Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Tak Makan Berlebihan Saat Lebaran

Rabu, 10 April 2024 - 13:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Suardi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Suardi

LOMBOK TENGAH (ceraken.id)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan warga tidak makan dalam porsi berlebihan saat merayakan Lebaran 2024 untuk menjaga kesehatan secara baik setelah puasa Ramadhan 1445 hijriah.

“Kondisi perut kita terbiasa kosong selama sebulan saat puasa, sehingga jangan terlalu diisi secara berlebihan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Lombok Tengah Suardi di Praya, Rabu.

Ia mengatakan saat Lebaran kebanyakan warga menyantap berbagai makanan dan jajanan serta minuman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, ia berharap, masyarakat untuk makan secukupnya sehingga tidak mengganggu kesehatan.

“Makan secukupnya, jangan berlebihan,” katanya.

Ia mengatakan menyantap makanan secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, meningkatkan risiko penyakit, memicu mual, dan refluks asam lambung.

“Terlebih bagi warga yang memiliki riwayat penyakit asam lambung,” katanya.

Ia mengatakan selama puasa kondisi lambung sudah terbiasa kosong sejak pagi hingga sore hari selama sebulan. Ketika secara tiba-tiba diisi dengan makanan yang berlebihan dan makanan yang memiliki kolesterol tinggi cukup akan mengganggu kesehatan.

“Kita harapkan warga tidak makan berlebihan pasca-Ramadhan,” katanya.

Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri 1445 H pada Rabu. Penetapan tersebut berdasarkan sidang isbat dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (9/4).

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1445 Hijriah dilaksanakan secara bersamaan, baik jamaah Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama (NU), maupun masyarakat Muslim lainnya.***

 

Berita Terkait

Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas
TAG NTB: Mesin Percepatan di Balik Kerja Pembangunan Daerah
Sukarare: Menenun Identitas di Jantung Pariwisata Lombok
Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus
Lalu Anis Mujahid Akbar Terima “Pinangan” Peserta Muswil, Siap Pimpin Dekopinwil NTB
Laporan Muswil Dekopinwil NTB 2025: LPJ Diterima Aklamasi, Sinergi dengan Pemerintah Jadi Penegas Arah Baru
Gubernur NTB Buka Muswil Dekopin 2025: “Akhirnya Dekopin Ada Juga”
Dua Ulama Aswaja dalam Satu Panggung Tabligh Akbar di Lombok: TGB Zainul Majdi dan Ustad Abdul Somad

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:10 WITA

Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:05 WITA

TAG NTB: Mesin Percepatan di Balik Kerja Pembangunan Daerah

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:15 WITA

Sukarare: Menenun Identitas di Jantung Pariwisata Lombok

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:15 WITA

Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:23 WITA

Lalu Anis Mujahid Akbar Terima “Pinangan” Peserta Muswil, Siap Pimpin Dekopinwil NTB

Berita Terbaru

OPINI

Teori Konvergensi, World Cup 2026 dan Pariwisata Mendunia

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:17 WITA

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA