Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas

- Penulis

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Di tengah kompleksitas tantangan pemerintahan modern, integritas menjadi kompas yang menjaga arah kebijakan tetap berpihak pada kepentingan publik (Foto: pemkot mataram/ ceraken.id)

Di tengah kompleksitas tantangan pemerintahan modern, integritas menjadi kompas yang menjaga arah kebijakan tetap berpihak pada kepentingan publik (Foto: pemkot mataram/ ceraken.id)

CERAKEN.ID — Di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan akuntabel, upaya menanamkan nilai integritas menjadi semakin krusial. Kesadaran inilah yang mendorong Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri menggelar Live Talk Show bertema “Kepemimpinan Berintegritas: Antara Godaan Kekuasaan dan Amanah Publik” pada Kamis (16/04/2026).

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi, Wawan Wardiana, Inspektur Jenderal Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono.

Lebih dari sekadar diskusi, talkshow ini menjadi ruang refleksi kolektif tentang bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan: bukan sebagai alat kepentingan, melainkan sebagai amanah publik yang harus dijaga dengan integritas tinggi.

Integritas sebagai Fondasi Kepemimpinan

Dalam berbagai paparan yang disampaikan, benang merah yang mengemuka adalah bahwa integritas bukan sekadar nilai normatif, melainkan fondasi utama dalam setiap praktik kepemimpinan. Tanpa integritas, kekuasaan berpotensi menyimpang dari tujuan utamanya, yakni melayani masyarakat.

Godaan kekuasaan, baik dalam bentuk penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, maupun praktik koruptif, menjadi tantangan nyata yang dihadapi oleh aparatur pemerintah. Oleh karena itu, penguatan karakter dan etika kepemimpinan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Talkshow ini menekankan bahwa integritas harus dibangun sejak dini dan dipelihara secara konsisten. Ia tidak hanya hadir dalam kebijakan besar, tetapi juga tercermin dalam keputusan sehari-hari, sekecil apa pun.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Selain itu, profesionalisme dan akuntabilitas juga menjadi pilar penting. Aparatur dituntut untuk tidak hanya bekerja secara efektif, tetapi juga transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Komitmen Mataram dalam Penguatan Tata Kelola

Keseriusan dalam memperkuat integritas juga tercermin dari partisipasi aktif Pemerintah Kota Mataram dalam kegiatan ini. Wakil Wali Kota Mataram, Mujiburrahman, mengikuti talkshow secara daring dari Command Center Kota Mataram, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam forum ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur. Pemerintah Kota Mataram menyadari bahwa tata kelola pemerintahan yang baik tidak dapat terwujud tanpa sumber daya manusia yang berintegritas.

Melalui forum semacam ini, aparatur diajak untuk terus memperbarui perspektif, memahami tantangan baru, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Partisipasi ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun birokrasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Integritas tidak lagi dipandang sebagai jargon, tetapi sebagai praktik nyata yang harus diwujudkan dalam setiap lini pelayanan.

Kota Antikorupsi dan Tantangan Konsistensi

Komitmen Mataram dalam membangun pemerintahan yang bersih bukan tanpa dasar. Pada tahun 2025, Kota Mataram ditetapkan sebagai salah satu dari tiga kota di Indonesia yang menjadi percontohan Kota Antikorupsi.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Predikat ini menjadi pencapaian sekaligus tantangan. Di satu sisi, ia menunjukkan keberhasilan dalam membangun sistem dan budaya integritas. Namun di sisi lain, ia menuntut konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan standar yang telah dicapai.

Menjadi kota percontohan berarti harus siap menjadi rujukan, sekaligus terbuka terhadap evaluasi publik. Setiap kebijakan, program, dan layanan harus mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari praktik korupsi.

Dalam konteks ini, kegiatan seperti talkshow yang digelar BPSDM Kemendagri memiliki peran strategis. Ia tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga menjadi pengingat bahwa integritas adalah proses yang harus terus dijaga.

Pemerintah Kota Mataram menempatkan penguatan budaya integritas sebagai bagian integral dari reformasi birokrasi. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas aparatur, penguatan sistem pengawasan, serta pembangunan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan.

Di tengah kompleksitas tantangan pemerintahan modern, integritas menjadi kompas yang menjaga arah kebijakan tetap berpihak pada kepentingan publik. Mataram, melalui berbagai langkah strategisnya, menunjukkan bahwa membangun pemerintahan yang bersih bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan keberanian.

Talkshow ini menjadi salah satu penanda bahwa upaya tersebut terus bergerak—menguatkan nilai, memperteguh prinsip, dan memastikan bahwa kekuasaan tetap berada dalam koridor amanah yang sesungguhnya. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA