Pj Gubernur NTB: Nambah Libur Lebaran, ASN Kena Sanksi

Jumat, 12 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi (kiri) bersama Kepala BPK RI Perwakilan NTB Ade Iwan Ruswana (kanan) usai penyerahan LKPD 2023.

Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi (kiri) bersama Kepala BPK RI Perwakilan NTB Ade Iwan Ruswana (kanan) usai penyerahan LKPD 2023.

MATARAM ( cereken.id)- Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk tidak menambah cuti libur lebaran. Cuti dan libur bersama lebaran idul fitri 1 Syawal 1445 hijriah cukup panjang sehingga tidak ada alasan bagi ASN untuk menambah cuti maupun libur lebaran.

Penjabat Gubernur NTB Drs Haji Lalu Gita Ariadi menegaskan, ASN sebagai abdi masyarakat sangat dibutuhkan pelayanannya sehingga harus masuk kantor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita masih dibutuhkan oleh masyarakat dan negara untuk segera setelah lebaran ini agar menghidupkan kembali mesin-mesin birokrasi layanan publik kita,” ujarnya, Kamis (11/4/2024).

Baca Juga :  Program MBG SAKTI

Miq Gite menuturkan, terdapat agenda-agenda penting baik dalam konteks ekonomi, sosial, lebih-lebih politik sehingga keberadaan ASN sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Jadi segera balik kekantor melaksanakan tugas, lakukan percepatan-percepatan terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Jika terdapat ASN yang menambah cuti dan libur lebaran tanpa alasan yang jelas, maka pihaknya akan memberikan sanksi atau tindakan administratif yang sudah ada ketentuannya.

Baca Juga :  SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

“Kita berikan tindakan administratif bagi ASN yang melanggar sesuai aturan berlaku. Mana pelanggaran berat, sedang maupun ringan sudah ada terminologinya,” ucapnya.

Hari pertama masuk kerja akan dilakukan sidak ke OPD lingkup pemprov NTB dalam memastikan kehadiran abdi negara ini. Langkah ini juga sebagai pelaporan ke pemerintah pusat sekaligus momentum untuk halal bihalal.***

 

 

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26