Racing Agen dan Strategi Kepercayaan: Cara Ampenan Menembus Target Nasabah Baru

- Penulis

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Samsuri. Pertumbuhan bisnis dengan mengoptimalkan potensi lokal dan relasi sosial yang ada, capaian yang signifikan dapat diraih. (Foto: ist/ceraken.id)

Samsuri. Pertumbuhan bisnis dengan mengoptimalkan potensi lokal dan relasi sosial yang ada, capaian yang signifikan dapat diraih. (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, PT Pegadaian Cabang Ampenan menunjukkan performa yang mencolok. Berdasarkan Monitoring Pencapaian Nasabah Baru Agen Kantor Wilayah VII Denpasar per 20 April 2026, cabang ini mencatat progres tertinggi dengan capaian 102,80 persen terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari strategi yang terukur sekaligus pendekatan yang membumi.

Di balik capaian itu, terdapat upaya sistematis yang dimulai dari penguatan jejaring agen. Pemimpin Cabang Ampenan, Samsuri, S.Sos., menuturkan bahwa akselerasi kinerja tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia berangkat dari kesadaran bahwa agen merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat.

Langkah awal dimulai pada Februari 2026, ketika pihaknya mengumpulkan agen-agen aktif dari delapan unit pelayanan dalam sebuah mini gathering di The Gade Coffee & Gold Ampenan. Pertemuan itu bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan ruang untuk menyusun strategi bersama melalui program “racing” atau kompetisi kinerja antaragen.

“Kita buat racing dari Februari sampai April 2026,” ujar Samsuri saat ditemui pada Senin, 20 April 2026.

Program ini dirancang sederhana namun efektif: memacu agen untuk berlomba menghadirkan nasabah baru dengan insentif yang jelas. Tiga agen terbaik disiapkan hadiah masing-masing sebesar Rp1 juta, Rp750 ribu, dan Rp500 ribu. Skema ini terbukti mampu membangkitkan semangat kompetisi yang sehat, sekaligus meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Namun, yang lebih menarik dari sekadar kompetisi adalah pendekatan yang digunakan dalam akuisisi nasabah.

Jaringan Sosial sebagai Modal Utama

Alih-alih mengandalkan promosi konvensional semata, Cabang Ampenan mendorong agen untuk memanfaatkan lingkaran sosial terdekat. Nasabah baru, menurut Samsuri, umumnya berasal dari keluarga, teman, hingga lingkungan sekitar; kanan, kiri, depan, dan belakang tempat tinggal agen.

Strategi ini mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki kekuatan besar: kepercayaan. Dalam konteks masyarakat lokal, hubungan personal sering kali menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan keuangan. Ketika layanan diperkenalkan oleh orang yang dikenal, resistensi cenderung lebih rendah dan proses adopsi menjadi lebih cepat.

Pendekatan berbasis komunitas ini menjadikan agen bukan sekadar perpanjangan tangan perusahaan, melainkan juga duta kepercayaan di lingkungannya. Mereka tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menjembatani pemahaman masyarakat terhadap layanan Pegadaian.

Baca Juga :  Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, Cabang Ampenan juga menghadirkan Pendamping Agen Pegadaian (PAP). Peran PAP menjadi krusial karena tidak hanya memberikan penguatan product knowledge, tetapi juga melakukan kunjungan langsung ke agen untuk memastikan komunikasi berjalan efektif.

Keberadaan PAP melengkapi komunikasi digital yang selama ini terjalin melalui grup WhatsApp internal. Jika grup berfungsi sebagai media koordinasi cepat, maka PAP hadir sebagai solusi yang lebih personal dan mendalam.

Selain itu, aspek pendukung seperti kelengkapan atribut agen—mulai dari name tag, spanduk, hingga brosur—tidak luput dari perhatian. Detail-detail ini dinilai penting dalam membangun kredibilitas dan meyakinkan calon nasabah bahwa agen tersebut merupakan mitra resmi Pegadaian.

Pendekatan berbasis komunitas menjadikan agen bukan sekadar perpanjangan tangan perusahaan, melainkan juga duta kepercayaan di lingkungannya (Foto: ist/ceraken.id)

Dalam kerangka yang lebih luas, Samsuri menegaskan bahwa fluktuasi Out Standing Loan (OSL) merupakan hal yang wajar. Namun, indikator kinerja utama (KPI), khususnya terkait pertumbuhan nasabah, harus terus menunjukkan tren peningkatan.

“April belum selesai, harapannya di semua outlet tercapai 110 persen,” katanya optimistis.

Tiga Pilar Agen dan Ekosistem Layanan

Keberhasilan Cabang Ampenan juga tidak lepas dari pemahaman yang baik terhadap struktur dan peran agen. Secara umum, terdapat tiga jenis agen Pegadaian: Agen Gadai, Agen Pembayaran, dan Agen Pemasaran.

Agen Gadai merupakan jenis agen dengan layanan paling lengkap. Mereka dapat melakukan transaksi pemasaran, pembayaran, hingga menerima barang jaminan untuk produk gadai, baik konvensional maupun syariah. Dengan cakupan layanan yang luas, agen jenis ini juga memperoleh potensi pendapatan yang lebih besar melalui berbagai skema sharing fee.

Sementara itu, Agen Pembayaran berfokus pada transaksi finansial seperti pembayaran angsuran, top up tabungan emas, serta berbagai layanan payment point lainnya. Meski ruang lingkupnya lebih spesifik, peran agen ini sangat vital dalam menjaga kemudahan akses layanan bagi nasabah.

Adapun Agen Pemasaran bertugas memperluas jangkauan produk dengan mencari nasabah baru. Mereka menjadi ujung tombak dalam ekspansi pasar, dengan insentif berupa sharing fee dari setiap produk yang berhasil dipasarkan.

Baca Juga :  Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Dalam praktiknya, satu agen dapat menjalankan lebih dari satu peran. Samsuri mencontohkan sosok Buyung Saifullah, yang mampu menjalankan fungsi sebagai Agen Gadai, Pembayaran, sekaligus Pemasaran. Model seperti ini dinilai ideal karena memungkinkan layanan yang lebih cepat dan terintegrasi langsung di lapangan.

Saat ini, komposisi agen di Cabang Ampenan masih didominasi oleh Agen Pembayaran. Namun, perusahaan secara bertahap mendorong peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan (diklat), agar lebih banyak agen dapat naik level menjadi Agen Gadai.

Transformasi ini penting, mengingat Agen Gadai memiliki peran strategis dalam memperluas layanan inti Pegadaian. Semakin banyak agen dengan kapabilitas lengkap, semakin luas pula jangkauan layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Menjadi agen Pegadaian sendiri menawarkan sejumlah keuntungan yang cukup menarik. Selain potensi pendapatan tambahan dari sharing fee, agen juga memiliki fleksibilitas waktu dalam melayani nasabah, bahkan di luar jam operasional kantor cabang. Dukungan aplikasi digital turut mempermudah proses transaksi, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan.

Di sisi lain, status sebagai mitra resmi Pegadaian memberikan nilai tambah dalam hal kredibilitas. Bagi pelaku usaha kecil maupun individu, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha yang dijalankan.

Tentu, untuk menjadi agen, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti memiliki tempat usaha atau domisili yang layak, perangkat pendukung seperti smartphone dan akses internet, serta kesiapan untuk mengikuti pelatihan. Proses pendaftaran pun kini semakin mudah, baik melalui aplikasi Pegadaian Digital maupun langsung ke kantor cabang terdekat.

Melalui kombinasi strategi kompetisi, pendekatan berbasis kepercayaan, serta penguatan kapasitas agen, Cabang Ampenan berhasil menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak selalu harus bertumpu pada ekspansi besar-besaran. Justru, dengan mengoptimalkan potensi lokal dan relasi sosial yang ada, capaian yang signifikan dapat diraih.

Di tengah target yang terus bergerak, satu hal yang menjadi benang merah adalah konsistensi. Bahwa di balik angka 102,80 persen, terdapat kerja kolektif yang terencana, dan keyakinan bahwa dengan strategi yang tepat, angka itu bukanlah puncak, melainkan pijakan menuju capaian berikutnya. (aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA