NTB di Persimpangan Demografi: Ketimpangan Gender Menurun, Tantangan Masyarakat Menua Mengemuka

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tantangannya bukan hanya menjaga tren positif ini, tetapi memastikan bahwa perubahan demografi dapat dikelola menjadi peluang pembangunan yang berkelanjutan (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

Tantangannya bukan hanya menjaga tren positif ini, tetapi memastikan bahwa perubahan demografi dapat dikelola menjadi peluang pembangunan yang berkelanjutan (Foto: pemprov ntb / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram, 6 Mei 2026 – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kemajuan penting dalam kualitas pembangunan manusia. Ketimpangan gender menunjukkan tren menurun, sementara pada saat yang sama daerah ini mulai memasuki fase transisi demografi menuju masyarakat menua (ageing population).

Dua arus perubahan ini menjadi penanda bahwa NTB tengah bergerak ke fase baru pembangunan yang lebih kompleks.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis resmi statistik terbaru. Ia menilai capaian ini mencerminkan perbaikan struktur sosial, tetapi sekaligus menjadi peringatan dini atas tantangan yang mulai muncul di horizon pembangunan daerah.

“Penurunan ketimpangan gender merupakan indikator positif, tetapi di sisi lain kita juga harus mulai bersiap menghadapi perubahan struktur penduduk yang mengarah pada peningkatan jumlah lansia,” jelas Wahyudin.

Kemajuan Indeks Gender dan Perbaikan Layanan Dasar

Data BPS menunjukkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) NTB tahun 2025 turun menjadi 0,515, membaik sebesar 0,015 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan ini ditopang oleh peningkatan pada dimensi kesehatan reproduksi serta pemberdayaan perempuan.

Capaian konkret terlihat pada sektor kesehatan ibu dan anak. Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 83,82 persen, sementara persalinan yang ditangani tenaga kesehatan hampir menyentuh angka universal, yakni 99,15 persen.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Di saat yang sama, angka pernikahan usia anak berhasil ditekan secara signifikan, dari 14,96 persen pada 2024 menjadi 11,31 persen pada 2025.

Dari sisi kebijakan, penguatan program responsif gender juga memainkan peran penting. Alokasi anggaran yang mencapai 8,53 persen dari realisasi APBD diarahkan untuk memperluas akses perempuan terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kombinasi antara intervensi kebijakan dan perubahan sosial ini memperlihatkan arah pembangunan yang semakin inklusif.

Selain itu, indikator kualitas hidup lainnya juga mengalami perbaikan. Angka Kematian Bayi (IMR) turun menjadi 21,03, didukung oleh peningkatan layanan kesehatan serta cakupan imunisasi. Sementara itu, Angka Kelahiran Total (TFR) menurun menjadi 2,38, mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat dan meningkatnya usia kawin pertama perempuan.

Transisi Menuju Masyarakat Menua dan Tantangan Baru

Di balik capaian tersebut, NTB mulai menghadapi dinamika demografi yang berbeda. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, proporsi penduduk lanjut usia mencapai 9,72 persen, mendekati ambang batas fase ageing population.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Kondisi ini diperkuat oleh laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,58 persen per tahun, serta rasio ketergantungan 48,77. Angka ini menunjukkan meningkatnya beban penduduk usia produktif dalam menopang kelompok usia nonproduktif, baik anak-anak maupun lansia.

“Ini adalah fase transisi yang penting. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, perubahan struktur penduduk dapat menjadi tantangan bagi sistem sosial dan ekonomi,” ujar Wahyudin.

Di sisi lain, mobilitas penduduk menunjukkan geliat ekonomi yang cukup dinamis. Sebagian besar kabupaten/kota di NTB menjadi daerah tujuan migrasi, menandakan meningkatnya daya tarik wilayah. Namun, Kota Mataram justru mengalami migrasi neto negatif, yang dapat menjadi sinyal perlunya evaluasi terhadap distribusi kesempatan ekonomi dan kualitas hidup perkotaan.

Secara keseluruhan, NTB kini berada di titik krusial transformasi sosial dan demografi. Penurunan ketimpangan gender menjadi fondasi penting bagi kemajuan, tetapi perubahan struktur penduduk menuntut kebijakan yang lebih adaptif, terutama dalam penyediaan layanan bagi lansia, perlindungan sosial, serta penguatan produktivitas tenaga kerja.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga tren positif ini, tetapi memastikan bahwa perubahan demografi dapat dikelola menjadi peluang pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Wahyudin. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA