Mengolah Sampah dari Sumbernya, Mataram Menjajaki Teknologi Pengelolaan Modern

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Di tengah laju pertumbuhan kota yang terus bergerak maju, pemanfaatan teknologi menghadirkan harapan baru (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

Di tengah laju pertumbuhan kota yang terus bergerak maju, pemanfaatan teknologi menghadirkan harapan baru (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Pertumbuhan Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan jasa membawa konsekuensi yang tidak bisa dihindari: meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Di tengah keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan kompleksitas pengelolaan sampah perkotaan, Pemerintah Kota Mataram mulai melirik pemanfaatan teknologi sebagai solusi untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Gagasan tersebut mengemuka saat Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menerima audiensi General Manager PT Kobexindo Equipment, Yoga Pratomo, beserta jajaran di Ruang Tamu Wali Kota Mataram, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan itu menjadi forum pertukaran gagasan sekaligus penjajakan kerja sama dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah yang sesuai dengan kebutuhan Kota Mataram.

Tantangan Kota yang Terus Bertumbuh

Bagi Pemerintah Kota Mataram, persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan isu lingkungan yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Tantangan tersebut semakin kompleks karena lokasi TPA yang digunakan berada di luar wilayah Kota Mataram, sehingga proses pengangkutan sangat bergantung pada kondisi dan akses daerah lain.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu yang sangat sensitif dan membutuhkan penanganan yang terintegrasi.

“Permasalahan sampah menjadi isu yang sangat sensitif bagi masyarakat. Kota Mataram juga menghadapi tantangan karena lokasi TPA berada di luar wilayah kota, sehingga proses pengangkutan sampah sangat bergantung pada akses dan kondisi di daerah lain. Karena itu, berbagai upaya terus kami lakukan agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus berkurang,” ujarnya.

Menurut Mohan, paradigma pengelolaan sampah harus mulai bergeser. Sistem konvensional yang hanya berfokus pada kegiatan mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan perkotaan yang terus berkembang.

Baca Juga :  Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Pemerintah Kota Mataram kini mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui penguatan pengelolaan berbasis masyarakat serta pemanfaatan teknologi yang mampu menekan jumlah residu yang berakhir di TPA.

“Yang kita harapkan bukan hanya bagaimana membuang sampah, tetapi bagaimana mengurangi sampah yang harus dibuang. Jika volume yang masuk ke TPA semakin kecil, maka beban lingkungan dan berbagai persoalan yang menyertainya juga akan berkurang,” ungkapnya.

Teknologi Dekat dengan Sumber Sampah

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PT Kobexindo Equipment, Yoga Pratomo, memaparkan sejumlah teknologi yang telah diterapkan di berbagai daerah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern dan efektif. Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah pengolahan sampah skala komunal yang dilakukan di tingkat lingkungan hingga kecamatan.

Konsep ini menitikberatkan pada penyelesaian sampah sedekat mungkin dengan sumber penghasilnya. Dengan demikian, proses pemilahan dan pengolahan dapat dilakukan lebih awal sebelum sampah dikirim ke TPA.

“Prinsip yang kami dorong adalah bagaimana sampah dapat diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya. Ketika proses pemilahan dan pengolahan dilakukan di tingkat lingkungan, maka volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” jelas Yoga.

Selain itu, PT Kobexindo Equipment juga memperkenalkan teknologi truk insinerator atau fasilitas pengolahan sampah bergerak. Teknologi ini memungkinkan sampah ditangani langsung di lokasi kegiatan, sehingga sangat relevan untuk mendukung penyelenggaraan acara berskala besar seperti festival, pameran, kegiatan olahraga, hingga event internasional.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Menurut Yoga, sistem tersebut mampu mengurangi secara drastis jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA.

“Konsep ini memungkinkan sampah ditangani di lokasi kegiatan sehingga yang dibawa ke TPA hanya residunya saja, sekitar 10 hingga 15 persen,” katanya.

Pendekatan tersebut menawarkan perspektif baru bagi Kota Mataram dalam memandang pengelolaan sampah. TPA tidak lagi menjadi tujuan akhir seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat, melainkan hanya menerima residu yang tersisa setelah proses pengolahan dilakukan di tingkat sumber.

Audiensi antara Pemerintah Kota Mataram dan PT Kobexindo Equipment menjadi langkah awal dalam menjajaki kolaborasi untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pengurangan sampah sejak awal.

Di tengah laju pertumbuhan kota yang terus bergerak maju, pemanfaatan teknologi menghadirkan harapan baru. Sebab, kota yang berkelanjutan bukan hanya kota yang mampu membuang sampahnya dengan baik, melainkan kota yang mampu mengelola dan menguranginya secara cerdas sejak dari sumbernya. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid.mataramkota.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA