Mataram Innovation Week: Ketika Kota Bertumbuh Lewat Kolaborasi Global

Rabu, 29 April 2026 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram Innovation Week, cara pandang baru dalam membangun kota: keberanian untuk berkolaborasi (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

Mataram Innovation Week, cara pandang baru dalam membangun kota: keberanian untuk berkolaborasi (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Pemerintah Kota Mataram menegaskan bahwa pembangunan kota di era modern tidak lagi dapat dilakukan secara tertutup dan berjalan sendiri. Tantangan perkotaan yang semakin kompleks; mulai dari penguatan sumber daya manusia, transformasi digital, hingga pembangunan ekonomi kreatif, menuntut adanya kolaborasi lintas batas yang nyata dan berkelanjutan.

Semangat itulah yang menjadi dasar pelaksanaan Mataram Innovation Week, sebuah agenda yang oleh Pemerintah Kota Mataram tidak diposisikan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai ruang strategis untuk pertukaran keahlian (expertise exchange) antara Kota Mataram dan New Orleans, Amerika Serikat.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., saat menerima kunjungan Vice President The Beach Research and Technology Foundation (BRTF), University of New Orleans, Shafin Khan, dalam rangkaian kegiatan Reciprocal Project – Mataram Innovation Week, Selasa (28/04), di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Pemerintah Kota Mataram, kunjungan ini bukan hanya agenda diplomatik biasa. Ia menjadi simbol bahwa kota ini sedang menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap terhubung dengan jejaring global, sekaligus membuka ruang belajar dari pengalaman kota lain di dunia.

“Mataram Innovation Week bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi ruang expertise exchange antara Kota Mataram dan New Orleans. Dua kota yang berbeda secara geografis, namun memiliki semangat yang sama dalam membangun kreativitas dan ketangguhan,” ujar Mohan Roliskana.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kesamaan kondisi, tetapi justru dapat tumbuh dari keberanian untuk saling belajar di tengah perbedaan.

Dari Pertemuan Menuju Ekosistem Inovasi

Dalam pandangan Wali Kota, hubungan antara Mataram dan New Orleans membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar berbagi pengalaman administratif. Pertemuan ini dapat menjadi titik awal lahirnya pendekatan-pendekatan baru yang lebih relevan dalam menjawab persoalan perkotaan masa kini.

Baca Juga :  Mengunci Aset, Membuka Manfaat: Langkah Mataram Menata Kepastian di Tengah Pertumbuhan Kota

Setiap kota memiliki tantangannya sendiri. Namun persoalan seperti ketahanan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, keberlanjutan lingkungan, hingga adaptasi terhadap perubahan sosial merupakan isu universal yang membutuhkan gagasan segar dan keberanian berinovasi.

Karena itu, kolaborasi internasional seperti ini menjadi penting. Pemerintah Kota Mataram melihat bahwa kesamaan semangat antara kedua kota merupakan fondasi kuat untuk membangun kerja sama jangka panjang, khususnya dalam penguatan ekosistem inovasi.

Mohan menambahkan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya menyasar sektor pemerintahan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan talenta muda, penguatan komunitas kreatif, serta lahirnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Mataram Innovation Week sendiri merupakan inisiatif dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Mataram yang menjadi bagian dari program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Professional Fellowship, dengan dukungan dari Department of State Amerika Serikat.

Program ini menjadi contoh bahwa ASN tidak hanya berperan sebagai pelaksana birokrasi, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan inovasi pemerintahan. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana birokrasi dapat bergerak lebih dinamis, adaptif, dan terbuka terhadap jejaring internasional.

“Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal dalam membangun innovation hub yang mampu menghubungkan ide, talenta, dan solusi,” terang Wali Kota.

Konsep innovation hub menjadi sangat penting dalam konteks pembangunan kota modern. Ia bukan hanya ruang fisik, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda untuk bersama-sama menciptakan solusi.

Mataram dan Masa Depan Kota yang Adaptif

Sebagai ibu kota Provinsi NTB, Mataram memiliki modal besar untuk berkembang menjadi kota inovatif. Dengan jumlah penduduk lebih dari 452 ribu jiwa dan dominasi usia produktif, kota ini memiliki energi sosial yang kuat untuk terus bergerak maju.

Bonus demografi ini menjadi peluang besar, tetapi sekaligus tantangan serius. Tanpa ruang inovasi yang memadai, potensi tersebut dapat berubah menjadi beban pembangunan. Sebaliknya, jika dikelola dengan tepat, generasi produktif dapat menjadi kekuatan utama transformasi kota.

Baca Juga :  Menjaga Keseimbangan di Tengah Badai: Capaian Mataram di Tahun Penuh Ujian

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Mataram menunjukkan capaian yang cukup signifikan dalam penguatan inovasi daerah. Hal ini tercermin dari peningkatan indeks inovasi dalam Innovative Government Awards (IGA), hingga akhirnya meraih predikat “Kota Sangat Inovatif” pada tahun 2025.

Predikat tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan indikator bahwa tata kelola pemerintahan mulai bergerak menuju pola yang lebih responsif, kreatif, dan berorientasi pada solusi.

Namun, tantangan sesungguhnya bukanlah meraih penghargaan, melainkan menjaga konsistensi inovasi agar benar-benar dirasakan masyarakat. Inovasi tidak boleh berhenti pada lomba dan laporan, tetapi harus hadir dalam pelayanan publik yang lebih baik, akses ekonomi yang lebih luas, serta kualitas hidup warga yang meningkat.

Melalui pendekatan kolaboratif seperti Mataram Innovation Week, Pemerintah Kota Mataram berharap akan lahir gagasan-gagasan baru yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki perspektif global.

Jejaring internasional menjadi penting karena masa depan kota tidak lagi ditentukan hanya oleh kebijakan internal, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Kota yang terbuka terhadap kolaborasi akan lebih siap menghadapi dinamika zaman.

Kunjungan Vice President BRTF University of New Orleans, Shafin Khan, menjadi penanda bahwa Mataram sedang melangkah ke arah itu. Kota ini tidak hanya membangun dari dalam, tetapi juga aktif membuka diri terhadap pertukaran gagasan dan kerja sama internasional.

Di tengah perubahan dunia yang cepat, kota yang bertahan bukanlah kota yang paling besar, melainkan kota yang paling adaptif. Dan adaptif berarti bersedia belajar, mendengar, serta menjalin kemitraan yang saling menguatkan.

Mataram Innovation Week pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah agenda, melainkan tentang cara pandang baru dalam membangun kota: bahwa masa depan tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari keberanian untuk berkolaborasi. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: ppid kota mataram

Berita Terkait

Membaca LKPJ sebagai Cermin Harapan Kota Mataram
Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Kunci Menjaga Arah Pembangunan
Arus Balik, Sejarah yang Selalu Berulang
Friday Relax dan Kota yang Ingin Bernapas
Menata Kota, Menjaga Nafas Ekonomi: Harmoni Kolaborasi di Lapangan Malomba
Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah
Menjemput Kemandirian Fiskal: Jalan Kreatif Kota Mataram
Mataram Tanpa Sekat: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:00 WITA

Membaca LKPJ sebagai Cermin Harapan Kota Mataram

Rabu, 29 April 2026 - 14:40 WITA

Mataram Innovation Week: Ketika Kota Bertumbuh Lewat Kolaborasi Global

Senin, 27 April 2026 - 23:18 WITA

Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Kunci Menjaga Arah Pembangunan

Minggu, 26 April 2026 - 16:18 WITA

Arus Balik, Sejarah yang Selalu Berulang

Sabtu, 25 April 2026 - 13:00 WITA

Friday Relax dan Kota yang Ingin Bernapas

Berita Terbaru

Rekomendasi ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada capaian angka, tetapi harus bergerak menuju kualitas hidup yang nyata (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Membaca LKPJ sebagai Cermin Harapan Kota Mataram

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:00 WITA

Mataram Innovation Week, cara pandang baru dalam membangun kota: keberanian untuk berkolaborasi (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Mataram Innovation Week: Ketika Kota Bertumbuh Lewat Kolaborasi Global

Rabu, 29 Apr 2026 - 14:40 WITA

Birokrasi tidak boleh berhenti pada urusan administratif semata (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Kunci Menjaga Arah Pembangunan

Senin, 27 Apr 2026 - 23:18 WITA