CERAKEN.ID — Langkah Pemerintah Kota Mataram dalam menata wajah kota kembali menunjukkan arah yang tidak sekadar administratif, tetapi juga bernuansa strategis dan humanis.
Audiensi antara Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Aseptri Prabowo, menjadi cermin bagaimana tata kelola kota hari ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Di tengah dinamika urban yang terus berkembang, ruang dialog seperti ini menghadirkan harapan akan lahirnya kebijakan yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi juga terasa adil di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut mengerucut pada satu titik penting: Lapangan Legenda Malomba. Sebuah ruang publik yang selama ini hidup dengan berbagai aktivitas masyarakat, sekaligus menyimpan potensi besar sebagai wajah representatif kota.
Tidak berlebihan jika kawasan ini dipandang sebagai simpul strategis, tempat di mana estetika kota, fungsi sosial, dan denyut ekonomi bertemu dalam satu lanskap yang dinamis.
Ruang Publik sebagai Wajah Peradaban Kota
Penataan Lapangan Malomba bukan sekadar soal memperindah ruang atau menertibkan tata letak. Lebih dari itu, ia menyangkut bagaimana kota memaknai ruang publik sebagai bagian dari identitas peradaban. Kota yang baik bukan hanya yang tertib secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan rasa nyaman, inklusif, dan berdaya guna bagi warganya.
Dalam konteks ini, langkah Pemerintah Kota Mataram patut diapresiasi. Ada kesadaran bahwa ruang publik harus menjadi milik bersama, bukan hanya bagi pejalan kaki atau pengguna fasilitas, tetapi juga bagi pelaku ekonomi kecil yang menggantungkan hidupnya di sana.
Penataan yang dirancang tidak menghapus keberadaan, melainkan mengelola agar semua pihak tetap memiliki ruang yang layak.
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dari sekadar penertiban menuju penataan berbasis keberlanjutan. Kota tidak lagi dilihat sebagai objek yang harus dikendalikan, melainkan sebagai ekosistem yang perlu dijaga keseimbangannya.
UMKM dan Denyut Ekonomi yang Dijaga
Salah satu aspek paling krusial dalam pembahasan tersebut adalah keberadaan pelaku UMKM di sekitar Lapangan Malomba. Mereka bukan sekadar pelengkap suasana, melainkan bagian penting dari denyut ekonomi lokal. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan dengan pendekatan humanis menjadi kunci agar kebijakan tidak menimbulkan resistensi sosial.
Di sinilah letak kekuatan dari langkah yang diambil. Pemerintah tidak menempatkan UMKM sebagai masalah, melainkan sebagai mitra yang perlu diakomodasi. Penertiban yang dirancang tetap memberi ruang bagi mereka untuk beraktivitas, namun dalam tata kelola yang lebih rapi, nyaman, dan berkelanjutan.
Pendekatan solutif ini mencerminkan keberpihakan yang cerdas. Alih-alih mematikan usaha kecil, kebijakan justru diarahkan untuk memperkuat mereka melalui penataan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, estetika kota meningkat tanpa mengorbankan sumber penghidupan masyarakat.
Lebih jauh, sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dan Lanal Mataram juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas institusi membuka peluang lahirnya solusi yang lebih komprehensif; menggabungkan aspek keamanan, ketertiban, hingga pengembangan ekonomi.
Secara keseluruhan, langkah ini layak mendapatkan tanggapan positif. Pemerintah Kota Mataram tidak hanya menunjukkan komitmen dalam menata kota, tetapi juga keberanian untuk mengedepankan pendekatan yang berimbang antara estetika dan ekonomi.
Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Lapangan Malomba akan menjadi model penataan ruang publik yang inspiratif; tidak hanya bagi Mataram, tetapi juga bagi kota-kota lain yang tengah mencari bentuk terbaik dalam merawat ruang dan warganya.
Pada akhirnya, kota yang baik bukan hanya yang terlihat indah, tetapi juga yang mampu merangkul semua kepentingan di dalamnya. Dan dari Malomba, kita melihat bahwa arah itu sedang diupayakan dengan sungguh-sungguh. (*)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: akun ppid kota mataram


























































