Ekonomi NTB Menguat: Ekspor Melejit, Pariwisata Bergeliat, Inflasi Terkendali

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Secara keseluruhan, BPS menilai kinerja ekonomi NTB pada awal 2026 memberikan sinyal optimistis (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

Secara keseluruhan, BPS menilai kinerja ekonomi NTB pada awal 2026 memberikan sinyal optimistis (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi penanda bahwa aktivitas ekonomi daerah ini bergerak dalam jalur yang progresif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026). Ia menegaskan bahwa berbagai indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan yang cukup konsisten, terutama pada sektor-sektor unggulan daerah.

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.

Ekspor Melonjak, Industri Unggulan Jadi Penopang

BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, melonjak drastis hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2025.

Lonjakan ini terutama didorong oleh ekspor komoditas unggulan di sektor pertambangan dan industri pengolahan, khususnya tembaga. Hilirisasi industri berbasis sumber daya alam terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Tak hanya itu, geliat sektor pariwisata juga turut memperkuat struktur ekonomi NTB. Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat sebanyak 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada sektor perhotelan. Jumlah tamu hotel bintang tercatat 87.816 orang, sedangkan hotel nonbintang mencapai 110.249 orang. Momentum libur Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor pendorong utama meningkatnya mobilitas wisatawan.

Mobilitas Naik, Inflasi Tetap Stabil

Sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata, pergerakan penumpang juga menunjukkan lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat di berbagai wilayah NTB.

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, stabilitas harga tetap terjaga. Inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pascapanen.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.

Dari sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai kinerja ekonomi NTB pada awal 2026 memberikan sinyal optimistis. Kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin. (*)

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA