CERAKEN.ID — Di ruang kerja itu, percakapan tentang masa depan kota berlangsung tanpa hiruk-pikuk seremoni. Tidak ada peluncuran aplikasi, tidak pula layar besar penuh presentasi teknologi.
Namun dari meja pertemuan di Bale Kota Mataram, Kamis, 21 Mei 2026, sebuah gagasan besar mulai dijajaki: bagaimana pelayanan publik di masa depan dapat hadir lebih sederhana, lebih terintegrasi, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Mataram membuka peluang kolaborasi pengembangan layanan digital melalui penawaran kerja sama pembangunan super app pelayanan publik terintegrasi. Sebuah langkah yang memperlihatkan bagaimana transformasi digital pemerintahan kini bergerak melampaui batas-batas administratif daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. M. Ramadhani, didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Abdul Manan serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Nurmila A., menyambut langsung kunjungan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, bersama jajaran.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Tetapi di balik suasana santai itu, tersimpan pembicaraan serius tentang arah pembangunan kota di era digital.
Super App dan Gagasan Kota yang Terkoneksi
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah smart city sering terdengar dalam wacana pembangunan daerah. Namun tidak sedikit kota yang masih terjebak pada simbol-simbol teknologi tanpa benar-benar menghadirkan kemudahan nyata bagi masyarakat.
Karena itu, gagasan pengembangan super app menjadi menarik. Konsep ini mencoba mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan ke dalam satu aplikasi terpusat agar masyarakat tidak perlu berpindah-pindah platform untuk mengakses layanan publik.
Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan super app Kota Mataram yang mengadopsi sistem layanan digital milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sistem tersebut selama ini dikenal menghubungkan berbagai layanan publik, mulai dari kesehatan, transportasi, layanan sosial, hingga kebutuhan masyarakat lainnya dalam satu platform digital.
Bagi Kota Mataram, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mempercepat transformasi digital pemerintahan. Tidak hanya menghadirkan layanan yang lebih praktis, tetapi juga memperkuat tata kelola berbasis data dan teknologi.
Kepala Diskominfo Kota Mataram, H. M. Ramadhani, menilai pengembangan layanan digital harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar mempermudah pelayanan dan memperkuat konektivitas antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa teknologi dalam pemerintahan tidak lagi dipahami sebagai proyek formalitas modernisasi, melainkan alat untuk mempercepat pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
Kolaborasi Antar Daerah di Era Transformasi Digital
Pertemuan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Mataram juga memperlihatkan perubahan cara daerah membangun inovasi. Jika sebelumnya setiap daerah cenderung berjalan sendiri-sendiri, kini kolaborasi menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
DKI Jakarta menawarkan pengalaman dan infrastruktur digital yang telah lebih dahulu berkembang, sementara Kota Mataram memperlihatkan kesiapan untuk mengadaptasi inovasi sesuai kebutuhan lokal masyarakatnya.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyebut kolaborasi digital antardaerah menjadi penting agar transformasi teknologi tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
“Ekosistem digital pemerintahan harus dibangun secara kolaboratif agar seluruh daerah memiliki kesempatan yang sama dalam menghadirkan pelayanan publik berbasis teknologi,” katanya.
Pandangan itu menunjukkan bahwa masa depan kota-kota di Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan anggaran atau infrastruktur fisik, tetapi juga kemampuan membangun jejaring inovasi dan berbagi pengetahuan.
Jika kerja sama ini terlaksana, masyarakat Kota Mataram berpotensi menikmati layanan publik yang lebih cepat, sederhana, dan terintegrasi hanya melalui satu aplikasi. Sebuah langkah yang secara perlahan mengubah hubungan antara warga dan pemerintah menjadi lebih praktis serta responsif.
Hackathon dan Ruang Baru Inovasi Pemerintahan
Selain menawarkan kerja sama pengembangan super app, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mensosialisasikan rencana pelaksanaan kegiatan hackathon yang akan melibatkan seluruh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.
Kegiatan itu bukan sekadar kompetisi teknologi. Ia menjadi ruang baru bagi pemerintah daerah untuk membangun budaya inovasi digital yang lebih terbuka dan partisipatif.
Melalui hackathon tersebut, setiap daerah diberikan kesempatan menyusun ide dan rancangan aplikasi inovatif yang dapat mendukung percepatan transformasi digital di wilayah masing-masing. Ide terbaik nantinya akan direalisasikan menjadi aplikasi nyata secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem digital pemerintahan daerah.
Bagi banyak daerah, langkah ini penting karena transformasi digital sering kali terbentur keterbatasan sumber daya, baik anggaran maupun tenaga ahli teknologi informasi.
Di titik inilah kolaborasi menjadi kata kunci. Pemerintah daerah tidak lagi cukup bekerja sendiri dalam membangun kota cerdas. Mereka membutuhkan ruang berbagi pengalaman, pertukaran teknologi, dan keberanian membangun inovasi bersama.
Pertemuan di Bale Kota Mataram itu mungkin berlangsung singkat. Namun percakapan yang lahir di dalamnya memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: bahwa masa depan pelayanan publik Indonesia sedang bergerak menuju sistem yang lebih terkoneksi, lebih digital, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. (aks)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: ppid kota mataram


























































