Lorong Pendidikan dan Semangat Sportivitas dari SMAN 8 Mataram

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai persahabatan dan sportivitas justru menjadi fondasi penting dalam kegiatan tersebut (Foto: aks / ceraken.id)

Nilai persahabatan dan sportivitas justru menjadi fondasi penting dalam kegiatan tersebut (Foto: aks / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Sabtu pagi, 9 Mei 2026, halaman SMA Negeri 8 Mataram dipenuhi riuh semangat para pelajar. Tepat pukul 09.02 Wita, kegiatan Smavoc Season 7 dan Pameran Seni “Lorong Pendidikan” resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 8 Mataram, Sunoto, S.Pd., M.Pd

Pembukaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penanda hadirnya ruang yang memberi tempat bagi bakat, kreativitas, sportivitas, dan pembentukan karakter generasi muda.

Ajang Smavoc Season 7 kembali mempertemukan pelajar dari berbagai daerah dalam kompetisi olahraga bola voli, sementara Pameran Seni “Lorong Pendidikan” menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan belajar yang dialami warga sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua kegiatan berbeda itu berpadu dalam satu semangat yang sama: pendidikan yang memanusiakan, mengembangkan potensi, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

Ruang bagi Talenta dan Karakter Anak Bangsa

Dalam sambutannya, Sunoto menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas membangun kemampuan akademik, tetapi juga memberi penghargaan terhadap bakat dan minat peserta didik.

“Kegiatan Smavoc maupun Pameran Seni adalah upaya sekolah untuk memberi ruang, atensi, penghargaan atas bakat dan minat para siswa,” ujar Sunoto.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Smavoc Season 7 juga selaras dengan Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai penguatan kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membangun budaya gemar berolahraga.

“Banyak hal yang kita inginkan dari kegiatan Smavoc ini, di samping untuk memberikan penghargaan dan ruang kepada talenta-talenta anak bangsa, tapi juga dalam kerangka untuk menguatkan kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” katanya.

“Lorong Pendidikan” sebagai simbol perjalanan belajar yang dilalui seluruh warga sekolah (Foto: aks / ceraken.id)

Di tengah atmosfer kompetisi, Sunoto mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama. Nilai persahabatan dan sportivitas justru menjadi fondasi penting dalam kegiatan tersebut.

“Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal yang biasa, namun persahabatan yang paling utama,” ucapnya sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan ucapan basmalah.

Kehadiran berbagai pihak dalam acara itu memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap pendidikan berbasis kolaborasi. Hadir di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, yang diwakili Fungsional Olah Raga  Dedy Nurcholish, Lurah Dasan Cermen Dr. Sri Sulistiawati, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dasan Cermen Aipda Joni Termi W, serta para ofisial bola voli dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Baca Juga :  Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia
“Lorong Pendidikan” sebagai Cermin Perjalanan Belajar

Selain kompetisi olahraga, perhatian pengunjung juga tertuju pada Pameran Seni “Lorong Pendidikan” yang dibuka secara simbolis melalui prosesi gunting pita oleh Lurah Dasan Cermen, Sri Sulistiawati.

Dalam pernyataannya di katalog pameran, Sunoto menggambarkan “Lorong Pendidikan” sebagai simbol perjalanan belajar yang dilalui seluruh warga sekolah. Lorong yang setiap hari dilewati siswa dimaknai sebagai ruang perjumpaan pengalaman, interaksi, dan pembentukan karakter.

Melalui karya-karya seni yang dipamerkan, peserta didik tidak hanya menunjukkan kemampuan artistik, tetapi juga merekam proses tumbuh mereka sebagai individu yang belajar memahami lingkungan, nilai, dan kehidupan sosial di sekolah.

“Dalam lorong inilah nilai, kebiasaan, dan kebersamaan tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan belajar sehari-hari,” tulis Sunoto dalam katalog pameran.

Pameran tersebut menjadi penegasan bahwa seni bukan sekadar pelengkap pendidikan, melainkan media refleksi yang membantu siswa memahami diri dan lingkungannya. Di tengah tuntutan akademik yang semakin kompleks, ruang ekspresi semacam ini menjadi penting agar pendidikan tidak kehilangan sisi humanisnya.

Sekolah dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang utuh, tempat siswa belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, mengembangkan kreativitas, serta menjaga semangat kompetisi yang sehat (Foto: aks / ceraken.id)

Komitmen itu juga tercermin dari visi SMA Negeri 8 Mataram yang menempatkan nilai religius, kejujuran, keunggulan, dan kemampuan bersaing global sebagai arah pendidikan sekolah. Visi tersebut diperkuat melalui berbagai misi yang menekankan pendidikan berbasis nilai agama, budaya literasi, kreativitas, inovasi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Baca Juga :  Hardiknas 2026: Pendidikan Bukan Seremoni, Melainkan Jalan Panjang Peradaban
Silaturahmi, Sportivitas, dan Kolaborasi Pendidikan

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari mitra pendidikan. Rektor Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P menilai bahwa pengembangan intelektual harus berjalan beriringan dengan penguatan fisik dan karakter.

“Kegiatan pagi hari ini adalah merupakan hal yang sangat penting bagi semua, karena di samping meningkatkan intelektual, perlu juga kita meningkatkan kemampuan fisik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa olahraga menjadi sarana penting untuk melatih keterampilan sekaligus memperkuat hubungan sosial antarpelajar.

“Kami berharap dalam kegiatan ini adalah kita semuanya melaksanakan silaturahmi, dan silakan bertanding dengan jalinan persaudaraan. Jalin terus semangat persaudaraan, jaga semangat sportivitas,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa pendidikan hari ini tidak lagi hanya bertumpu pada capaian angka dan nilai rapor. Sekolah dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang utuh, tempat siswa belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, mengembangkan kreativitas, serta menjaga semangat kompetisi yang sehat.

Smavoc Season 7 dan Pameran Seni “Lorong Pendidikan” memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang tumbuh yang lebih luas daripada sekadar ruang kelas. Di sana, olahraga menjadi medium pembentukan disiplin dan solidaritas, sementara seni menjadi jalan untuk merawat kepekaan dan refleksi.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan global yang terus berkembang, langkah seperti yang dilakukan SMA Negeri 8 Mataram menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat bukan hanya soal kecerdasan akademik, melainkan juga kemampuan membangun manusia yang sehat, kreatif, berkarakter, dan mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

Di Tengah Dominasi AI, Keaslian Manusia Kembali Dicari
Lorong-Lorong Kreativitas di SMAN 8 Mataram
Rumah Inspirasi di Kaki Rinjani
Hardiknas 2026: Pendidikan Bukan Seremoni, Melainkan Jalan Panjang Peradaban
Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia
Menimbang Risiko, Menjemput Peluang
Gaukang ri Lakkang, Cara Membangun Kesadaran Kritis Warga dengan Menulis
Program Riwayat: Sebuah Platform Budaya Inklusif Mengedepankan Partisipasi Aktif Ragam Disabilitas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:30 WITA

Lorong Pendidikan dan Semangat Sportivitas dari SMAN 8 Mataram

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:11 WITA

Lorong-Lorong Kreativitas di SMAN 8 Mataram

Senin, 4 Mei 2026 - 19:39 WITA

Rumah Inspirasi di Kaki Rinjani

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:28 WITA

Hardiknas 2026: Pendidikan Bukan Seremoni, Melainkan Jalan Panjang Peradaban

Rabu, 29 April 2026 - 09:29 WITA

Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia

Berita Terbaru

Berkeliling sambil melantunkan sebutan menu-menu (Foto: ist /   ceraken.id)

NARASI

Pedagang Keliling Bersepeda Sambil Menyanyi

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39 WITA

Desa Berdaya mencoba menawarkan pendekatan berbeda: menjadikan desa sebagai pusat transformasi sosial dan ekonomi masyarakat miskin (Foto: akun medsos Adhar Hakim /  ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:33 WITA

Adhar Hakim. Desa Berdaya adalah gerakan bersama untuk membangun kesadaran bahwa kemiskinan harus dilawan melalui kolaborasi, bukan hanya program bantuan (Foto: ist / ceraken.id)

INFORIAL

Desa Berdaya dan Ikhtiar Memutus Rantai Kemiskinan di NTB

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:39 WITA