CERAKEN.ID — Hubungan persahabatan antara Kota Mataram dan Kota Pengzhou, Republik Rakyat Tiongkok, memasuki fase yang lebih strategis setelah enam tahun terjalin.
Pertemuan antara kedua pemerintah kota yang berlangsung di Mataram menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama melalui skema sister city yang mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan, pariwisata, budaya, hingga hubungan antarmasyarakat.
Di tengah semakin terbukanya peluang kerja sama internasional antardaerah, kedua kota menunjukkan komitmen untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Hubungan yang sebelumnya dibangun melalui komunikasi dan pertukaran budaya kini diarahkan pada kolaborasi yang lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memperkuat Fondasi Persahabatan Antarkota
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Pemerintah Kota Pengzhou yang dipimpin Wakil Wali Kota Pengzhou, Qiu Hong. Menurutnya, kehadiran delegasi tersebut menjadi kehormatan sekaligus kesempatan berharga untuk mempererat hubungan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.
“Atas nama Pemerintah Kota Mataram dan seluruh masyarakat Kota Mataram, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Qiu Hong beserta seluruh delegasi Kota Pengzhou. Kehadiran Bapak-Bapak semua hari ini merupakan suatu kehormatan sekaligus momentum yang sangat berharga dalam mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin dengan baik antara kedua kota selama beberapa tahun terakhir,” ujar Mohan.
Hubungan antara Mataram dan Pengzhou bermula dari penandatanganan nota kesepahaman pada 2019. Sejak saat itu, berbagai bentuk komunikasi, promosi pariwisata, pertukaran budaya, hingga interaksi masyarakat terus berkembang secara positif.
Bagi Pemerintah Kota Mataram, peningkatan kerja sama melalui skema sister city menjadi fondasi penting untuk memperluas kolaborasi sekaligus membuka ruang pembelajaran bersama.

“Kami meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi kedua kota untuk tumbuh dan berkembang bersama. Kota Mataram dapat belajar dari Pengzhou, demikian pula sebaliknya, sehingga tercipta berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua belah pihak,” kata Mohan.
Peluang Ekonomi, Pariwisata, dan Pendidikan
Dalam sektor ekonomi dan perdagangan, Pemerintah Kota Mataram berharap kerja sama ini mampu memperkuat hubungan bisnis melalui peningkatan arus perdagangan produk unggulan dari kedua daerah. Pelaksanaan business matching yang mempertemukan para pelaku usaha juga dipandang sebagai langkah konkret untuk membangun kemitraan jangka panjang.
Selain ekonomi, sektor kebudayaan dan pariwisata menjadi bidang yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Kedua kota sama-sama memiliki kekayaan budaya yang dapat dipromosikan melalui pertukaran seni, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penyusunan paket wisata unggulan.
“Hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antar pemerintah, tetapi juga melalui kedekatan antar masyarakat yang saling mengenal, saling memahami, dan menghargai keberagaman budaya masing-masing,” tutur Mohan.
Di bidang pendidikan, Mataram juga mendorong lahirnya hubungan persahabatan antarsekolah melalui program pertukaran guru dan siswa, kunjungan pendidikan, serta berbagai kegiatan pembelajaran bersama yang melibatkan generasi muda kedua kota.
Menjangkau Pasar Tiongkok Melalui Kolaborasi Nyata
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pengzhou, Qiu Hong, menegaskan bahwa hubungan kedua kota terus berkembang secara konsisten selama enam tahun terakhir. Menurutnya, kerja sama yang awalnya berfokus pada komunikasi antarpemerintah kini telah meluas ke berbagai sektor strategis.

“Persahabatan antara Kota Pengzhou dan Kota Mataram telah terjalin selama enam tahun. Selama periode tersebut, kerja sama kedua kota terus berkembang, mulai dari perdagangan, pertanian, pariwisata, hingga kunjungan timbal balik masyarakat,” ujarnya.
Qiu Hong juga mengenang kunjungan kelompok seni dari Mataram ke Pengzhou pada 2024 yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa hubungan kedua kota tidak hanya terjalin di tingkat pemerintahan, tetapi juga telah menyentuh hubungan antarmasyarakat.
“Kami berharap dapat terus memperdalam kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, perdagangan, budaya, pendidikan, serta berbagai bidang lainnya sehingga hubungan kedua kota dapat berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini,” katanya.
Delegasi Pengzhou yang hadir turut melibatkan unsur pemerintah dan pelaku usaha, termasuk perusahaan pangan dan farmasi yang merepresentasikan potensi industri kota tersebut. Kehadiran dunia usaha diharapkan membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas antara kedua daerah.
Qiu Hong menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik produk-produk unggulan Kota Mataram untuk memasuki pasar Tiongkok.
“Kami tidak hanya ingin memperkenalkan produk unggulan Pengzhou di Mataram, tetapi juga sangat menyambut produk-produk unggulan Kota Mataram seperti hasil perikanan, buah-buahan tropis, dan kerajinan khas daerah untuk masuk ke pasar kami dan menjangkau konsumen yang lebih luas di Tiongkok,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa kerja sama sister city bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang saling menguntungkan. Melalui kolaborasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, Mataram dan Pengzhou berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua kota sekaligus memperkuat persahabatan Indonesia dan Tiongkok dari tingkat daerah.
Menutup sambutannya, Qiu Hong menyampaikan sebuah petuah Tiongkok tentang makna persahabatan yang menggambarkan eratnya hubungan kedua kota tersebut.
“Persahabatan sejati tidak pernah mengenal jarak. Meskipun terpisah hingga ujung bumi, rasanya tetap seperti tetangga yang dekat,” pungkasnya. (tk-diskominfo)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: ppid.mataramkota.go.id































































