Denyut Transaksi Ekonomi dan Peran APBN Menjaga Stabilitas

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Akselerasi belanja  menjadi bagian strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal pertama tahun 2026 (Foto: kemenkeu.go.id)

Akselerasi belanja menjadi bagian strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal pertama tahun 2026 (Foto: kemenkeu.go.id)

CERAKEN.ID – Adanya ketidakpastian global dan dinamika ekonomi dunia yang terus berubah, pemerintah melihat sinyal positif dari dalam negeri. Aktivitas ekonomi masyarakat masih bergerak aktif, tercermin dari meningkatnya penerimaan pajak dan percepatan belanja negara.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menunjukkan perannya sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam paparan APBN KiTa di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia melaporkan bahwa hingga akhir Februari 2026, kinerja pendapatan negara menunjukkan perkembangan yang sangat positif, terutama dari sektor perpajakan.

Realisasi penerimaan pajak hingga 28 Februari 2026 tercatat mencapai Rp245,1 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan neto sebesar 30,4 persen secara tahunan (year on year).

Menurut Suahasil, pertumbuhan tersebut mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berlangsung kuat.

Salah satu indikator paling mencolok terlihat pada lonjakan penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kedua jenis pajak ini tercatat meningkat hingga 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“PPN dan PPnBM dibayar jika ada transaksi. Ini menunjukkan bahwa di perekonomian kita transaksi berjalan terus, kegiatan ekonomi, aktivitas ekonomi itu berjalan terus,” ujar Suahasil.

Lonjakan tersebut menjadi penanda bahwa konsumsi dan perdagangan domestik masih berdenyut. Aktivitas ekonomi yang hidup pada akhirnya tercermin dalam penerimaan pajak yang meningkat signifikan.

Dari sisi struktur penerimaan, empat sektor ekonomi masih menjadi penopang utama pajak nasional. Industri pengolahan, perdagangan, sektor keuangan dan asuransi, serta pertambangan memberikan kontribusi dominan hingga 74 persen dari total penerimaan pajak.

Baca Juga :  Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Sementara itu, pemerintah juga mempercepat realisasi belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun. Hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Akselerasi belanja ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal pertama tahun 2026.

Salah satu program yang menyumbang peningkatan belanja tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 9 Maret 2026, program ini telah menjangkau sekitar 61,6 juta penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 juta merupakan siswa sekolah, sementara 10,5 juta lainnya adalah kelompok non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Total anggaran yang telah terserap untuk program ini mencapai Rp44 triliun.

Selain program sosial, pemerintah juga mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara. Hingga 10 Maret 2026, realisasi pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri telah mencapai Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp55 triliun.

Pemerintah mendorong kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan pembayaran tersebut sebelum Hari Raya tiba.

Penyaluran THR diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi menjelang periode libur panjang.

Di sisi lain, pemerintah tetap mencermati perkembangan eksternal, khususnya pergerakan harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak sempat menembus level di atas US$100 per barel sebelum kembali bergerak volatil.

Baca Juga :  Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Dalam situasi seperti itu, APBN kembali berperan sebagai peredam guncangan melalui mekanisme subsidi dan kompensasi energi. Skema tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi global.

Selain pengelolaan fiskal, pemerintah juga memperkuat pengawasan di sektor kepabeanan dan cukai. Sepanjang 2026, frekuensi penindakan terhadap peredaran rokok ilegal meningkat signifikan. Jumlah penindakan tercatat naik dari 1.993 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 2.872 kasus.

Jumlah rokok ilegal yang disita bahkan meningkat dua kali lipat hingga mencapai 369 juta batang.

Langkah ini tidak hanya bertujuan melindungi penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga menjaga keadilan dalam persaingan usaha di industri hasil tembakau.

Di tingkat daerah, pemerintah juga memastikan penyaluran dana transfer berjalan optimal. Hingga akhir Februari 2026, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp147,7 triliun.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada daerah yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk mendukung pemulihan di wilayah tersebut, pemerintah mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp10,65 triliun.

Dana tersebut disalurkan dalam tiga tahap mulai Februari hingga April 2026.

Dengan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh kuat, percepatan belanja untuk mendorong ekonomi, serta perlindungan fiskal terhadap gejolak global, APBN kembali memainkan peran strategisnya.

Di tengah dinamika dunia yang sulit diprediksi, denyut transaksi ekonomi di dalam negeri menjadi penanda bahwa roda ekonomi Indonesia masih terus berputar dan APBN tetap berdiri sebagai penjaga keseimbangan di tengah arus perubahan.**

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: kemenkeu.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA