Mataram Menata Masa Depan Pemerintahan Digital

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mataram berupaya memastikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat administrasi (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

Mataram berupaya memastikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat administrasi (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi melalui penyusunan Draft Arsitektur Pemerintah Digital Kota Mataram Tahun 2026.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Penyusunan Draft Arsitektur Pemerintah Digital yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, secara daring dari Ruang Command Center Kota Mataram, Senin (15/6/2026).

Rapat koordinasi yang melibatkan seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, serta bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Mataram itu merupakan tindak lanjut dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional serta Evaluasi Pemerintah Digital berdasarkan Permenpan RB Nomor 8 Tahun 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram telah melakukan pengumpulan data dan informasi dari seluruh perangkat daerah melalui instrumen yang telah disiapkan. Data tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan dokumen arsitektur yang nantinya akan menjadi pedoman pengembangan sistem pemerintahan digital yang terintegrasi di Kota Mataram.

Fondasi Transformasi Pelayanan Publik

Kegiatan yang berlangsung secara bertahap pada 15–19 Juni 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyusunan Arsitektur Pemerintah Digital Kota Mataram sekaligus melakukan evaluasi, klarifikasi, dan pembahasan terhadap hasil pengumpulan data dari masing-masing perangkat daerah. Melalui proses tersebut diharapkan diperoleh data yang valid, selaras, dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan dokumen yang komprehensif.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Mataram yang akrab disapa Miq Alwan menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijawab pemerintah daerah untuk memenuhi tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

“Transformasi digital harus mampu menghadirkan pemerintahan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Karena itu, Arsitektur Pemerintah Digital bukan sekadar dokumen, melainkan fondasi penting dalam mewujudkan transformasi Kota Mataram menuju pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, penyusunan Arsitektur Pemerintah Digital menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Mataram untuk memastikan seluruh sistem, layanan, dan data pemerintah dapat terintegrasi dalam satu kerangka kerja yang jelas dan terarah.

Ia menambahkan bahwa integrasi sistem dan satu data, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan keamanan informasi merupakan aspek penting yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah.

Pemerintah Kota Mataram menetapkan target nilai Indeks Pemerintah Digital sebesar 2,00 sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem pemerintahan digital (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

“Melalui arsitektur yang terencana dengan baik, seluruh perangkat daerah dapat bergerak dalam satu arah yang sama sehingga pembangunan pemerintah digital dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Pemerintahan yang Terintegrasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. M. Ramadhani, menjelaskan bahwa arah kebijakan pemerintah digital saat ini tidak lagi sekadar berfokus pada efisiensi administrasi pemerintahan, tetapi juga pada transformasi menyeluruh dalam penyelenggaraan layanan publik.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan mengacu pada konsep Whole of Government dan Digital Public Infrastructure (DPI), yang menekankan keterpaduan layanan lintas sektor serta kolaborasi antarperangkat daerah.

“Pemerintah digital bukan tentang menghadirkan lebih banyak aplikasi, tetapi bagaimana menciptakan layanan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Fokusnya adalah membangun tata kelola yang lebih responsif, mempercepat implementasi kebijakan, memperkuat koordinasi antar lembaga, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengelolaan ASN, serta mendukung upaya pencegahan korupsi dan kebocoran anggaran,” jelasnya.

Ramadhani juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam mendukung transformasi digital melalui penyusunan kebijakan internal yang operasional, perencanaan dan penganggaran yang terpadu, serta penguatan kolaborasi lintas OPD.

Baca Juga :  Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menyongsong Target Pemerintah Digital Nasional

Penyusunan Arsitektur Pemerintah Digital Kota Mataram merupakan bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung target pembangunan pemerintah digital nasional. Berdasarkan data E-Government Development Index (EGDI), Indonesia berhasil meningkatkan peringkat dari posisi 107 dunia pada 2018 menjadi peringkat 64 dunia pada 2024.

Pemerintah pusat menargetkan Indonesia masuk dalam 50 besar dunia pada 2029 dan menembus 20 besar dunia pada 2045. Sejalan dengan target tersebut, Pemerintah Kota Mataram menetapkan target nilai Indeks Pemerintah Digital sebesar 2,00 sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang semakin matang, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui semangat kolaborasi seluruh perangkat daerah, penyusunan Draft Arsitektur Pemerintah Digital Kota Mataram Tahun 2026 diharapkan menjadi landasan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Di tengah percepatan transformasi digital yang berlangsung secara nasional, Mataram berupaya memastikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat administrasi, tetapi juga instrumen untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid.mataramkota.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA