Ketika Mataram Menjadi Ruang Belajar Digital bagi Daerah Lain

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dalam transformasi digital, teknologi hanyalah alat; keberhasilannya ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, dan keberanian melakukan perubahan (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

Dalam transformasi digital, teknologi hanyalah alat; keberhasilannya ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, dan keberanian melakukan perubahan (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Di tengah derasnya arus transformasi digital pemerintahan di Indonesia, Kota Mataram perlahan menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai pelaksana teknologi, melainkan sebagai ruang belajar bersama. Upaya membangun layanan publik berbasis digital yang mudah diakses masyarakat kini mulai menarik perhatian daerah lain yang ingin mempercepat langkah serupa.

Rabu, 20 Mei 2026, suasana di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, Bale Menataram, tampak lebih sibuk dari biasanya. Rombongan DPRD Kota Batu, Malang, datang melakukan studi tiru untuk mempelajari bagaimana Pemerintah Kota Mataram mengelola layanan digital pemerintahan yang dinilai efektif, efisien, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Rombongan dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, H. Punjul Santoso, bersama Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, serta sejumlah anggota dewan lainnya. Mereka diterima Kepala Diskominfo Kota Mataram, H. M. Ramadhani, didampingi Sekretaris Diskominfo Hj. Mamluatul Chair beserta jajaran.

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda kunjungan formal antarlembaga. Di dalamnya berlangsung pertukaran gagasan tentang bagaimana teknologi dapat dihadirkan bukan sebagai simbol kemajuan semata, melainkan sebagai alat untuk mempermudah kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pelayanan Publik yang Bergerak ke Arah Digital

Transformasi digital pemerintahan pada akhirnya bukan hanya soal aplikasi, server, atau jaringan internet. Yang paling penting ialah bagaimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan lebih cepat, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Dalam forum diskusi tersebut, Diskominfo Kota Mataram memaparkan berbagai strategi pengembangan layanan digital yang telah diterapkan. Mulai dari penguatan sistem layanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur teknologi informasi, hingga optimalisasi platform digital untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Berbagai inovasi berbasis digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Mataram dinilai berhasil menciptakan pola pelayanan yang lebih responsif. Informasi publik menjadi lebih mudah diakses, proses pelayanan lebih efisien, dan koordinasi antarlembaga pemerintahan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Di era ketika masyarakat menuntut kecepatan dan keterbukaan, pelayanan publik memang tidak lagi cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin terkoneksi dengan teknologi digital.

Kunjungan DPRD Kota Batu menjadi penanda bahwa pengalaman Kota Mataram dipandang relevan sebagai contoh praktik baik transformasi digital di tingkat daerah. Apa yang dibangun di Mataram menunjukkan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang memudahkan warga.

Kolaborasi Antar Daerah dan Masa Depan Tata Kelola Pemerintahan

Studi tiru semacam ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah pada masa kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Setiap daerah dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan mengadaptasi inovasi yang dianggap berhasil diterapkan di tempat lain.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Kota Batu datang ke Mataram bukan hanya untuk melihat perangkat teknologi yang digunakan, melainkan juga memahami pendekatan dan strategi pengelolaannya. Sebab dalam transformasi digital, teknologi hanyalah alat; keberhasilannya ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, dan keberanian melakukan perubahan.

Bagi Pemerintah Kota Batu, pengalaman Kota Mataram diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan layanan digital serupa di daerahnya. Sementara bagi Kota Mataram sendiri, kunjungan ini menjadi pengakuan bahwa langkah-langkah yang selama ini dibangun mulai memberi dampak dan inspirasi bagi daerah lain.

Di balik agenda kunjungan yang berlangsung beberapa jam itu, sesungguhnya tersimpan gambaran lebih besar tentang arah masa depan pemerintahan Indonesia: birokrasi yang semakin terbuka, pelayanan yang semakin mudah dijangkau, dan kolaborasi antardaerah yang semakin kuat.

Melalui pengembangan layanan digital yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Mataram memperlihatkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Sebuah langkah yang tidak hanya penting bagi kemajuan kota, tetapi juga bagi lahirnya budaya pemerintahan yang lebih adaptif di era modern. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid kota mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA