Menjaga Wajah Mataram Jelang Idulfitri: Antara Penataan Kawasan dan Percepatan Pengelolaan Sampah

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID —  Mataram – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk menata kawasan strategis sekaligus mempercepat penanganan persoalan sampah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (3/3/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota secara khusus menyoroti kondisi kawasan depan Bandara Selaparang yang dinilai membutuhkan penataan segera. Aktivitas perdagangan, parkir kendaraan, serta penempatan barang dagangan yang tidak tertib di sepanjang badan jalan menyebabkan penyempitan akses dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pintu pergerakan masyarakat yang cukup padat. Intensitasnya meningkat signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika mobilitas warga bertambah dan arus kunjungan dari luar daerah mulai ramai.

Dalam situasi itu, keteraturan ruang publik menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menegaskan, langkah penertiban dan pemindahan aktivitas di kawasan tersebut bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan mengurai kepadatan lalu lintas serta mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih tertib dan nyaman.

“Kita tidak sedang menghilangkan ladang usaha masyarakat. Yang kita lakukan adalah penataan, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu kepentingan umum dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Penataan ini diposisikan sebagai upaya menyeimbangkan dua kepentingan sekaligus: keberlangsungan ekonomi rakyat dan hak publik atas ruang yang aman serta lancar. Pemerintah kota menyadari bahwa denyut perdagangan informal menjadi bagian penting dinamika perkotaan, namun harus dikelola dengan tata kelola yang jelas.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Selain penataan kawasan, rapat koordinasi juga membahas percepatan pengosongan lokasi penampungan sampah sementara yang selama ini memicu keluhan masyarakat akibat bau menyengat dan terganggunya mobilitas.

Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Mataram terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk berkomunikasi langsung dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, guna mempercepat proses administrasi dan izin teknis penggeseran sampah.

Pengosongan lokasi tersebut kini mulai berjalan secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya rampung. Di sisi lain, pengangkutan rutin terus diintensifkan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama Ramadan, yang umumnya meningkat dibanding hari biasa akibat tingginya konsumsi masyarakat.

Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan bagian dari kualitas hidup warga. Kota yang bersih dan tertata bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan lingkungan dan kenyamanan sosial.

Baca Juga :  Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Wali Kota juga meminta seluruh kepala OPD, camat, dan lurah memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing. Peningkatan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari selama Ramadan, perlu diantisipasi agar tidak memicu gangguan ketertiban maupun gesekan sosial.

Setiap potensi persoalan di tingkat lingkungan diminta ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Ia menekankan bahwa kerja-kerja penataan kota dan pengelolaan kebersihan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pengabdian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Pemerintah, dalam hal ini, hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektor serta langkah penataan yang terukur, Pemerintah Kota Mataram optimistis suasana Ramadan hingga Idulfitri dapat berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan bersih.

Di tengah meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mempertegas citra Mataram sebagai kota yang nyaman, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.**

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA