CERAKEN.ID- Lombok Barat, 4 Desember 2025 — Suasana Dialog Pemajuan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB) Seri Ke-4 di Hotel Aruna Senggigi, Rabu (3/12), menjadi hidup ketika peserta dari Kabupaten Lombok Barat yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Lalu Maksum, menyampaikan pandangannya melalui lelakaq (pantun Sasak).
Penyampaian bernuansa kearifan lokal itu muncul dalam sesi diskusi yang membahas strategi penguatan nilai budaya di Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara.
Dr. Maksum menyampaikan enam lelakaq yang masing-masing menegaskan pesan pelestarian budaya, relevansi dengan perkembangan teknologi, hingga pentingnya pemerintahan yang berpihak pada nilai-nilai budaya. Ia juga mengaitkan tiap lelakaq dengan dalil naqli dari Al-Qur’an sebagai landasan moral.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam lelakaq pertama berjudul “Lestarikan Budaya”, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi tanpa menolak kemajuan teknologi. Pesan ini diperkuat dengan rujukan QS Al-Baqarah: 170. Sementara lelakaq kedua, “Niat Luhur Budaya”, mengajak generasi muda untuk mempelajari peninggalan leluhur yang sarat makna, dikaitkan dengan QS Al-Baqarah: 189.
Pada lelakaq ketiga, “Pamong Budaya”, Dr. Maksum menyoroti pentingnya memilih pemimpin yang memiliki komitmen terhadap kebudayaan. Ia merujuk QS An-Nisa: 58 mengenai amanah dalam kepemimpinan. Sementara lelakaq keempat, “Hakikat Budaya”, mengingatkan bahwa budaya bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi mencakup seluruh tatanan hidup, dipautkan dengan QS Ar-Rum: 30.
Dua lelakaq terakhir, “Pohon Budaya” dan “Pemajuan Kebudayaan”, menggambarkan budaya sebagai pohon yang perlu akar kuat untuk menghasilkan buah, serta pentingnya menjadikan budaya sebagai tontonan yang memberi tuntunan. Kedua pesan ini dikaitkan dengan QS Ibrahim: 24 dan QS Yasin: 21.
Moderator dialog menyebut penyampaian Dr. Maksum sebagai bentuk kontribusi kreatif yang memperkuat suasana diskusi. “Ini menunjukkan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya dibahas secara teoritis, tetapi juga diekspresikan melalui bentuk-bentuk budaya itu sendiri,” ujar salah satu fasilitator kegiatan.
Dialog Pemajuan Kebudayaan NTB Seri Ke-4 merupakan rangkaian diskusi lintas daerah yang bertujuan merumuskan strategi bersama dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan lembaga kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, serta komunitas budaya dari Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara (Aks).
Penulis : Aks
Editor : Ceraken Editor
Sumber Berita : Liputan































