Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjadi ruang belajar bersama  memperlihatkan sesuatu yang lebih besar. Birokrasi dapat berubah menjadi ruang pengetahuan ketika dijalankan dengan visi pelayanan dan keterbukaan terhadap perubahan (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

Menjadi ruang belajar bersama memperlihatkan sesuatu yang lebih besar. Birokrasi dapat berubah menjadi ruang pengetahuan ketika dijalankan dengan visi pelayanan dan keterbukaan terhadap perubahan (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Beberapa waktu terakhir, suasana di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram tampak berbeda. Ruang-ruang rapat yang biasanya dipenuhi pembahasan teknis pelayanan digital kini juga menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan yang datang untuk belajar.

Mahasiswa, anggota legislatif, pemerintah daerah, hingga perwakilan pemerintah provinsi silih berganti berkunjung. Mereka tidak datang untuk seremoni semata, melainkan ingin melihat lebih dekat bagaimana Kota Mataram membangun transformasi digital pemerintahan yang dianggap berhasil menghadirkan pelayanan publik lebih efektif dan adaptif.

Pada 12 Mei 2026, mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram melakukan kunjungan pembelajaran. Disusul rombongan DPRD Kota Batu, Malang, pada 20 Mei 2026 yang melakukan studi tiru pengembangan layanan digital pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga datang pada 21 Mei 2026 untuk menjajaki kolaborasi dan pertukaran pengalaman dalam pengembangan ekosistem digital pemerintahan.

Di bawah kepemimpinan H. M. Ramadhani, Diskominfo Kota Mataram perlahan menjelma bukan sekadar institusi birokrasi teknis, tetapi ruang belajar bersama tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Namun di balik apresiasi dan kunjungan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih penting: apa saja yang harus dijaga dan terus ditingkatkan agar capaian itu tidak berhenti sebagai tren sesaat, melainkan benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat?

Menjaga Kepercayaan Melalui Pelayanan yang Relevan

Hal paling mendasar yang perlu dijaga adalah relevansi pelayanan publik itu sendiri. Sebab keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat, melainkan dari seberapa jauh masyarakat benar-benar merasa terbantu.

Dalam banyak kasus, digitalisasi pemerintahan sering berhenti pada simbol modernisasi administratif. Aplikasi bertambah, sistem dibuat semakin kompleks, tetapi warga justru kesulitan mengakses layanan.

Baca Juga :  Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Kota Mataram sejauh ini dinilai berhasil menjaga arah transformasi digital agar tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelayanan informasi, tata kelola pemerintahan, dan pengembangan sistem berbasis elektronik diarahkan untuk menciptakan akses yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

“Transformasi digital harus selalu berpijak pada kepentingan masyarakat. Teknologi bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk memperkuat kualitas pelayanan publik,” ujar H. M. Ramadhani dalam salah satu kesempatan diskusi.

Karena itu, ke depan yang perlu dijaga bukan hanya sistem teknologinya, tetapi juga sensitivitas pemerintah membaca kebutuhan warga. Sebab teknologi akan kehilangan makna ketika ia tidak lagi mampu menjawab persoalan riil masyarakat sehari-hari.

Infrastruktur Digital dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Kunjungan dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa Diskominfo Kota Mataram mulai dipandang sebagai salah satu contoh praktik baik pengelolaan layanan digital daerah. Tetapi keberhasilan semacam itu hanya dapat bertahan jika dibangun di atas infrastruktur dan sumber daya manusia yang terus berkembang.

Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Sistem yang relevan hari ini dapat menjadi usang dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, penguatan infrastruktur digital menjadi kebutuhan penting agar pelayanan tetap stabil, aman, dan mudah diakses masyarakat.

Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia juga menentukan keberlanjutan transformasi digital. Pemerintahan digital tidak cukup hanya memiliki perangkat teknologi modern, tetapi juga aparatur yang mampu berpikir adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan.

Kehadiran mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menjadi sinyal penting bahwa ruang pembelajaran digital perlu terus dibangun sejak dini. Sebab masa depan pelayanan publik tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesiapan generasi muda memahami ekosistem teknologi dan informasi.

Baca Juga :  Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Dalam konteks itu, Diskominfo tidak lagi hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, tetapi juga berpotensi menjadi ruang literasi digital masyarakat.

Dari Ruang Birokrasi Menuju Ekosistem Kolaborasi

Kedatangan DPRD Kota Batu, Pemerintah Kabupaten Karangasem, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperlihatkan satu perubahan penting dalam tata kelola pemerintahan modern: daerah tidak lagi bekerja sendiri-sendiri.

Transformasi digital mendorong lahirnya pola pembangunan berbasis kolaborasi. Daerah saling belajar, bertukar pengalaman, bahkan mulai membuka peluang pengembangan sistem bersama seperti konsep super app pelayanan publik terintegrasi.

Hal ini menjadi penting karena tantangan pemerintahan digital ke depan semakin kompleks. Mulai dari keamanan data, perlindungan privasi masyarakat, integrasi layanan, hingga kesenjangan literasi digital di tengah masyarakat.

Karena itu, area penting yang perlu dijaga oleh Diskominfo Kota Mataram adalah kemampuan membangun jejaring kolaborasi tanpa kehilangan orientasi pelayanan publik.

Keterbukaan terhadap pembelajaran, inovasi, dan pertukaran gagasan harus tetap berjalan seiring dengan penguatan tata kelola yang sehat. Sebab sebuah institusi akan kehilangan relevansinya ketika berhenti belajar.

Fenomena Diskominfo Kota Mataram yang kini menjadi ruang belajar bersama sesungguhnya memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: bahwa birokrasi dapat berubah menjadi ruang pengetahuan ketika dijalankan dengan visi pelayanan dan keterbukaan terhadap perubahan.

Dan mungkin, di situlah tantangan terbesarnya ke depan. Bukan hanya mempertahankan citra sebagai daerah yang inovatif, tetapi memastikan bahwa setiap inovasi benar-benar tumbuh untuk kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar untuk mendapatkan pengakuan. (aks)

Editor : ceraken editor

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi
Dari Mataram, Model Komunikasi Publik Itu Tumbuh

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA

Workshop menjadi ruang bersama untuk memastikan, pembangunan sanitasi tidak hanya menghadirkan layanan teknis (Foto: ppid kota mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 4 Jun 2026 - 13:38 WITA

Seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan sosial dan spiritual (Foto: provntb.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo

Kamis, 4 Jun 2026 - 12:36 WITA