Polres Lombok Tengah Tarik Pasukan dari Perbatasan Desa Ketara-Segala Anyar

Kamis, 14 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH (ceraken.id)– Polres Lombok Tengah telah menarik aparat gabungan yang ditempatkan di perbatasan Desa Segala Anyar-Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Posko yang dibangun di Jalur Bypass BIL Mandalika pun sudah dibongkar setelah situasi yang semakin kondusif.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat menjelaskan, meski pasukan pengamanan sudah dicabut, tetapi tetap dilakukan antisipasi.

“Penjagaan di posko sempat diperpanjang. Namun situasi saat ini sudah terbilang kondusif. Apalagi memasuki Bulan Ramadan,” jelas Iwan dikonfirmasi Tribun Lombok di Praya, Kamis (14/3/2024).

Baca Juga :  SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Eks Kapolres Dompu ini mengatakan masyarakat di dua desa itu diharapkan sama-sama menjaga diri dan stabilitas daerah.

Di sisi lain, penanganan hukum terhadap para pelaku sedang dilakukan.

“Tetap dilakukan patroli dan pendekatan secara persuasif kepada warga,” terang AKBP Iwan.

Baca Juga :  Program MBG SAKTI

Iwan menjelaskan, penjagaan posko di perbatasan diganti dengan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

“Cooling system ditingkatkan dengan pengamanan dilakukan di dua pihak. Termasuk memberikan imbauan,” kata Iwan.

Ia berharap, dengan upaya ini masyarakat lebih sadar untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di dua desa tersebut. Mengingat konflik hanya akan merugikan masyarakat***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Tribune Lombok

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26