CERAKEN.ID — Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat kerap merasa sedang bergerak maju secara rasional; mengikuti logika pasar, teknologi, dan efisiensi. Namun, di balik itu semua, ada lapisan yang jarang disadari: dorongan-dorongan tak kasat mata yang justru ikut menentukan arah gerak sosial.
Inilah yang oleh Mantra Ardhana dipahami sebagai ruang unconscious—ketidaksadaran yang hidup, bukan sekadar dalam diri individu, tetapi dalam tubuh kebudayaan itu sendiri.
Konsep ini menemukan artikulasinya yang paling konkret dalam praktik seni. Pada 3–4 April 2026, Mantra Ardhana bersama sejumlah kolaborator menghadirkan pertunjukan seni media baru bertajuk “Organic Mind Unconscious Theory” di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi NTB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertunjukan ini merupakan eksplorasi artistik atas gagasan ketidaksadaran sebagai medan energi kultural dan spiritual yang terus bekerja di balik realitas sehari-hari.
Di atas panggung, konsep tersebut tidak lagi berhenti sebagai wacana, melainkan diterjemahkan ke dalam bahasa visual, suara, dan gerak; menghadirkan pengalaman imersif tentang bagaimana “pikiran organik” manusia berinteraksi dengan memori kolektif yang tak selalu disadari.
Berbeda dengan gagasan unconscious dalam psikoanalisis Sigmund Freud yang menekankan represi dan konflik batin individu, pendekatan ini justru menempatkan ketidaksadaran sebagai ruang yang lebih luas: tempat nilai, mitos, dan spiritualitas bersemayam.
Ia bukan sesuatu yang harus “disembuhkan”, melainkan dipahami sebagai fondasi yang menjaga kesinambungan identitas.
Dalam kehidupan masyarakat, hal ini tampak nyata. Ritual adat, simbol-simbol dalam seni, hingga pola relasi sosial sering kali dijalankan tanpa pertanyaan rasional yang panjang.
Ia hadir sebagai “kebiasaan yang terasa benar”. Dalam perspektif Mantra Ardhana, itulah bentuk kerja ketidaksadaran kolektif, memori budaya yang diwariskan lintas generasi dan terus mengendap dalam praktik sehari-hari.
Pertunjukan “Organic Mind Unconscious Theory” menjadi semacam cermin artistik atas fenomena tersebut. Ia menunjukkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga medium untuk “membaca” lapisan terdalam manusia, lapisan yang sering luput dari kesadaran rasional.
Dalam konteks ini, seni media baru berfungsi sebagai jembatan antara tradisi dan teknologi, antara masa lalu yang mengendap dan masa depan yang terus bergerak.
Di titik ini, pemikiran Mantra Ardhana beririsan dengan konsep collective unconscious dari Carl Jung, yang menyebut adanya lapisan ketidaksadaran bersama berisi arketipe dan simbol universal.
Namun, yang membedakan adalah pijakan lokalnya. Jika Jung berbicara dalam kerangka universal, Mantra Ardhana menegaskan bahwa setiap kebudayaan memiliki “arsip ketidaksadaran” sendiri; yang lahir dari sejarah, lanskap alam, dan pengalaman kolektif masyarakatnya.
Dalam konteks pembangunan dan perubahan sosial, pemahaman ini menjadi penting. Banyak program modernisasi gagal bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan karena mengabaikan dimensi ketidaksadaran budaya.
Ketika kebijakan tidak selaras dengan nilai yang hidup secara laten dalam masyarakat, resistensi muncul; kadang halus, kadang terbuka. Sebaliknya, ketika perubahan mampu membaca dan merangkul lapisan ini, ia lebih mudah diterima sebagai bagian dari kelanjutan, bukan ancaman.
Catatan ini pada akhirnya mengajak kita melihat bahwa masyarakat tidak hanya digerakkan oleh apa yang tampak di permukaan; data, kebijakan, atau keputusan rasional. Ada lapisan yang lebih dalam, tempat budaya bekerja tanpa suara, namun berpengaruh besar.
Melalui panggung seni seperti “Organic Mind Unconscious Theory”, ketidaksadaran itu seolah diberi tubuh; ditampilkan, dirasakan, dan diajak berdialog.
Ketidaksadaran, dalam pemaknaan Mantra Ardhana, bukanlah ruang gelap yang harus diterangi sepenuhnya, melainkan ruang hidup yang perlu dipahami, agar modernitas tidak tercerabut dari akarnya sendiri. (aks)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: liputan


























































