Kejelian Diperlukan untuk Menghindari Penipuan Uang Palsu Selama Bulan Suci Ramadan

Senin, 1 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM (ceraken.id)- Menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini, tingkat kehati-hatian dalam bertransaksi menjadi sangat penting bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas jual beli dan transaksi keuangan yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan uang palsu.

TGH. Mahalli Fikri, Ketua Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB, menggarisbawahi bahwa riwayat peredaran uang palsu selalu meningkat jelang hari-hari besar keagamaan. “Sebab masyarakat membutuhkan uang tunai lebih banyak, maka peredaran uang palsu pun semakin meningkat,” ujarnya pada Senin (1/4/2024).

Baca Juga :  Ketika Waktu Pulang Bersama Sahabat SMANSA ’87

Meskipun, menurutnya, wilayah tersebut belum mengalami kasus peredaran uang palsu yang signifikan, kehati-hatian tetap menjadi kunci. Ia menegaskan pentingnya langkah-langkah preventif bersama untuk menghindari penipuan semacam ini.

Sebagai seorang tokoh agama, TGH. Mahalli Fikri juga menekankan dalam ceramahnya kepada masyarakat agar berhati-hati dengan uang palsu.

“Mengedarkan uang palsu bukan hanya berdampak hukum, namun juga bertentangan dengan ajaran agama. Seseorang yang melakukan hal tersebut, bahkan selama bulan Ramadan, tidak akan diterima puasanya,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketika Waktu Pulang Bersama Sahabat SMANSA ’87

Menurutnya, kekhawatiran bukan hanya terbatas pada politik uang di periode pemilihan umum, tetapi juga pada kebutuhan finansial yang meningkat selama hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

“Maka, tetaplah waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah preventif dan meningkatkan kesadaran akan risiko ini,” pungkasnya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Ketika Waktu Pulang Bersama Sahabat SMANSA ’87
Ngopi, Nobar, dan Sepak Bola
Pedagang Keliling Bersepeda Sambil Menyanyi
Anak-Anak Mancing di Kolam Renang
Janji Kopi di Sudut Warkop
Tubuh Dalam Pandangan Sasak
Lebaran Topat di Era Digital dan Konsolidasi Sosial
Bangku Kuning di Depan Kantor Gubernur: Antara Ketertiban dan Ruang Publik

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:12

Ketika Waktu Pulang Bersama Sahabat SMANSA ’87

Senin, 6 Juli 2026 - 10:25

Ngopi, Nobar, dan Sepak Bola

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39

Pedagang Keliling Bersepeda Sambil Menyanyi

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:12

Anak-Anak Mancing di Kolam Renang

Rabu, 22 April 2026 - 09:05

Janji Kopi di Sudut Warkop

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26