percontohan antikorupsi dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2025 menjadi titik awal perjalanan program JNBA 2026 (Foto: diskominfo mataram/ceraken.id)

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menyambut baik kepercayaan yang diberikan KPK kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, penunjukan Kota Mataram sebagai lokasi awal kegiatan JNBA merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk apresiasi terhadap komitmen daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Sebuah kehormatan dan apresiasi dari KPK, karena Kota Mataram yang ditunjuk untuk mengawali program ini,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal road show yang disusun KPK, kegiatan JNBA di Kota Mataram direncanakan berlangsung pada 29 April hingga 5 Mei 2026.

Setelah itu, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Kabupaten Lombok Timur sebelum menyeberang ke Pulau Sumbawa dengan menyasar sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Perjalanan program ini kemudian akan diteruskan ke wilayah Nusa Tenggara Timur dengan menjangkau sembilan kabupaten dan kota sebagai bagian dari kampanye nasional pendidikan antikorupsi.

Menariknya, seluruh biaya utama kegiatan ini akan ditanggung oleh KPK. Pemerintah daerah hanya diminta memfasilitasi tempat kegiatan serta membantu memobilisasi peserta agar program tersebut mampu menarik perhatian publik secara luas.

“KPK tidak ingin memberatkan APBD. Yang penting tuan rumah bisa memfasilitasi tempat dan memobilisasi peserta agar program ini menarik perhatian masyarakat,” jelas Alwan.

Sebagai langkah awal persiapan, Pemerintah Kota Mataram segera menjadwalkan rapat koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk menyusun pembagian tugas dan memastikan kesiapan daerah dalam menyukseskan pelaksanaan program tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan rapat koordinasi awal dengan OPD terkait. Setelah Lebaran, insyaallah akan dilanjutkan dengan rapat teknis bersama tim dari KPK,” pungkasnya.

Dengan dimulainya program ini dari Mataram, diharapkan gerakan membangun budaya antikorupsi dapat menyebar lebih luas dari kawasan timur Indonesia, menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dihidupkan bersama oleh negara dan masyarakat. (diskominfo mataram)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: diskominfo mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA