ITDC Kembali Menyandang Status Persero, Perkuat Peran Strategis Pengembangan Pariwisata Nasional

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ke depan, ITDC berkomitmen terus mengedepankan penerapan prinsip Good Corporate Governance (foto: itdc / ceraken.id)

Ke depan, ITDC berkomitmen terus mengedepankan penerapan prinsip Good Corporate Governance (foto: itdc / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Jakarta – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi kembali menyandang status Persero efektif sejak 10 Juni 2026.

Penguatan status tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mempertegas perannya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban mandat strategis dalam mengembangkan destinasi pariwisata berkelas dunia, mengelola aset negara secara profesional, serta mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Perubahan status ini sekaligus menandai penggunaan nomenklatur resmi perusahaan menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dalam seluruh kegiatan usaha, korespondensi, dan dokumen resmi perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah terkait tata kelola BUMN sekaligus memperkuat identitas ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata nasional.

Mempertegas Mandat sebagai BUMN Pariwisata

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa kembalinya status Persero akan memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.

“Kembalinya status Persero semakin mempertegas peran ITDC sebagai BUMN yang memiliki mandat strategis dalam mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui pendekatan yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Fajar.

“Dengan fondasi tata kelola yang kuat, kami akan terus mendorong terciptanya kawasan yang bisa menarik investasi, menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah,” tambanya.

Menurutnya, penguatan status tersebut menjadi fondasi penting bagi ITDC untuk memperluas kontribusi dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar melalui pengembangan kawasan pariwisata yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Dalam menjalankan mandatnya, ITDC mengembangkan model bisnis yang mengintegrasikan perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset, pengembangan investasi, hingga penciptaan ekosistem pariwisata yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Mengelola Destinasi Unggulan Nasional

Sebagai bagian dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, InJourney, ITDC memegang peran strategis sebagai master developer dan asset manager dalam pengembangan destinasi wisata nasional. Peran tersebut tidak hanya mencakup perencanaan dan pembangunan kawasan, tetapi juga memastikan seluruh aset negara yang dikelola dapat memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Saat ini, ITDC mengelola tiga kawasan pariwisata unggulan nasional, yakni The Nusa Dua di Bali dengan luas sekitar 350 hektare, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat seluas sekitar 1.175 hektare, serta The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur dengan luas sekitar 20 hektare.

Ketiga kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep yang terintegrasi dan berkelanjutan agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya tarik investasi, serta menciptakan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Melalui perannya sebagai master developer dan asset manager, ITDC memastikan setiap kawasan berkembang secara terarah dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, efisiensi pengelolaan aset, dan peningkatan daya saing destinasi di tingkat global.

Sejalan dengan Transformasi BUMN

Ahmad Fajar menilai penguatan status Persero juga selaras dengan agenda transformasi BUMN yang terus didorong pemerintah untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional.

Transformasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi pemanfaatan aset negara, serta penciptaan nilai ekonomi jangka panjang guna mendukung pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

“Dengan status Persero, ITDC memiliki landasan kelembagaan yang semakin kuat dalam menjalankan pengembangan kawasan dan pengelolaan aset secara lebih optimal. Kami optimistis langkah ini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor, mitra usaha, dan para pemangku kepentingan, sehingga mampu memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan dari setiap kawasan yang kami kembangkan dan kelola,” kata Ahmad Fajar.

Perubahan nomenklatur perusahaan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2026 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Perubahan nama menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) telah disetujui melalui Keputusan Para Pemegang Saham pada 20 April 2026 dan memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia pada 10 Juni 2026.

Dengan kembali menyandang status Persero, ITDC optimistis dapat semakin memperkuat perannya sebagai katalis pengembangan pariwisata nasional.

Melalui pengelolaan aset yang profesional, pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif, perusahaan berharap mampu mendukung percepatan pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, ITDC berkomitmen terus mengedepankan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), pengelolaan risiko yang terintegrasi, inovasi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sebagai fondasi dalam setiap pengembangan kawasan.

Dengan fondasi kelembagaan yang semakin kuat dan orientasi pada keberlanjutan, ITDC menargetkan terciptanya nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan melalui pengembangan destinasi wisata yang inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: itdc

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA