Haji Nanang Sulaiman SE Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Yayasan Pendidikan Islam Mutaq’qin Samarinda. Ini Kesan Peserta!

Selasa, 16 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

CERAKEN.ID – Haji Nanang Sulaiman, SE, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga anggota MPR RI, melaksanakan kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR-RI di Yayasan Pendidikan Islam Mutaq’qin  Samarinda pada Kamis, 13 Juni 2024.

Di hadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Yayasan Pendidikan Islam Mutaq’qin, Haji Nanang mengungkapkan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR merupakan perintah dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

Dalam undang-undang tersebut, MPR mendapat tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nanang menjelaskan sejumlah alasan mengapa MPR menyosialisasikan Empat Pilar MPR, di antaranya adalah masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. “Kita tetap harus waspada dengan segala kemungkinan munculnya paham dan gerakan radikal yang berpotensi melahirkan terorisme di tanah air tercinta,” tegasnya.

Baca Juga :  SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Dalam kegiatan tersebut, Haji Nanang juga menegaskan agar sosialisasi wawasan kebangsaan MPR RI terus dilakukan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD NKRI 1945. Kegiatan dengar pendapat dengan masyarakat dianggap sebagai umpan balik penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi tanya jawab yang interaktif mewarnai acara tersebut, di mana para peserta dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar penerapan 4 pilar dalam kehidupan mereka. Para peserta juga diberikan buku saku tentang 4 pilar kebangsaan sebagai bahan bacaan dan panduan.

Ustadzah Aisyah, salah satu guru di Yayasan Pendidikan Islam Mutaq’qin, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman para guru dan santri mengenai pentingnya 4 pilar kebangsaan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nanang atas inisiatifnya. Ini sangat membantu kami dalam mendidik para santri agar lebih mencintai dan memahami negara,” ujar Ustadzah Aisyah.

Baca Juga :  Program MBG SAKTI

Di akhir acara, Haji Nanang Sulaiman, SE mengajak seluruh peserta untuk terus mengamalkan 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat sekitar. “Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan kekokohan NKRI dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini merupakan bagian dari upaya Haji Nanang Sulaiman, SE untuk terus mengedukasi masyarakat dan memperkuat kesadaran kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda. Dengan semangat yang sama, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut di berbagai daerah lainnya.***

 

Penulis : CR-02

Editor : Editor Ceraken

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26