Dari Rumah Menuju Indonesia Emas

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, pendidikan, dan keteladanan (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

Rumah menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, pendidikan, dan keteladanan (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

CERAKEN.ID – Mataram – Deretan peserta upacara memenuhi Lapangan Sangkareang, Senin (29/6/2026). Di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, satu pesan kembali ditegaskan: perjalanan Indonesia menuju bangsa maju sesungguhnya dimulai dari rumah.

Bukan dari gedung-gedung megah atau pusat-pusat pemerintahan, melainkan dari keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), H. Wihaji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berada pada fase bonus demografi yang hanya datang sekali dalam sejarah. Peluang besar tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila kualitas sumber daya manusianya dibangun sejak lingkungan keluarga.

“Saat ini Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi, sebuah peluang besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila kita mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus menjadi prioritas bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Mohan.

Keluarga sebagai Sekolah Pertama

Bagi Mohan, keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang pertama yang membentuk kepribadian anak. Di sanalah nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, hingga kecintaan terhadap tanah air mulai ditanamkan sebelum seorang anak mengenal dunia luar.

Karena itu, pembangunan keluarga tidak cukup hanya dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi. Lebih dari itu, keluarga harus menjadi lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mencegah stunting, sekaligus menanamkan karakter dan memperkuat ketahanan mental serta spiritual setiap anggota keluarga.

Baca Juga :  Mengolah Sampah dari Sumbernya, Mataram Menjajaki Teknologi Pengelolaan Modern

Menurutnya, tiga pilar tersebut merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman dengan optimisme, daya saing, dan moralitas yang kuat.

Saat Ayah Tak Lagi Menjadi Penonton

Tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, menjadi penegasan bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

Kehadiran ayah, dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak (foto: ppid.mataramkota.go.id / ceraken.id)

“Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, sangat menentukan tumbuh kembang anak. Peran tersebut akan membentuk karakter, rasa percaya diri, serta kesehatan mental anak. Oleh karena itu, mari kita membangun budaya pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua secara aktif,” tegasnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, tantangan keluarga pun semakin kompleks. Anak-anak tumbuh bersama gawai, media sosial, dan beragam informasi yang datang tanpa batas. Dalam situasi itu, orang tua dituntut tidak sekadar mengawasi, tetapi juga hadir mendampingi.

“Orang tua harus mendampingi anak dalam menggunakan gawai, membatasi waktu layar, serta mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan yang edukatif dan produktif. Jangan sampai kehangatan komunikasi dalam keluarga tergantikan oleh kesibukan masing-masing di depan layar,” katanya.

Baca Juga :  Mataram Menata Masa Depan Pemerintahan Digital
Rumah yang Menguatkan Bangsa

Mohan juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang kini dihadapi masyarakat, mulai dari kekerasan remaja, perundungan, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan melalui kebijakan pemerintah, tetapi harus dimulai dari keluarga yang memiliki ketahanan kuat.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pembangunan keluarga. Namun, keberhasilan program-program tersebut tetap bergantung pada kesadaran setiap keluarga dalam menjalankan fungsi pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan bagi seluruh anggotanya.

“Rumah harus menjadi tempat yang paling aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anggota keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan pada akhirnya mewujudkan bangsa yang maju,” ungkapnya.

Bagi Pemerintah Kota Mataram, Harganas bukanlah sekadar agenda seremonial yang diperingati setiap tahun. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kualitas bangsa pada masa depan ditentukan oleh kualitas keluarga hari ini.

Ketika rumah mampu menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, pendidikan, dan keteladanan, maka Indonesia akan memiliki modal sosial yang kokoh untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Mohan mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai penguat komitmen bersama untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, berkualitas, dan tangguh.

“Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutupnya. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid.mataramkota.go.id

Berita Terkait

Lomboq Melawan Korupsi: Ketika Falsafah Sasak Menjadi Jalan Menanam Integritas
Dari Mataram Menyalakan Integritas: Ketika Kearifan Sasak Bertemu Gerakan Antikorupsi
Ketika Angka Kemiskinan Turun, Mataram Sedang Menata Masa Depan Warganya
Kepercayaan Nasional untuk Mataram: Ekonomi Sirkular Menjadi Jalan Baru Pembangunan Kota
HIMLA Lombok: Merawat Akar, Menyatukan Langkah
Mengolah Sampah dari Sumbernya, Mataram Menjajaki Teknologi Pengelolaan Modern
Mataram–Pengzhou Perkuat Kemitraan Sister City, Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi hingga Pendidikan
Mataram 2026: Kala Data Menentukan Arah Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:59 WITA

Lomboq Melawan Korupsi: Ketika Falsafah Sasak Menjadi Jalan Menanam Integritas

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:24 WITA

Ketika Angka Kemiskinan Turun, Mataram Sedang Menata Masa Depan Warganya

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:52 WITA

Kepercayaan Nasional untuk Mataram: Ekonomi Sirkular Menjadi Jalan Baru Pembangunan Kota

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:09 WITA

Dari Rumah Menuju Indonesia Emas

Senin, 29 Juni 2026 - 15:49 WITA

HIMLA Lombok: Merawat Akar, Menyatukan Langkah

Berita Terbaru

(foto: ist / ceraken.id)

BALE EDUKASI

Indonesia SAKTI

Senin, 6 Jul 2026 - 12:02 WITA

Penulis (kiri) membahas sepak bola dengan Iwan Azis (tengah) dan Mustam Arif di salah satu warkop di Makassar (foto: ist / ceraken.id)

NARASI

Ngopi, Nobar, dan Sepak Bola

Senin, 6 Jul 2026 - 10:25 WITA

Sapi dianggap sebagai tempat  menabung yang efektif (foto: ss / ceraken.id)

BALE EDUKASI

Sapi Lombok Lebih Cantik Ketimbang Sapi Swiss

Senin, 6 Jul 2026 - 08:58 WITA