Menata Pondasi UMKM NTB Menuju Pasar Global

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Program inkubasi pada KK-NTB 2026 menjadi sinyal penting bahwa proses pembinaan mulai berjalan lebih sistematis (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

Program inkubasi pada KK-NTB 2026 menjadi sinyal penting bahwa proses pembinaan mulai berjalan lebih sistematis (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 kembali memperlihatkan optimisme besar terhadap masa depan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.

Di tengah arus persaingan ekonomi yang semakin terbuka, Pemerintah Provinsi NTB memilih langkah yang tidak sekadar mengejar popularitas pameran, tetapi memperkuat pondasi ekonomi rakyat melalui peningkatan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia, dan daya saing pelaku usaha.

Atrium Lombok Epicentrum Mall pada Jumat (15/5) dipenuhi ratusan pengunjung yang datang menikmati ragam produk unggulan daerah. Mulai dari fesyen, kriya, kopi, kuliner hingga produk ekonomi kreatif dari berbagai kabupaten/kota tampil memperlihatkan wajah NTB yang semakin percaya diri.

Namun lebih dari sekadar bazar, KK-NTB tahun ini memancarkan arah baru pembangunan ekonomi daerah: membangun UMKM yang siap bertahan dan tumbuh di pasar nasional hingga global.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi UMKM sebelum memperluas penetrasi pasar yang lebih besar. Dalam pandangannya, pembangunan UMKM tidak bisa hanya berhenti pada kegiatan promosi tahunan.

“Tahun ini kami fokus memperkuat pondasi UMKM terlebih dahulu sebelum lebih agresif masuk ke pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Inkubasi dan Regenerasi Pelaku Usaha

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perubahan pendekatan dalam pengembangan UMKM di NTB. Selama ini, banyak pameran ekonomi kreatif cenderung menghadirkan pelaku usaha yang sama dari tahun ke tahun. Situasi itu sering membuat regenerasi berjalan lambat dan kesempatan bagi pelaku baru menjadi terbatas.

Karena itu, kehadiran 15 UMKM baru hasil program inkubasi pada KK-NTB 2026 menjadi sinyal penting bahwa proses pembinaan mulai berjalan lebih sistematis. Para pelaku usaha baru yang telah lolos kurasi kini mendapat ruang tampil sejajar dengan UMKM yang lebih dahulu berkembang.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

“Selama ini pameran sering diisi pelaku yang sama dari tahun ke tahun. Sekarang mulai muncul UMKM baru yang siap tampil dan berkembang. Ini progres yang sangat baik,” kata Miq Iqbal.

Pendekatan inkubasi menjadi penting karena tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga kemampuan membaca pasar, memperkuat identitas merek, memanfaatkan teknologi digital, hingga menjaga kualitas produk secara konsisten. Dalam konteks itu, pembinaan berkelanjutan menjadi investasi jangka panjang bagi ekonomi daerah.

Konsistensi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTB dalam melakukan pendampingan dan kurasi UMKM pun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai membantu melahirkan pelaku usaha yang lebih siap menghadapi kompetisi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan bahwa KK-NTB tidak hanya dirancang sebagai ajang promosi produk, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

“KK-NTB tidak hanya menghadirkan bazar UMKM, tetapi juga business matching, edukasi keuangan, fashion show, art performance, hingga promosi ekonomi kreatif daerah,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Mei 2026 itu melibatkan 119 UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia dari seluruh wilayah NTB, termasuk peserta baru dari program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI).

Kopi dan Identitas Baru Ekonomi Kreatif NTB

Salah satu perhatian utama dalam KK-NTB 2026 adalah penguatan branding kopi lokal NTB. Di tengah meningkatnya tren kopi spesialti nasional maupun internasional, NTB melihat peluang besar untuk membangun identitas daerah melalui cita rasa kopi yang khas.

Lombok dan Sumbawa selama ini dikenal memiliki keragaman kultur yang terbentuk dari perjumpaan panjang berbagai komunitas masyarakat. Keragaman tersebut, menurut Miq Iqbal, tercermin pula dalam karakter produk-produk unggulan daerah.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

“Kultur masyarakat NTB yang telah berbaur selama ratusan tahun juga tercermin dalam kekayaan produk kita. Ini kekuatan yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi bersama Lombok Coffee Hub dan enam coffee shop terbaik di NTB, KK-NTB 2026 menghadirkan berbagai signature menu berbahan kopi asli NTB. Langkah ini bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi upaya membangun positioning NTB sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan Indonesia.

Menurut Hario, penguatan identitas kopi lokal menjadi bagian penting dari strategi memperluas daya saing ekonomi kreatif daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan Indonesia,” pungkasnya.

Di tengah banyaknya undangan pameran nasional dan internasional yang diterima pemerintah daerah, NTB memilih bersikap hati-hati. Pemerintah tidak ingin UMKM hanya tampil secara seremonial tanpa kesiapan kualitas dan kapasitas produksi yang memadai. Karena itu, fokus utama tetap diarahkan pada penguatan internal pelaku usaha.

Meski demikian, peluang pasar global mulai terbuka. NTB dijadwalkan menjadi salah satu tamu kehormatan dalam pameran ASEAN–China di Tiongkok pada September mendatang atas undangan Kementerian Perdagangan RI.

Momentum tersebut dapat menjadi panggung penting bagi produk-produk lokal untuk memperkenalkan identitas NTB kepada pasar internasional.

Pada akhirnya, KK-NTB 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi kreatif tidak cukup hanya menghadirkan keramaian pameran. Yang lebih penting adalah menyiapkan ekosistem yang mampu melahirkan pelaku usaha baru, memperkuat kualitas produk, dan membangun identitas daerah yang khas.

Dari sana, UMKM NTB diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga tampil percaya diri membawa nama daerah ke tingkat global. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ntbprov.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA