HIMLA Lombok: Merawat Akar, Menyatukan Langkah

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

HIMLA Lombok memberi warna bagi Kota Mataram (foto: ist / ceraken.id)

HIMLA Lombok memberi warna bagi Kota Mataram (foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram – Himpunan Mahasiswa Lamaholot (HIMLA) Lombok menggelar Pesta Rakyat bertajuk “Datang Merayakan, Datang Bersatu” di Teras Udayana, Kota Mataram, Sabtu (27/6/2026), mulai pukul 17.00 WITA.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi mahasiswa asal Lamaholot sekaligus ajang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat Kota Mataram.

Sejak sore hari, kawasan Teras Udayana dipenuhi mahasiswa, keluarga besar masyarakat Lamaholot, dan pengunjung yang antusias mengikuti rangkaian acara. Nuansa kebersamaan begitu terasa ketika peserta saling berbaur dalam suasana hangat yang mengedepankan nilai persaudaraan dan keberagaman budaya.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, S.STP., M.H., yang hadir mewakili Wali Kota Mataram. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi HIMLA Lombok dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial dan budaya di Kota Mataram.

“Kami mengapresiasi HIMLA Lombok yang terus menghadirkan kegiatan positif. Organisasi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur ini selalu memberi warna bagi Kota Mataram melalui berbagai kegiatan yang mengangkat nilai budaya, kebersamaan, dan persaudaraan,” ujar Cahya Samudra.

Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Kehadiran komunitas mahasiswa dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam membangun Kota Mataram sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan menghargai perbedaan.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Budaya sebagai Perekat Kebersamaan

Pesta Rakyat dikemas dalam berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur. Acara diawali dengan penampilan live music yang menghibur pengunjung, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa kekeluargaan.

Suasana semakin semarak ketika para peserta menampilkan beragam tarian tradisional khas Nusa Tenggara Timur, dilanjutkan dengan fashion show yang memperlihatkan keindahan busana adat dari berbagai daerah, serta pertunjukan teater yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat.

Menjaga Identitas, Menguatkan Persaudaraan

Puncak kemeriahan terjadi saat seluruh peserta diajak menari bersama dalam tarian Dolo-Dolo, Gawi, dan Jai. Tanpa memandang latar belakang, seluruh hadirin larut dalam irama tarian yang sarat makna kebersamaan. Gerakan yang dilakukan secara bersama-sama menjadi simbol persatuan, solidaritas, dan persaudaraan, sejalan dengan tema kegiatan “Datang Merayakan, Datang Bersatu.”

Baca Juga :  Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Bagi HIMLA Lombok, Pesta Rakyat bukan sekadar pergelaran seni budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Kota Mataram. Melalui kegiatan ini, organisasi berharap semangat kekeluargaan terus terjaga sekaligus menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lamaholot dan Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan semangat kebersamaan yang tercermin sepanjang acara, Pesta Rakyat menjadi bukti bahwa budaya mampu menjadi perekat persaudaraan.

Di tengah keberagaman yang dimiliki Kota Mataram, kegiatan seperti ini memperkuat nilai toleransi, saling menghargai, serta memperkaya khazanah budaya yang hidup berdampingan di Nusa Tenggara Barat.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: himla

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA