Di Tengah Inflasi, Mesin Ekonomi NTB Terus Bergerak

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Keseluruhan indikator memperlihatkan fondasi ekonomi NTB yang tetap kuat di tengah tantangan inflasi (foto: ntbprov.go,id / ceraken.id)

Keseluruhan indikator memperlihatkan fondasi ekonomi NTB yang tetap kuat di tengah tantangan inflasi (foto: ntbprov.go,id / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram — Perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki pertengahan 2026 dengan optimisme yang semakin menguat. Di balik tekanan inflasi akibat penyesuaian harga energi dan sejumlah komoditas pangan, berbagai indikator utama justru memperlihatkan daya tahan ekonomi daerah.

Sektor pertanian, pariwisata, transportasi, hingga perdagangan luar negeri sama-sama menunjukkan kinerja yang positif, menandakan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menilai dinamika tersebut menunjukkan bahwa roda perekonomian masih berada pada jalur yang sehat. Tekanan inflasi memang hadir sebagai tantangan, tetapi belum menghambat sektor-sektor produktif yang selama ini menopang ekonomi NTB.

“Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB,” ujar Wahyudin saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7).

Inflasi Terkendali, Daya Beli Petani Menguat

BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year) NTB pada Juni 2026 mencapai 3,55 persen. Sementara inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,37 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) berada di angka 2,12 persen.

Menurut Wahyudin, kenaikan harga pada Juni terutama dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang kemudian berdampak terhadap meningkatnya tarif angkutan udara. Selain itu, harga beberapa komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis turut memberi andil terhadap inflasi.

Meski demikian, tekanan tersebut masih mampu diredam oleh turunnya harga sejumlah komoditas strategis, seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Meningkatnya pasokan hasil panen di berbagai daerah turut membantu menjaga kestabilan harga pangan.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Kondisi itu juga tercermin pada sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 tercatat sebesar 130,95 atau meningkat 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan petani dari hasil produksi masih lebih tinggi dibandingkan peningkatan biaya produksi maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Kenaikan NTP terutama ditopang oleh membaiknya subsektor tanaman pangan dan hortikultura melalui meningkatnya harga gabah, jagung, tomat, kacang tanah, serta bawang putih. Bahkan empat subsektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, sama-sama mencatatkan NTP di atas angka 100, yang menjadi indikator bahwa usaha tani masih memberikan keuntungan bagi petani.

Pariwisata dan Mobilitas Masyarakat Kian Bergairah

Optimisme juga terlihat dari sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren pemulihan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 41,07 persen atau meningkat 5,01 poin dibandingkan April 2026, sekaligus lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan nusantara yang mencapai 1.332.393 orang. Jumlah ini naik 10,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 13,20 persen secara tahunan.

Menurut Wahyudin, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak lepas dari momentum libur panjang serta penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional dan internasional, seperti GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut memberi efek berganda terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro masyarakat.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari mobilitas masyarakat. Jumlah penumpang angkutan laut yang datang maupun berangkat pada Mei 2026 meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, jumlah penumpang penerbangan domestik yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid bertambah 4,23 persen.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Data tersebut menunjukkan bahwa arus manusia dan aktivitas ekonomi di NTB semakin dinamis seiring pulihnya berbagai sektor produktif.

Ekspor Melonjak, Optimisme Ekonomi Terjaga

Di sektor perdagangan luar negeri, capaian NTB bahkan menjadi salah satu yang paling menonjol. Nilai ekspor sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai US$1,27 miliar atau melonjak 1.045,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komoditas ekspor utama masih didominasi tembaga, ikan dan udang, serta perhiasan dan permata dengan pasar utama Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat.

Wahyudin menjelaskan bahwa secara bulanan nilai ekspor Mei 2026 memang mengalami penurunan dibandingkan Mei 2025 akibat berkurangnya ekspor tembaga hasil industri smelter dan mutiara yang belum diolah. Namun secara kumulatif, pertumbuhan ekspor sepanjang tahun berjalan tetap sangat tinggi dan menjadi penopang penting perekonomian daerah.

Di sisi lain, nilai impor Januari–Mei 2026 tercatat sebesar US$36,48 juta atau turun 71,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi berkurangnya impor barang modal dan bahan baku pada beberapa kelompok komoditas.

Menutup pemaparannya, Wahyudin menegaskan bahwa keseluruhan indikator tersebut memperlihatkan fondasi ekonomi NTB yang tetap kuat di tengah tantangan inflasi. Menurutnya, menjaga stabilitas harga tetap menjadi pekerjaan penting agar penguatan sektor pertanian, pariwisata, transportasi, dan perdagangan dapat terus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Data yang kami sampaikan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga agar penguatan sektor-sektor produktif ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” pungkas Wahyudin. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ntbprov.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA