CERAKEN.ID — Dari Sukabumi, Soni Hendrawan menyampaikan kesaksiannya atas sebuah karya yang tak sekadar album musik, melainkan perjalanan rasa: Ampenan Groove. Extended Play (mini album) karya Pipiet Tripitaka ini resmi dirilis pada 27 Maret 2026 dan langsung merambah berbagai platform streaming seperti Spotify, Apple Music, serta YouTube Music.
Dalam lanskap musik yang kerap dibanjiri karya instan, Ampenan Groove hadir dengan pendekatan yang berbeda: memusikalisasi puisi sebagai inti ekspresi. Lima puisi terpilih—Puspa, Terkoyak Ujung Mimpi, Kutulis Kata Maaf, Kereta Langit Sudah Datang, dan Selamat Jalan Kawan—dirangkai menjadi satu kesatuan narasi yang utuh.
Setiap judul bukan sekadar lagu, melainkan fragmen perjalanan batin yang dituturkan melalui harmoni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memberi Ruang Kontemplasi
Bagi Soni Hendrawan, karya ini memiliki daya tarik yang tidak hanya terletak pada kekuatan lirik, tetapi juga pada kematangan musikalitasnya. Ia melihat bagaimana puisi yang pada dasarnya sunyi dan personal, mampu diterjemahkan menjadi bunyi yang hidup, komunikatif, dan dekat dengan pendengar.
Peran kriszappa sebagai produser sekaligus art director menjadi kunci dalam membentuk identitas Ampenan Groove. Di tangannya, keseluruhan komposisi terasa memiliki karakter khas: interaksi ritme yang kuat dengan nuansa funky yang santai, namun tetap menjaga kedalaman makna.
Musik tidak mendominasi puisi, melainkan berjalan berdampingan, menguatkan suasana tanpa menghilangkan ruh kata-kata.
Soni mencermati bagaimana struktur musikal dalam mini album ini mampu menjaga keseimbangan antara kompleksitas dan kenyamanan. Ritme yang mengalir membuat pendengar tidak merasa terbebani, sementara lapisan-lapisan bunyi memberi ruang kontemplasi.
Inilah yang menjadikan Ampenan Groove tidak mudah membosankan, bahkan setelah didengarkan berulang kali.
Lebih jauh, ia menyoroti karakter vokal yang kuat dan khas dalam setiap lagu. Vokal tersebut bukan sekadar alat penyampai lirik, tetapi menjadi medium ekspresi yang membangun energi positif.
Dalam beberapa bagian, suara terasa seperti sedang “bercerita”—membawa pendengar masuk ke dalam ruang emosional yang intim, seolah puisi itu dibacakan secara personal.
Sebagai seorang pendidik, seniman kriya tekstil celepan, pemusik gitar bambu, sekaligus musikalisator—sebutan yang ia pilih untuk menegaskan praktik memusikalisasi puisi—Soni melihat Ampenan Groove sebagai contoh penting bagaimana lintas disiplin seni dapat bertemu dan saling menguatkan.
Baginya, musikalisasi puisi bukan hanya soal mengubah teks menjadi lagu, tetapi juga tentang bagaimana menjaga esensi puisi sambil membuka ruang tafsir baru melalui bunyi.
Memperkaya Pengalaman Estetika
Kehadiran karya ini juga mengingatkan bahwa puisi masih memiliki tempat dalam ekosistem seni kontemporer, terutama ketika dikemas dengan pendekatan yang segar. Ampenan Groove menjadi bukti bahwa sastra dan musik tidak harus berjalan di jalur yang terpisah.
Justru, ketika keduanya bertemu, lahir kemungkinan-kemungkinan baru yang memperkaya pengalaman estetika.
Di tengah arus globalisasi musik digital, karya seperti ini menawarkan alternatif: sebuah ruang dengar yang tidak terburu-buru, yang mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan meresapi. Ada keheningan di antara nada, ada makna di balik lirik, dan ada perjalanan yang pelan namun pasti mengendap dalam ingatan.
Kesaksian Soni Hendrawan dari Sukabumi menjadi penegas bahwa Ampenan Groove bukan hanya karya lokal yang lahir dari ruang geografis tertentu, tetapi juga memiliki resonansi yang melampaui batas wilayah.
Ia berbicara kepada siapa saja yang mau mendengar, tentang kehilangan, harapan, penyesalan, dan perpisahan, tema-tema yang universal dalam kehidupan manusia.
Pada akhirnya, Ampenan Groove adalah tentang perjumpaan: antara puisi dan musik, antara kata dan bunyi, serta antara pencipta dan pendengar.
Dari Ampenan, sebuah kawasan yang sarat sejarah di Lombok, gema itu kini menjangkau ruang-ruang digital, membawa pesan bahwa seni, dalam bentuk paling jujur, selalu menemukan jalannya untuk sampai. (aks)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: liputan


























































