Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan sosial dan spiritual (Foto: provntb.go.id / ceraken.id)

Seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan sosial dan spiritual (Foto: provntb.go.id / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-31 Tahun 2026 akan menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar arena perlombaan membaca Al-Qur’an.

Di Lombok Tengah, ratusan penari sedang menyiapkan sebuah pertunjukan kolosal yang menjadi penanda bahwa syiar keagamaan dapat berjalan beriringan dengan ekspresi budaya.

Sebanyak 300 penari akan tampil dalam pementasan bertajuk Rahmatan Lil Alamin pada malam pembukaan MTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latihan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir memperlihatkan kesungguhan para peserta. Mereka bukan hanya mempelajari rangkaian gerak, tetapi juga sedang membangun sebuah narasi visual tentang persaudaraan, kedamaian, dan harmoni yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Menyatukan Syiar dan Kebudayaan

Persiapan yang dilakukan di Lombok Tengah mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, yang hadir meninjau latihan bersama jajaran Dinas Kebudayaan NTB.

Kehadiran Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan bahwa pembukaan MTQ tahun ini dipandang sebagai momentum penting, bukan hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga kebudayaan.

Tarian kolosal tersebut digarap oleh koreografer UPT Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, S.Sn., MM. Tema Rahmatan Lil Alamin dipilih sebagai representasi nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Baca Juga :  Iduladha di Bumi Gora dan Seruan Merawat Kepedulian

Melalui perpaduan tari, musik, dan tata visual, pertunjukan ini berusaha menerjemahkan ajaran tentang kasih sayang, toleransi, dan persatuan ke dalam bahasa seni yang dapat diterima oleh semua kalangan.

Di tangan tim kreatif, unsur-unsur seni tradisi NTB tidak ditampilkan sebagai artefak masa lalu yang statis. Sebaliknya, tradisi dipadukan dengan pendekatan koreografi modern sehingga menghasilkan pertunjukan yang segar, dinamis, dan tetap berakar pada identitas lokal.

Tiga Ratus Penari dan Simbol Kebersamaan

Kehadiran 300 penari dalam satu panggung memiliki makna yang melampaui aspek artistik. Jumlah besar tersebut menjadi simbol kuat tentang gotong royong dan semangat kolektif masyarakat NTB.

Setiap formasi yang dibangun di atas panggung menggambarkan keberagaman yang bergerak dalam satu tujuan bersama.

Dalam konteks NTB yang dihuni masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo, tarian ini menjadi metafora tentang kehidupan sosial yang terus dirawat melalui nilai persatuan. Seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan sosial dan spiritual.

Baca Juga :  Desa Berdaya, Menanam Harapan dari Akar Pembangunan NTB

Muhamad Ihwan menegaskan bahwa konsep pembukaan MTQ tahun ini memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda. Menurutnya, syiar Islam dan pelestarian budaya bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

“MTQ bukan hanya ajang tilawah Al-Qur’an, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas budaya NTB yang religius, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah pembangunan kebudayaan di NTB yang berupaya menempatkan agama dan budaya sebagai dua kekuatan yang saling menguatkan.

Di tengah arus globalisasi yang sering menghadirkan dikotomi antara tradisi dan modernitas, panggung Rahmatan Lil Alamin menawarkan jalan lain: menjadikan seni sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan realitas kehidupan masyarakat.

Ketika malam pembukaan MTQ nanti tiba, yang tampil bukan hanya sebuah tarian kolosal. Di atas panggung akan hadir sebuah pesan bersama bahwa ajaran Al-Qur’an tidak berhenti pada lantunan ayat dan perlombaan, melainkan hidup dalam tindakan, persaudaraan, serta kemaslahatan yang dirasakan oleh sesama.

Melalui gerak tubuh para penari, NTB hendak menunjukkan bahwa syiar dapat hadir dengan wajah yang indah, inklusif, dan membumi. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: provntb.go.id

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Bazaar Mandalika dan Gerakkan UMKM Lokal
Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook
MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah
Menyiapkan Arena Solidaritas Wartawan NTB
Merawat Masa Depan Mandalika Melalui Dialog dan Kolaborasi
Menjaga Kepercayaan, Menjemput Kebangkitan MTQ NTB
Porwada Pertama, Semangat Baru Olahraga dan Pers di NTB
WTP ke-15 dan Transformasi Tata Kelola: NTB Menuju Pemerintahan yang Lebih Akuntabel

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:42 WITA

Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Bazaar Mandalika dan Gerakkan UMKM Lokal

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:54 WITA

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:31 WITA

MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:39 WITA

Menyiapkan Arena Solidaritas Wartawan NTB

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WITA

Merawat Masa Depan Mandalika Melalui Dialog dan Kolaborasi

Berita Terbaru

Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan antikorupsi sejatinya memiliki akar yang sama dengan ajaran moral dan spiritual yang diajarkan agama (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Hijrah, Integritas, dan Ikhtiar Membangun Bangsa

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:37 WITA

Kliping yang mulai memudar menjadi pengingat, keteguhan dalam berkesenian tidak selalu lahir dari panggung besar (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Warjack, Keteguhan yang Tak Lekang oleh Waktu

Rabu, 17 Jun 2026 - 09:34 WITA

Kreativitas selalu kembali pada pilihan manusia untuk memberi makna atas hidupnya sendiri (Foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Di Antara Suno, Lagu Asli, dan Pilihan Menjadi Manusia

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:28 WITA