Menjaga Keseimbangan di Tengah Badai: Capaian Mataram di Tahun Penuh Ujian

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mataram memiliki modal kuat untuk terus melangkah maju (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

Mataram memiliki modal kuat untuk terus melangkah maju (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram — Tahun Anggaran 2025 menjadi cermin ketangguhan bagi Pemerintah Kota Mataram. Di tengah tekanan ekonomi global, dinamika kebijakan nasional, serta ujian nyata berupa bencana banjir, kota ini justru mampu  mencatatkan capaian yang tidak hanya stabil, tetapi juga progresif.

Data kinerja yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) menunjukkan hasil yang mengesankan.

Inflasi berhasil dikendalikan di angka 3,21 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,43 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menembus angka 82,37—mengukuhkan Mataram dalam kategori sangat tinggi. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebijakan yang terukur dan responsif terhadap situasi.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Mataram, Senin (30/3), menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lahir dari pendekatan tunggal. Pemerintah kota, menurutnya, mengelola tahun anggaran dengan prinsip keseimbangan, antara stabilitas dan perubahan, antara respons cepat dan perhitungan matang.

“Tidak semua persoalan dapat dihadapi dengan pendekatan yang sama,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta para pemangku kepentingan.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan di masa krisis menuntut fleksibilitas sekaligus ketegasan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Ujian terbesar datang ketika banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram. Namun, respons cepat yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat berhasil mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa ketangguhan kota tidak semata bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kohesi sosial dan kemampuan kolektif dalam menghadapi krisis.

Di sektor ekonomi, ketidakpastian global justru tidak menggerus performa daerah. Kebijakan yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha terbukti efektif menopang aktivitas ekonomi.

Pertumbuhan sebesar 5,43 persen menjadi indikator bahwa roda ekonomi tetap bergerak di jalur positif, bahkan dalam tekanan.

Sementara itu, pembangunan manusia menunjukkan progres signifikan. Prevalensi stunting turun dari 7,78 persen menjadi 5,53 persen, angka kemiskinan menurun menjadi 7,15 persen, dan IPM yang mencapai 82,37 mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Capaian ini turut diperkuat oleh berbagai pengakuan eksternal. Pemerintah Kota Mataram berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-11 berturut-turut, predikat Percontohan Kota Anti Korupsi dari KPK dengan skor 91,85, Indeks Pelayanan Publik kategori sangat baik (4,42), serta predikat Kota Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award 2025.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Deretan penghargaan tersebut menjadi validasi atas tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel dan inovatif.

Namun demikian, Wali Kota menegaskan bahwa LKPJ bukanlah narasi tentang kesempurnaan. Ia adalah potret proses tentang bagaimana pemerintah mengambil pilihan, mengelola keterbatasan, dan merespons dinamika yang terus berubah.

Perspektif ini penting untuk menjaga arah pembangunan tetap realistis sekaligus adaptif.

Di akhir pidatonya, Mohan Roliskana menekankan bahwa pembangunan daerah adalah kerja berkelanjutan yang memerlukan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Kolaborasi dengan DPRD menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan.

Tahun 2025 mungkin menjadi tahun penuh ujian bagi Kota Mataram. Namun dari ujian itulah lahir pelajaran penting: bahwa keseimbangan dalam kepemimpinan, ketangguhan sosial, dan kebijakan yang adaptif adalah fondasi utama dalam menjaga arah pembangunan.

Ke depan, tantangan tentu tidak akan berkurang, tetapi dengan fondasi yang telah dibangun, Mataram memiliki modal kuat untuk terus melangkah maju, menghadirkan harapan, keadilan, dan martabat bagi warganya.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA