Pohon Pule dan Lahirnya Ruang Kerja Hijau di Bale Mentaram

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lingkungan kerja dirancang menyerupai taman; terbuka, hijau, dan memberi rasa nyaman bagi pegawai maupun masyarakat (Foto: kominfo kota mataram / ceraken.id)

Lingkungan kerja dirancang menyerupai taman; terbuka, hijau, dan memberi rasa nyaman bagi pegawai maupun masyarakat (Foto: kominfo kota mataram / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Ada yang berbeda di Bale Mentaram sejak Selasa sore, 5 Mei 2026. Sebongkah pohon pule berdiri tegak di halaman kompleks, bukan sekadar tanaman penghijauan, melainkan penanda dimulainya sebuah gagasan baru dalam menata ruang kerja pemerintahan.

Di tengah geliat pembangunan Kota Mataram, kehadiran pohon ini menjadi simbol awal dari konsep yang lebih luas: menghadirkan kantor yang tidak lagi kaku, tetapi hidup, teduh, dan menyatu dengan alam.

Gagasan tersebut bukan tanpa arah. Pemerintah kota mulai menegaskan perubahan wajah Bale Mentaram sebagai representasi “kantor masa depan” yang lebih ramah lingkungan dan manusiawi.

Tidak hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga ruang publik yang memberi pengalaman berbeda bagi siapa pun yang datang.

Menata Kantor sebagai Taman Kota

Konsep garden office menjadi dasar penataan Bale Mentaram. Artinya, lingkungan kerja dirancang menyerupai taman; terbuka, hijau, dan memberi rasa nyaman bagi pegawai maupun masyarakat. Di sini, lanskap bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian utama dari identitas ruang.

Baca Juga :  Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

“Sesuai harapan Bapak Wali Kota, Bale Mentaram harus menjadi halaman depan Kota Mataram, dan harus memberi kebanggaan bagi warga kota, tidak hanya dengan bangunannya tapi penataan lanskapnya yang penuh dengan taman,” ungkap H. Nizar Denny Cahyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kota Mataram, saat ditemui di Bale Mentaram.

Konsep garden office menemukan relevansinya; menghapus batas antara ruang kerja dan ruang publik, sekaligus menghadirkan pengalaman kota yang lebih humanis (Foto: kominfo kota mataram / ceraken.id)

Pilihan jenis tanaman pun tidak dilakukan secara sembarangan. Sejumlah spesies telah ditentukan, bukan hanya karena nilai estetikanya, tetapi juga makna dan sejarah yang melekat. Pohon kenari, pule, bagek, hingga sukun dipilih untuk menghadirkan keteduhan sekaligus merepresentasikan kekayaan vegetasi lokal.

Dengan pendekatan ini, kantor wali kota tidak lagi diposisikan sebagai ruang administratif yang tertutup. Ia diharapkan menjadi wajah kota yang terbuka; tempat orang datang, singgah, bahkan menikmati suasana.

Dari Kantor Administratif ke Ruang Publik

Perubahan fungsi Bale Mentaram juga tampak dari cara ruang ini mulai dimanfaatkan. Meski saat ini baru ditempati oleh satu organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, arah pengembangannya sudah jelas: menjadi ruang yang hidup dan inklusif.

Baca Juga :  Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Sebagai halaman depan kota, Bale Mentaram diarahkan tidak hanya melayani urusan birokrasi, tetapi juga menjadi titik temu masyarakat. Lanskap yang tertata diharapkan mampu menarik pengunjung untuk berhenti sejenak, merasakan suasana, bahkan menjadikannya bagian dari aktivitas harian.

“Di hari-hari tertentu, Bale Mentaram menjadi lokasi aktivitas olahraga komunitas line dance,” ujar M Ramadhani, Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram.

Aktivitas semacam ini menunjukkan bahwa ruang kantor dapat bertransformasi menjadi ruang sosial tanpa kehilangan fungsi utamanya. Di sinilah konsep garden office menemukan relevansinya; menghapus batas antara ruang kerja dan ruang publik, sekaligus menghadirkan pengalaman kota yang lebih humanis.

Pohon pule yang kini berdiri di Bale Mentaram, pada akhirnya, bukan sekadar awal penataan lanskap. Ia adalah simbol perubahan cara pandang: bahwa kantor pemerintahan bisa menjadi ruang yang tidak hanya melayani, tetapi juga menghidupkan kota dan memberi kebanggaan bagi warganya. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: diskominfo kota mataran

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA