Mataram Menuju Kota Cerdas Berbasis Data

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tantangan pemerintah masa depan bukan hanya menyediakan layanan publik, melainkan juga memiliki kemampuan membaca data secara real-time (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

Tantangan pemerintah masa depan bukan hanya menyediakan layanan publik, melainkan juga memiliki kemampuan membaca data secara real-time (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Transformasi digital kini tidak lagi dimaknai sebagai perlombaan menghadirkan sebanyak mungkin aplikasi. Di tengah perubahan cara kerja pemerintahan modern, digitalisasi justru bertumpu pada kemampuan mengelola data, mempercepat pengambilan keputusan, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Kesadaran inilah yang membawa Pemerintah Kota Mataram menjejakkan langkah ke Jakarta untuk belajar langsung dari salah satu model pengelolaan kota cerdas yang paling berkembang di Indonesia.

Kamis, 18 Juni 2026, rombongan Pemerintah Kota Mataram mengunjungi Jakarta Smart City (JSC) yang berada di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta. Bertempat di Ruang Command Center Jakarta Smart City, Balai Kota Jakarta, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem pemerintahan digital di Kota Mataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram M. Ramadhani, Kepala Bappeda Kota Mataram, serta Inspektur Kota Mataram. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City bersama jajaran.

Belajar dari yang Telah Teruji

Kunjungan ini bukanlah pertemuan yang berdiri sendiri. Ia merupakan kelanjutan dari komunikasi yang telah dibangun sebelumnya ketika tim Jakarta Smart City berkunjung ke Kota Mataram pada Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Jakarta menawarkan peluang kolaborasi dalam pengembangan tata kelola data, integrasi layanan digital, hingga replikasi berbagai platform yang telah terbukti mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Momentum ini datang pada saat yang tepat. Pemerintah Kota Mataram saat ini sedang menyusun peta jalan Arsitektur Pemerintahan Digital sekaligus memperkuat implementasi Satu Data Kota Mataram sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial ataupun kunjungan balasan antarlembaga.

“Transformasi digital tidak bisa dimulai dari ego untuk membangun semuanya sendiri. Kami datang ke Jakarta Smart City untuk belajar dari pengalaman yang sudah teruji. Yang ingin kami lakukan adalah replikasi cerdas; mengadopsi praktik baik yang relevan dengan kebutuhan dan skala Kota Mataram, sehingga proses transformasi bisa berlangsung lebih cepat, lebih efisien, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Alwan, tantangan pemerintah masa depan bukan hanya menyediakan layanan publik, melainkan juga memiliki kemampuan membaca data secara real-time agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Menyembelih Ego di Hari Raya
Data sebagai Jantung Pemerintahan
Data harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan publik (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

Di hadapan jajaran Pemerintah Kota Mataram, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Limbong, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Mataram dalam membangun pemerintahan berbasis data.

“Keberhasilan smart city tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata. Faktor yang paling menentukan adalah tata kelola, kualitas data, dan komitmen seluruh perangkat daerah untuk bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Kami menyambut baik langkah Kota Mataram dan siap berbagi pengalaman, pengetahuan, maupun model pengelolaan yang selama ini kami terapkan di Jakarta,” kata Ponirin.

Ia menambahkan bahwa banyak solusi digital yang dikembangkan Jakarta Smart City dapat direplikasi secara bertahap dengan biaya yang lebih terjangkau. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan platform open source serta penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah.

Dari pertemuan itu, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah konkret. Beberapa di antaranya adalah penjajakan proyek percontohan Smart City, program magang aparatur sipil negara Kota Mataram di Jakarta Smart City untuk transfer pengetahuan, serta pemetaan berbagai modul teknologi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah.

Membangun Masa Depan dari Ruang Kendali

Bagi Pemerintah Kota Mataram, kolaborasi ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan tentang membangun cara kerja pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif. Fokus awal kerja sama akan diarahkan pada integrasi data lintas perangkat daerah dan pembangunan dashboard pimpinan yang mampu menyajikan informasi strategis secara real-time.

Baca Juga :  Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, M. Ramadhani, menegaskan bahwa data harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan publik.

“Visi kami sederhana, yaitu menghadirkan pemerintahan yang mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat karena didukung data yang akurat. Dashboard pimpinan dan integrasi data bukan sekadar proyek teknologi, tetapi instrumen untuk memastikan setiap kebijakan dan layanan publik berjalan lebih efektif, terukur, dan transparan,” jelas Ramadhani.

Menurutnya, kerja sama dengan Jakarta Smart City akan mempercepat proses pembelajaran sekaligus menghindarkan daerah dari biaya dan waktu yang besar untuk membangun sistem dari nol.

Lebih jauh, pertemuan tersebut menandai lahirnya semangat baru bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Yang lebih penting adalah keberanian untuk berubah, membangun budaya berbagi data, dan menciptakan tata kelola yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dari ruang Command Center Jakarta Smart City, Pemerintah Kota Mataram membawa pulang lebih dari sekadar rencana kerja sama. Yang dibawa pulang adalah keyakinan bahwa masa depan pelayanan publik yang cepat, terintegrasi, dan berbasis data bukanlah cita-cita yang jauh di depan. Masa depan itu sedang dirancang, dipelajari, dan dipersiapkan mulai hari ini.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Mataram HARUM: sebuah kota yang modern, responsif, berbasis data, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan warganya.

Di tengah arus transformasi digital nasional, Mataram tampaknya tidak ingin sekadar menjadi penonton. Kota ini sedang menyiapkan diri menjadi bagian dari masa depan.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid.kotamataram.go.id

Berita Terkait

Menyalakan Ekosistem Zakat dari Akar Rumput
Kota Mataram dan Masa Depan Bansos Digital
Hijrah, Integritas, dan Ikhtiar Membangun Bangsa
Mataram Menata Masa Depan Pemerintahan Digital
Dari Layar Film ke Lapangan Senam: Mataram Menumbuhkan Budaya Antikorupsi di Ruang Publik
Mataram Menatap Prestasi di Panggung MTQ XXXI NTB
Mataram Menuju Kota Cerdas: Dari Gerbang Sangkareang hingga Kolaborasi Warga Merancang Masa Depan
Dari Sudut Kafe Merancang Kota: Menumbuhkan Kolaborasi untuk Masa Depan Mataram

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:09 WITA

Kota Mataram dan Masa Depan Bansos Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:45 WITA

Mataram Menuju Kota Cerdas Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:37 WITA

Hijrah, Integritas, dan Ikhtiar Membangun Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:20 WITA

Mataram Menata Masa Depan Pemerintahan Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 17:56 WITA

Dari Layar Film ke Lapangan Senam: Mataram Menumbuhkan Budaya Antikorupsi di Ruang Publik

Berita Terbaru

(foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Algoritma Air dan Akar

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:15 WITA

Bedah buku Ajoeba Wartabone (1894-1957):

BEDAH BUKU

Ajoeba Wartabone Direkomendasikan Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:42 WITA

MUSIK

Frekuensi Kebaikan dari Pulau Kecil

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:46 WITA

MUSIK

Nada dari Ufuk Selatan

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:55 WITA

RUPA RUPA

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:47 WITA