Di Balik Sirine: Pengabdian Sunyi Para Penjaga Kota

- Penulis

Senin, 13 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bagi mereka, waktu tidak pernah benar-benar bisa ditebak (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

Bagi mereka, waktu tidak pernah benar-benar bisa ditebak (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Senin pagi itu (13/04), suasana di markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terasa sedikit berbeda. Bukan karena tak ada panggilan darurat, melainkan karena hadirnya sosok yang membawa sesuatu yang jarang mereka minta: perhatian. Mohan Roliskana melangkah masuk, menyapa satu per satu personel tanpa jarak, tanpa sekat formalitas.

Di ruang yang biasanya dipenuhi kesiapsiagaan itu, percakapan mengalir hangat. Seolah ada pengakuan diam-diam bahwa di balik seragam dan helm pelindung, para personel Damkarmat adalah manusia biasa, yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi orang lain.

Bagi mereka, waktu tidak pernah benar-benar bisa ditebak. Pagi bisa terasa lengang, namun dalam hitungan detik berubah menjadi kepanikan saat sirine meraung.

Mereka bergegas, meninggalkan makan yang belum habis, bahkan keluarga yang belum sempat disapa sepenuhnya. Di titik itulah, keberanian diuji, dan pengabdian menemukan maknanya.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas, H. Rudi Suryawan, beserta seluruh jajaran. Namun lebih dari sekadar ucapan formal, yang terasa adalah pengakuan bahwa kerja-kerja sunyi mereka benar-benar dilihat.

“Terima kasih sudah selalu hadir, bahkan di saat-saat paling sulit,” ucapnya.

Kalimat sederhana itu menggema lebih jauh dari sekadar kata. Bagi mereka yang terbiasa bekerja tanpa sorotan, pengakuan adalah energi yang menguatkan.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Damkarmat bukan hanya tentang memadamkan api. Mereka adalah garda terdepan saat warga panik; ketika ada yang terjebak, ketika bencana datang tanpa aba-aba. Mereka bekerja dalam tekanan, sering kali melawan waktu yang tak berpihak.

Dalam suasana santai, Wali Kota juga mengungkapkan sisi lain tugas Damkarmat yang kerap luput dari perhatian. Dari cincin yang tak bisa dilepas, pintu terkunci, hingga tabung gas yang bermasalah, masyarakat kerap menjadikan Damkar sebagai solusi. Sebuah bukti bahwa kepercayaan publik kepada mereka begitu besar.

Namun di balik itu semua, ada cerita-cerita kecil yang jarang terdengar. Tentang anak yang menunggu ayahnya pulang, tentang keluarga yang harus memahami bahwa panggilan tugas bisa datang kapan saja, bahkan di saat-saat paling pribadi.

Pemerintah Kota Mataram pun menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi tersebut. Bukan sekadar simbolik, tetapi sebagai pengingat bahwa rasa aman yang dirasakan masyarakat setiap hari berdiri di atas keberanian mereka.

Di kota yang terus tumbuh dan bergerak, para personel Damkarmat tetap siaga; dalam diam, dalam kesiapan, dalam komitmen yang tak pernah benar-benar padam. Karena bagi mereka, tugas bukan hanya pekerjaan. Ia adalah panggilan.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Ada pun saran dan masukan agar personel Damkarmat tetap siaga adalah sebagai berikut:

  1. Penguatan kesejahteraan dan dukungan psikologis

Beban kerja yang tinggi dan risiko yang besar perlu diimbangi dengan perhatian pada kesehatan mental dan kesejahteraan personel.

2. Pelatihan berkelanjutan dan simulasi rutin

Latihan berkala dengan berbagai skenario darurat akan menjaga kesiapan dan meningkatkan kepercayaan diri di lapangan.

3. Peningkatan sarana dan prasarana

Peralatan yang modern, kendaraan yang layak, serta perlengkapan keselamatan yang memadai menjadi faktor kunci dalam respons cepat dan aman.

4. Manajemen waktu kerja yang manusiawi

Pengaturan shift yang baik penting agar personel tetap prima dan tidak mengalami kelelahan berlebih.

5. Edukasi masyarakat

Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang penggunaan layanan Damkarmat secara tepat, agar tidak semua persoalan kecil menjadi beban darurat.

6. Penguatan apresiasi publik

Pengakuan dari masyarakat, sekecil apa pun, dapat menjadi energi moral bagi personel untuk terus mengabdi dengan penuh dedikasi.

Dengan langkah-langkah tersebut, kesiapsiagaan Damkarmat tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin kuat sebagai fondasi rasa aman bagi seluruh warga kota. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA