CERAKEN.ID — Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi penanda bahwa aktivitas ekonomi daerah ini bergerak dalam jalur yang progresif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026). Ia menegaskan bahwa berbagai indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan yang cukup konsisten, terutama pada sektor-sektor unggulan daerah.
“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ekspor Melonjak, Industri Unggulan Jadi Penopang
BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, melonjak drastis hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2025.
Lonjakan ini terutama didorong oleh ekspor komoditas unggulan di sektor pertambangan dan industri pengolahan, khususnya tembaga. Hilirisasi industri berbasis sumber daya alam terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Tak hanya itu, geliat sektor pariwisata juga turut memperkuat struktur ekonomi NTB. Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat sebanyak 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.
Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada sektor perhotelan. Jumlah tamu hotel bintang tercatat 87.816 orang, sedangkan hotel nonbintang mencapai 110.249 orang. Momentum libur Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor pendorong utama meningkatnya mobilitas wisatawan.
Mobilitas Naik, Inflasi Tetap Stabil
Sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata, pergerakan penumpang juga menunjukkan lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat di berbagai wilayah NTB.
Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, stabilitas harga tetap terjaga. Inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pascapanen.
“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.
Dari sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, BPS menilai kinerja ekonomi NTB pada awal 2026 memberikan sinyal optimistis. Kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin. (*)


























































