CERAKEN.ID — Suasana haru, bangga, dan penuh harapan menyelimuti kegiatan Wisuda dan Pelepasan Angkatan Pertama SLB Pelangi LombokCare yang dirangkaikan dengan peringatan World Clubfoot Day 2026 bertema Flying High, Minggu (21/6/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting bagi para siswa, orang tua, guru, dan seluruh pihak yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan serta rehabilitasi anak-anak penyandang disabilitas di LombokCare.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Bunda Sintha M. Iqbal, bersama para orang tua, relawan, tenaga pendidik, dan mitra LombokCare.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai penampilan kreatif dari siswa-siswi SLB Pelangi LombokCare membuka acara dengan penuh semangat. Tarian, pertunjukan seni, dan ekspresi bakat anak-anak berhasil memukau para tamu undangan sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak pernah menghalangi mereka untuk berkarya.
Keceriaan kemudian berpadu dengan keharuan saat diputar video success story yang menampilkan perjalanan inspiratif anak-anak bersama keluarga mereka. Tayangan tersebut merekam perjuangan panjang menghadapi berbagai tantangan hingga mencapai perkembangan yang membanggakan.
Wisuda yang Menjadi Simbol Perjuangan

Puncak acara berlangsung saat prosesi wisuda dan pelepasan angkatan pertama SLB Pelangi LombokCare. Sebanyak 13 siswa resmi menyelesaikan jenjang pendidikan mereka, terdiri atas tujuh siswa SDLB, empat siswa SMPLB, dan dua siswa SMALB.
Khusus bagi dua lulusan SMALB, Kholid dan Alma Tiana, momen tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Keduanya menuntaskan perjalanan pendidikan yang telah ditempuh selama lebih dari 12 tahun. Kelulusan mereka menjadi simbol ketekunan, kerja keras, dan dukungan tanpa henti dari keluarga serta para pendidik.
Tidak hanya pencapaian akademik yang dirayakan. LombokCare juga memberikan apresiasi kepada enam anak yang dinyatakan lulus dari program fisioterapi setelah menjalani proses rehabilitasi secara konsisten.
Selain itu, enam anak dengan kondisi clubfoot atau kaki pengkor menerima penghargaan “Good Feet at Four” sebagai pengakuan atas keberhasilan penanganan dan perkembangan yang memungkinkan mereka tumbuh lebih aktif, sehat, dan mandiri.
Penghargaan juga diberikan kepada dua anak berprestasi dan dua orang tua inspiratif yang selama ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putrinya. Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari peran keluarga yang setia mendampingi setiap langkah perjuangan mereka.
Membangun Kesadaran tentang Clubfoot

Peringatan World Clubfoot Day 2026 turut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan segera terhadap bayi yang lahir dengan kondisi clubfoot. Melalui kampanye ini, LombokCare mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa kelainan tersebut dapat ditangani secara efektif apabila mendapatkan intervensi sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Bunda Sintha M. Iqbal, memberikan apresiasi atas kiprah LombokCare yang telah konsisten bekerja selama 14 tahun mendampingi anak-anak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Barat.
“Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal. Kami berharap dapat terus mendukung program-program LombokCare, termasuk perluasan layanan ke Pulau Sumbawa. Program clubfoot menjadi salah satu program yang sangat penting karena membutuhkan intervensi sejak dini dan saat ini LombokCare menjadi lembaga yang fokus terhadap isu tersebut,” ujar Sintha.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang layak.
Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, perayaan Flying High menjadi bukti nyata bahwa pendidikan, rehabilitasi, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk menggapai impian mereka.
Di balik toga yang dikenakan para lulusan dan langkah-langkah kecil yang terus mereka tempuh, tersimpan pesan besar bahwa dengan kesempatan yang setara dan pendampingan yang tepat, tidak ada batas bagi anak-anak untuk terbang lebih tinggi menuju masa depan yang gemilang.(*)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: lombokcare































































