Menyatukan Arah, Menguatkan Langkah: Mataram dalam Orkestrasi Pembangunan NTB

Kamis, 16 April 2026 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran Mohan Roliskana dalam Musrenbang NTB 2026 menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kota Mataram untuk terus berperan aktif dalam orkestrasi pembangunan daerah (Foto: pemkot mataram /ceraken.id)

Kehadiran Mohan Roliskana dalam Musrenbang NTB 2026 menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kota Mataram untuk terus berperan aktif dalam orkestrasi pembangunan daerah (Foto: pemkot mataram /ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram, 16 April 2026 — Upaya menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah kota dan provinsi kembali ditegaskan dalam forum strategis Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bertempat di Hotel Lombok Raya, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan masa depan pembangunan daerah secara terpadu.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, hadir langsung dalam acara puncak tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam menyelaraskan kebijakan dengan arah pembangunan Provinsi NTB, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kehadiran kepala daerah di forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan secara parsial. Dibutuhkan kesatuan visi dan langkah agar setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyatukan Visi, Meneguhkan Kolaborasi

Musrenbang NTB 2026 menjadi momentum krusial dalam mengintegrasikan berbagai kepentingan lintas wilayah. Dengan mengusung semangat “Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia”, forum ini tidak hanya menyelaraskan program, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Bagi Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi, peran ini menjadi semakin strategis. Mataram tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga sebagai simpul yang menghubungkan berbagai kepentingan pembangunan di NTB.

Partisipasi aktif Pemerintah Kota Mataram mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan provinsi sangat ditentukan oleh kekuatan koordinasi antarwilayah. Tanpa sinergi yang solid, program-program unggulan berisiko berjalan sendiri-sendiri dan kehilangan dampak maksimal.

Fokus Pembangunan: Dari Kemiskinan hingga Kemandirian

Dalam perencanaan pembangunan tahun 2027, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan sejumlah prioritas utama yang menjadi arah kebijakan bersama. Salah satu fokus paling mendasar adalah akselerasi pengentasan kemiskinan, termasuk upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai satu digit secara merata.

Baca Juga :  Jejak Sunyi di Monjok: Ketika Pelayanan Publik Menyentuh Batas Kehidupan

Kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus bersifat inklusif, tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga memastikan pemerataan hasil pembangunan. Dalam konteks ini, peran pemerintah kota menjadi krusial sebagai pelaksana langsung berbagai program di lapangan.

Selain itu, penguatan ketahanan pangan dan energi menjadi prioritas penting. Langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian daerah di tengah ketidakpastian global.

NTB, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, diarahkan untuk tidak lagi hanya menjadi produsen bahan mentah. Melalui pengembangan ekosistem industri agromaritim, pemerintah mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian dan kelautan. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.

Pariwisata Berkelanjutan dan Peran Masyarakat

Di sektor pariwisata, arah pembangunan NTB semakin menekankan prinsip keberlanjutan. Tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan bahwa pengembangan destinasi tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal.

Pendekatan ini menjadi penting mengingat NTB memiliki sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan konsep pariwisata berkelanjutan, NTB berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem.

Bagi Kota Mataram, sektor ini juga memiliki implikasi langsung. Sebagai pintu gerbang utama wisatawan ke Pulau Lombok, Mataram dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan, infrastruktur, serta kesiapan masyarakat dalam mendukung industri pariwisata.

Desa sebagai Basis Transformasi

Salah satu strategi unggulan yang kembali ditekankan dalam Musrenbang adalah program Desa Berdaya. Pendekatan berbasis desa ini diyakini sebagai cara paling efektif dalam mempercepat pengurangan kemiskinan ekstrem secara inklusif.

Melalui program ini, desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang memiliki peran aktif dalam menentukan arah pembangunan mereka sendiri. Intervensi yang dilakukan pun disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Baca Juga :  Di Bawah Terop Kebersamaan: Halalbihalal yang Menghangatkan Birokrasi Mataram

Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan, memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau hingga ke tingkat akar rumput.

Komitmen Mataram dalam Orkestrasi Pembangunan

Kehadiran Mohan Roliskana dalam Musrenbang NTB 2026 menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kota Mataram untuk terus berperan aktif dalam orkestrasi pembangunan daerah.

Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran dalam forum, tetapi juga melalui keselarasan program dan kebijakan yang dirancang di tingkat kota. Pemerintah Kota Mataram berupaya memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga sejalan dengan arah pembangunan provinsi.

Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta harmonisasi kebijakan yang mampu mempercepat pencapaian target pembangunan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Menuju NTB yang Terintegrasi dan Berdaya Saing

Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan instrumen strategis dalam merancang masa depan daerah. Di dalamnya, berbagai gagasan, aspirasi, dan kepentingan disatukan menjadi arah kebijakan yang terukur dan berorientasi pada hasil.

Bagi NTB, forum ini menjadi titik temu antara visi besar dan realitas lapangan. Sementara bagi Kota Mataram, partisipasi aktif dalam Musrenbang menegaskan perannya sebagai bagian integral dari upaya besar membangun NTB yang lebih makmur, inklusif, dan berdaya saing.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, langkah menuju “NTB Makmur Mendunia” tidak lagi menjadi sekadar slogan, tetapi sebuah proses kolektif yang dijalankan bersama—dari tingkat provinsi hingga ke desa, dari perencanaan hingga implementasi nyata di tengah masyarakat. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah
Menjemput Kemandirian Fiskal: Jalan Kreatif Kota Mataram
Mataram Tanpa Sekat: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman
Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci
Di Antara Kata dan Bunyi: Menafsir Ampenan Groove
Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas
Membangun Kota Berbasis Data: Langkah Mataram Menuju Tata Kelola Modern
“Ampenan Groove”: Jejak Puisi, Ritme, dan Energi dari Tepi Kota Lama

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:10 WITA

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 10:57 WITA

Menjemput Kemandirian Fiskal: Jalan Kreatif Kota Mataram

Senin, 20 April 2026 - 10:00 WITA

Mataram Tanpa Sekat: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman

Minggu, 19 April 2026 - 17:19 WITA

Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci

Jumat, 17 April 2026 - 07:58 WITA

Di Antara Kata dan Bunyi: Menafsir Ampenan Groove

Berita Terbaru

Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap keterbatasan anggaran. Ia mencerminkan upaya untuk membangun fondasi keuangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:10 WITA

SOSIAL EKONOMI

ITDC Dukung Media Gathering JMSI NTB di Kawasan Mandalika

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:43 WITA