Lima Tahun MotoGP Mandalika: Dari Ajang Balap Menuju Panggung Sport Tourism Dunia

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum penting memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga internasional (foto: itdc / ceraken.id)

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum penting memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga internasional (foto: itdc / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Jakarta – Indonesia kembali bersiap menyambut salah satu agenda olahraga internasional paling bergengsi tahun ini. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Ajang balap motor kelas dunia tersebut bukan sekadar menghadirkan kompetisi para pembalap terbaik, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism global.

Sejak pertama kali digelar pada 2022, MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi salah satu event olahraga terbesar di Indonesia. Tahun 2026 menjadi tonggak penting karena menandai lima tahun penyelenggaraan MotoGP di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rentang waktu tersebut, Mandalika tidak hanya dikenal sebagai lintasan balap berstandar internasional, tetapi juga sebagai etalase yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, serta keramahan masyarakat Indonesia kepada dunia.

Sebagai penyelenggara melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dengan dukungan PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai operator sirkuit, berbagai persiapan terus dimatangkan agar penyelenggaraan tahun ini memenuhi standar internasional yang ditetapkan Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Mandalika dan Keunikan yang Tidak Dimiliki Seri Lain

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menilai Mandalika memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan seri MotoGP lainnya di dunia. Menurutnya, perpaduan antara kompetisi balap kelas dunia dan kekayaan destinasi wisata menjadikan Mandalika memiliki posisi yang sangat khas dalam kalender MotoGP.

Perpaduan antara kompetisi balap kelas dunia dan kekayaan destinasi wisata menjadikan Mandalika memiliki posisi yang sangat khas dalam kalender MotoGP (foto: itdc / ceraken.id)

“Setiap seri MotoGP memiliki karakteristik dan daya tariknya masing-masing. Mandalika memiliki posisi yang unik karena memadukan kompetisi balap motor paling bergengsi dengan keindahan destinasi pariwisata Indonesia. Kehadiran MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, keramahan, dan potensi pariwisata Indonesia kepada audiens global,” ujar Troy.

“Karena itu, kami terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh peserta maupun pengunjung,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP selama ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan event berkelas dunia di Indonesia. ITDC dan MGPA terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan kawasan, sirkuit, serta seluruh aspek operasional berjalan optimal.

Baca Juga :  MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah

Dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, BUMN, sponsor, komunitas motorsport, pelaku industri pariwisata, UMKM, hingga masyarakat lokal. Sinergi lintas sektor itu menjadi fondasi penting yang membuat kualitas penyelenggaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dampak Ekonomi yang Terus Tumbuh

Kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai tuan rumah juga tercermin dari tingginya antusiasme penonton. Pada penyelenggaraan 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia berhasil menarik sebanyak 140.324 penonton dan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Indonesia.

Lebih dari sekadar angka kunjungan, MotoGP Mandalika juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Event ini menjadi bagian dari upaya membangun warisan jangka panjang melalui penguatan ekosistem motorsport dan pariwisata nasional.

Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung event dan destinasi. Sementara itu, lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap pada sektor-sektor yang berkaitan dengan penyelenggaraan ajang internasional tersebut.

Baca Juga :  Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB
Lebih dari sekadar angka kunjungan, MotoGP Mandalika juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar (foto: itdc / ceraken.id)

Kehadiran MotoGP juga membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif, seni budaya, kuliner, dan pariwisata lokal untuk memperkenalkan produk serta layanan mereka kepada pasar nasional maupun internasional. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan selama akhir pekan balapan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Menyiapkan Pengalaman Terbaik bagi Pengunjung

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, ITDC bersama MGPA melakukan berbagai penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi dari event sebelumnya. Fokus perbaikan tidak hanya menyasar area sirkuit, tetapi juga kawasan The Mandalika secara keseluruhan.

Aspek keselamatan, keamanan, pengelolaan kerumunan, manajemen transportasi, kebersihan kawasan, hingga pengalaman pengunjung menjadi prioritas utama. Berbagai penataan terus dilakukan melalui penguatan kawasan experiential destination, peningkatan konektivitas menuju atraksi wisata unggulan, pengembangan layanan shuttle, serta optimalisasi sistem mobilitas kawasan.

Selain itu, area kuliner dan UMKM juga terus dikembangkan dengan konsep yang lebih terkurasi. Standar kebersihan, kenyamanan, dan layanan pengunjung diperkuat agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih baik selama berada di Mandalika.

Pendekatan tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya menikmati aksi para pembalap di lintasan, tetapi juga merasakan pengalaman destinasi yang lengkap sebelum, selama, hingga setelah akhir pekan balapan berlangsung.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan kembali menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga internasional.

Lebih jauh, ajang ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa penyelenggaraan event kelas dunia dapat berjalan dengan standar operasional terbaik sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: injourney

Berita Terkait

Saat Tiket MotoGP Mandalika 2026 Dibuka, Indonesia Menjual Lebih dari Sekadar Balapan
Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Bazaar Mandalika dan Gerakkan UMKM Lokal
Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook
MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah
Menyiapkan Arena Solidaritas Wartawan NTB
Merawat Masa Depan Mandalika Melalui Dialog dan Kolaborasi
Menjaga Kepercayaan, Menjemput Kebangkitan MTQ NTB
Porwada Pertama, Semangat Baru Olahraga dan Pers di NTB

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:15 WITA

Saat Tiket MotoGP Mandalika 2026 Dibuka, Indonesia Menjual Lebih dari Sekadar Balapan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:41 WITA

Lima Tahun MotoGP Mandalika: Dari Ajang Balap Menuju Panggung Sport Tourism Dunia

Senin, 15 Juni 2026 - 10:42 WITA

Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Bazaar Mandalika dan Gerakkan UMKM Lokal

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:54 WITA

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:31 WITA

MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah

Berita Terbaru

(foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Algoritma Air dan Akar

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:15 WITA

Bedah buku Ajoeba Wartabone (1894-1957):

BEDAH BUKU

Ajoeba Wartabone Direkomendasikan Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:42 WITA

MUSIK

Frekuensi Kebaikan dari Pulau Kecil

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:46 WITA

MUSIK

Nada dari Ufuk Selatan

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:55 WITA

RUPA RUPA

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:47 WITA